The Alien - Link Select

Ahad, 10 Mei 2015

Q.S. AL-HIJR 15 : 10-12 ???

ALLAH S.W.T
Berfirman :
Dan demi sesungguhnya! Kami telah utuskan Rasul-rasul sebelummu (wahai Muhammad), dalam kalangan kaum-kaum yang telah lalu. Dan tiadalah seseorang Rasul pun yang datang kepada mereka, melainkan mereka mempersenda dan mengejek-ejeknya.  (Sebagaimana hati kaum-kaum yang telah lalu dimasuki perasaan mempersendakan Rasul-rasul) demikianlah pula Kami masukkan perasaan yang seperti itu ke dalam hati orang-orang yang berdosa (yang menentangmu).
 [ Q.S. AL-HIJR 15 : 10-12 ]


RASULULLAH NABI MUHAMMAD S.A.W
Bersabda :
“(Jumlah para nabi itu) adalah seratus dua puluh empat ribu (124.000) nabi."
“Lalu berapa jumlah Rasul di antara mereka?"
Baginda S.A.W menjawab: "Tiga ratus dua belas (312)."
Daripada Abi Zar R.A

[ H.R.S : Imam Tirmizi Ra. A. ]

Rabu, 6 Mei 2015

Q.S. AL-HIJR 15 : 7-9 ???

ALLAH S.W.T
Berfirman :
"Sepatutnya engkau membawakan malaikat kepada kami (untuk menjadi saksi tentang kerasulanmu), jika betul engkau dari orang-orang yang benar!".   Tiadalah Kami menurunkan Malaikat melainkan dengan cara yang sungguh layak dan berhikmat, dan pada ketika itu mereka (yang ingkar) tidak akan diberi tempoh lagi. Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran, dan Kamilah yang memelihara dan menjaganya.
[ Q.S. AL-HIJR 15 : 7-9 ]


RASULULLAH NABI MUHAMMAD S.A.W
Bersabda :
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya".
Daripada Utsman  R.A
[ H.R.S : Imam Bukhari Ra. A. ]

"Bacalah Al Qur'an sesungguhnya ia akan datang di hari Kiamat menjadi syafaat (penolong) bagi pembacanya."
Daripada Abu Umamah R.A
[ H.R.S : Imam Muslim Ra. A. ]

"Di hari Akhirat kelak akan didatangkan Al Qur'an dan orang yang membaca dan mengamalkannya, didahului dengan surat Al Baqarah dan Surah Ali 'Imran, kedua-duanya menjadi hujjah (pembela) orang yang membaca dan mengamalkannya."
Daripada Nawwas bin Sam'an R.A
 [ H.R.S : Imam Muslim Ra. A. ]



SURAT PALSU JAMINAN NABI MUHAMMAD SAW KE ATAS KRISTIAN MESIR ???


Terjemahan harfiah dokumen:

"Ini adalah pesan dari Muhammad ibn Abdullah,
sebagai suatu perjanjian bagi mereka yang menganut Kekristenan, jauh dan dekat, kami beserta mereka.
Sesungguhnya aku, para hamba, para pembantu dan para pengikutku membela mereka, karena orang Kristen adalah wargaku; dan demi Allah! aku menahan diri untuk melakukan apapun yang menentang mereka.
Tidak ada paksaan boleh dilakukan untuk mereka.
Juga tidak boleh hakim-hakim mereka disingkirkan dari pekerjaannya, maupun para biarawan mereka dari biara-biaranya.
Tidak ada orang yang boleh menghancurkan rumah agama mereka, atau merusakkannya, atau mengambil sesuatupun daripadanya ke dalam rumah-rumah orang Muslim.
Bilamana ada orang yang melakukan hal ini, ia menyalahi perjanjian Allah dan tidak mematuhi Nabi-Nya.
Sesungguhnya, mereka adalah sekutuku dan memiliki perjanjian erat dariku melawan semua yang mereka benci.
Tidak ada orang yang boleh memaksa mereka untuk pergi atau mengharuskan mereka untuk berperang.
Orang-orang Muslim harus berperang untuk mereka.
Jika seorang wanita Kristen menikah dengan seorang Muslim, tidak boleh dilakukan tanpa seizin wanita itu. Wanita itu tidak boleh dihalangi untuk mengunjungi gerejanya untuk berdoa.
Gereja-gereja mereka harus dihormati. Mereka tidak boleh dihalangi untuk memperbaikinya atau kekudusan perjanjian-perjanjian mereka.
Tidak ada bangsa (Muslim) yang boleh melanggar perjanjian ini sampai Akhir Zaman."


MENGAPA SURAT PERJANJIAN INI PALSU???


Mudah-mudahan kesalahan dari surat palsu tersebut menjadi jelas.
Surat Palsu tersebut adalah:
- Ini adalah pesan dari Muhammad bin Abdullah, sebagai perjanjian bagi siapa pun yang menganut kekristenan, jauh dan dekat, bahwa kami mendukung mereka. 
- Sesungguhnya saya, para pelayan, para penolong, dan para pengikut saya membela mereka, karena orang-orang Kristen adalah penduduk saya; dan karena Allah! Saya bertahan melawan apa pun yang tidak menyenangkan mereka. Pada situs/link lainnya ditulis begini :Bahwasanya aku, para pembantuku, dan para pengikutku sungguh membela mereka, karena orang Kristen juga rakyatku; dan demi Allah, aku akan menentang apa pun yang tidak menyenangkan mereka
- Tidak ada paksaan yang dapat dikenakan pada mereka. Sekalipun oleh para hakim mereka, maka akan dikeluarkan dari pekerjaan mereka maupun dari para biarawan-biarawan mereka, dari biara mereka. Tidak ada yang boleh menghancurkan rumah ibadah mereka, atau merusaknya, atau membawa apa pun daripadanya ke rumah-rumah umat Islam.
- Jika ada yang memgambil hal-hal tersebut maka ia akan merusak perjanjian Allah dan tidak menaati Rasul-Nya. Sesungguhnya, mereka adalah sekutu saya dan mendapatkan piagam keamanan melawan apa pun yang mereka benci.
- Tidak ada yang memaksa mereka untuk bepergian atau mengharuskan mereka untuk berperang. Umat Islam wajib bertempur untuk mereka. Jika ada perempuan Kristen menikahi pria Muslim, hal ini tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan perempuan itu. Dia tidak dapat dilarang untuk mengunjungi gerejanya untuk berdoa.
- Gereja-gereja mereka harus dihormati. Mereka tidak boleh dilarang memperbaiki dan menjaga perjanjian-perjanjian sakral mereka. Tidak ada dari antara bangsa (Muslim) yang boleh tidak mematuhi perjanjian ini hingga Hari Akhir.” [Dimuat di Republika edisi cetak dengan judul Menebar Nilai Perdamaian]
Saya bisa memastikan bahwa piagam tersebut adalah PALSU. Rinciannya adalah sebagai berikut:
Perjanjian “Piagam Anugerah” yang aslinya “Patent from Prophet Muhammad to the Christians of St. Catherine’s Monastery, ini tertulis dikeluarkan tahun 628 M. Dalam sejarah Islam, tercatat bersamaan dengan perjanjian Hudaibiah. Dalam buku “Atlas Sejarah Islam”, bab tentang perjanjian Hudaibiah, terdapat uraian yang memuat berita tentang surat Rasullullah SAW kepada Raja Mesir. Surat tersebut dibuat beliau saat jeda waktu diantara perjanjian Hudaibiah dengan kaum Quraish. Surat tersebut sejatinya ditujukan kepada raja-raja di sekitar Mekah dan Madinah termasuk salah satunya raja di Mesir. Isi surat ke semua raja-raja tersebut sama, yang intinya Rasul SAW mengajak semua raja-raja untuk men-tauhid-kan Allah. Isi surat berkaitan dengan Surah Ali Imran, 64, yaitu: Katakanlah: Hai Ahlul Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Rabb-Rabb selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).
Jika dibandingkan, jelas isi surat tersebut bertentangan. Pada surat Rasullullah SAW untuk raja-raja di sekitar wilayah Mekah dan Madinah, isi surat beliau berkaitan dengan Risalah Kenabian beliau yang mengajak umat manusia bertauhid yaitu meng-esakan Allah. Tidak ada seorang manusia-pun yang dapat dipersekutukan dengan-Nya.
Jika diteliti lebih jauh tampak surat PALSU tersebut isinya adalah pembodohan, sama sekali bukan masalah toleransi. Saya tunjukkan contohnya:
Bahwasanya aku, para pembantuku (pelayan), dan para pengikutku sungguh membela mereka, karena orang Kristen juga rakyatku (satunya menterjemahkan pendudukku); dan demi Allah, aku akan menentang apa pun yang tidak menyenangkan mereka”.
Dalam sejarah, Nabi SAW tidak pernah menyebut umatnya “rakyatku” ataupun “pendudukku”. Kata-kata “…Bahwasanya aku, para pembantuku, dan para pengikutku..” nampak sekali sebagai bahasanya pihak lain (sangat mungkin pihak Kristiani), Nabi SAW TIDAK menyebut umat Islam dengan “para pembantuku (pelayan), dan para pengikutku….”
Selain itu ucapan “Aku akan menentang apapun yang tidak menyenangkan mereka” jelas bertentangan dengan tugas beliau sebagai pembawa Risalah Illahi. Sebagaimana yang terdapat dalam Kitab Suci Al Qur’an, banyak sekali ulasan tentang umat manusia yang jauh telah menyimpang dari ajaran Rasulnya setelah sepeninggal Rasul-Rasul tersebut. Beliau meluruskan penyimpangan-penyimpangan tersebut, maka TIDAK MUNGKIN beliau akan mengucapkan “Aku akan menentang apapun yang tidak menyenangkan mereka”, padahal dalam sejarah telah tercatat mereka banyak menentang Nabi Muhammad SAW, tidak mau mengakui beliau sebagai Rasul terakhir, dan tidak mau diluruskan, apalagi berkaitan dengan “KETAUHIDAN”.
Jika diulas lebih lanjut, pernyataan “Aku akan menentang apapun yang tidak menyenangkan mereka”, juga bertentangan dengan ajaran Rasullallah SAW yang bersumber pada Hadist-Hadist yang shoheh. Coba dibandingkan dengan Surat Perjanjian beliau dengan 
kaum Nasrani di Najran (Najran adalah bagian dari wilayah Yaman) (HR Abu Dawud, 8/279/2644):

Ibnu Abbas RA berkata, “
Rasulullah SAW telah mendamai penduduk Najran dengan persyaratan: 1), Mereka menyetorkan 2.000 chullah, pada Muslimiin, yang setengah diberikan pada bulan Sapar, sisanya pada bulan Rajab. 2), Mereka meminjami 30 baju perang 30 kuda, 30 unta, 30 macam peralatan perang, untuk berperang. Peminjaman ini berlaku jika ada serangan atau pengkhianatan di Yaman, dan harus dikembalikan lagi. 3), Gereja tidak boleh dirobohkan dan alim Nashrani tidak boleh diusir dari Gereja. 4), Selama mereka tidak membuat pembaharuan atau tidak makan riba, agama mereka tidak boleh dirusak.”

Dalam Surat Perjanjian dengan Nasrani Najran yang dibukukan di dalam HR Abu Dawud tersebut, isi perjanjian tersebut balance/seimbang, yaitu: (1) Disatu sisi perjanjian menunjukkan jaminan Rasul SAW dan umat muslim kepada mereka, tetapi (2) disisi lain juga ada ketetapan yang harus mereka patuhi yaitu pada butir ke 4: “Selama mereka tidak membuat pembaharuan atau tidak makan riba, agama mereka tidak boleh dirusak”. Dalam keterangan Hadist tersebut (yang telah dijelaskan ulama yang ahli dalam bidang Hadist dan Sejarah, serta Tafsir) yang dimaksud dengan “tidak membuat pembaharuan” adalah mereka tidak merubah isi perjanjian tersebut, atau syarat yang kedua “tidak makan riba” disinilah menunjukkan betapa Rasullullah SAW konsisten menegakkan hukum Allah ditengah-tengah mengalahnya kaum Muslim kepada mereka, jaminan yang dibuat Rasullullah SAW adalah disertai dengan sandaran batasan yang mengacu pada hukum Allah. Dalam hal ini batasan itu mengenai persoalan riba, hukum yang sebenarnya sudah ditetapkan pada umat sebelumnya sebagaimana yang diwahyukan kepada Rasullullah SAW di dalam Surah An-Nisa, 161: “dan disebabkan mereka (Yahudi) memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang dari padanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil”. Dalam perjalanan sejarah, mereka terbukti melanggar perjanjian tersebut, mereka makan riba.
Di dalam Surah Ali Imran, 64, diatas, di kalimat terakhir  “….Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang toleran, tidak memaksakan seorang manusia untuk menjadi Islam dan beriman. Maka jelas tampak bahwa dari cara-cara Rasullullah SAW berhubungan dengan umat lain Rasullullah SAW selalu menyampaikan sesuai dengan Risalah Kenabiannya. Beliau jelas menyampaikan kebenaran Tuhannya (Al A’Raaf 68), sepahit apapun tugas ke-rasul-an beliau (karena ditentang umat manusia yang tidak mau beriman), beliau tidak mungkin membuat surat untuk mengikuti hawa nafsu manusia semata sebagaimana tercermin dalam surat PALSU tersebut yaitu Aku akan menentang apapun yang tidak menyenangkan mereka”; “Sesungguhnya, mereka adalah sekutu saya dan mendapatkan piagam keamanan melawan apa pun yang mereka benci”; “Tidak ada dari antara bangsa (Muslim) yang boleh tidak mematuhi perjanjian ini hingga Hari Akhir”.
Jaminan apa seperti dalam surat palsu itu, padahal mereka adalah orang-orang yang menentang ketauhidan Allah, menentang tentang kejadian Isa Al Masih sebagaimana yang disebutkan dalam Surah Ali Imran 59-60??! Tidak masuk akal bukan?
Selain itu dalam catatan sejarah, pada jamannya Nabi Muhammad SAW masih hidup beliau hanya menguasai Mekah dan Madinah. Pada saat itu Mesir masih dikuasai Romawi. Dari sumber sejarah catatan Panglima Khalid bin Walid, Pasukan Romawi pertama dapat ditaklukkan Pasukan Muslim adalah di Baitul Maqdis oleh Khalifah Umar bin Khatab.
Mesir baru ditaklukkan umat muslim oleh Bani Umayah bisa dilihat dihttp://id.wikibooks.org/wiki/Mesir_Kuno/Sejarah. Informasi ini saya cross-check dengan catatan sejarah Islam Dari Professor Buya Hamka. Pada buku beliau Sedjarah Umat Islam II, halaman 55, informasinya selaras dengan link di atas, yaitu Mesir baru ditaklukkan oleh umat Islam pada jamannya Bani Umayah, tepatnya oleh kekhalifahan Marwan ibn Hakam, yaitu pada tahun 63 Hijriah, 684 Masehi. Nabi MUhammad SAW meninggal pada tahun 11 Hijriah. Maka isi surat tersebut jelas bohongnya, tidak mungkin pada wilayah Mesir yang tidak beliau kuasai Nabi SAW menyebut umat Kristen di St. Catherine’s Monastery sebagai “juga rakyatku”. Yang jelas surat-surat beliau kepada raja-raja di sekitar jazirah Arab termasuk ke Mesir menunjukkan bahwa yang “diketuk hatinya” terlebih dahulu untuk bertauhid adalah para pemimpinnya.
Semestinya patut kita pertanyakan tujuan kaum yang memalsukan surat tersebut. Jika yakin dengan hukum Allah, tentu tidak perlu membuat berita memalsukan seperti itu, tentu tidak akan membawa manfaat seperti disampaikan dalam Al Qur’an “Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar (Al Baqoroh, 9).Kebenaran itu milik Allah, Allah-lah sebaik-baiknya penjaga.
NOTES:
Yang menjadi salah satu rujukan utama surat PALSU tersebut ada dihttp://en.wikipedia.org/wiki/Achtiname_of_Muhammad. Yang perlu diperhatikan adalah rujukannya. Bagi mereka yang terbiasa membaca journal ilmiah, akan mengenali bahwa rujukan dicantumkan apabila rujukan tersebut dipakai untuk merujuk dengan menunjukkan informasi mana saja yang dikaitkan dengan rujukan. Pada link diatas rujukan yang dipakai hanya ini:
1. a b c d e f g Ratliff, “The monastery of Saint Catherine at Mount Sinai and the Christian communities of the Caliphate.”


3. Lafontaine-Dosogne, “Le Monastère du Sinaï: creuset de culture chrétiene (Xe-XIIIe siècle)”, p. 105.

4. Atiya, “The Monastery of St. Catherine and the Mount Sinai Expedition”. p. 578.
5. Ratliff, “The monastery of Saint Catherine at Mount Sinai and the Christian communities of the Caliphate”, note 9. Ratliff refers to Mouton, “Les musulmans à Sainte-Catherine au Moyen Âge”, p. 177.
6. Khan, Muqtedar (December 30, 2009), “Muhammad’s promise to Christians”, Washington Post, retrieved 1 December 2012
7. Covenantsoftheprophet.com

Bagi yang ingin mengecek kualitas rujukan tersebut, coba saja buka rujukan no 2, misalnya, pada link itu hanya terdapat informasi satu paragraph!! Pada rujukan no 4 misalnya, itupun hanya di bagian paragraph terakhir, yg membicarakan sejarah tentang perjanjian itu, satu paragraph juga!! Katanya perjanjian itu dibawa oleh Sultan Selim I? Ya apa bisa dipercaya penulis sejarahnya saja Aziz S Attiya juga tidak menegaskan keasliannya!! Dia mengatakan: “..the Covenant of the Prophet, whether authentic or forged, was in someway or other renewed.” No 7 juga gambar!!No 6 dari cuplikan dari Washington Post!!! Si Ratliff di rujukan no 1 dan 5 gak ditulis nama lengkapnya.
Itulah berita wikipedia, tulisan yang berkualitas dan tidak sangat mudah ditelusuri. Referensi yang dikumpulkan pada sumber utama dan sekunder (primary and secondary sources) adalah ‘nonsense’ dan tampak dipakai untuk menipu, karena sama sekali tidak dipakai sebagai rujukan untuk menjelaskan teks pada link tersebut, tetapi tetap dipajang disana.
Jadi jelas bahwa Wikipedia sendiri secara terang refernsinya tidak bisa dipertanggung-jawabkan yang otomatis isi surat perjanjian tersebut keabsahannya juga perlu dipertanyakan.


SEPATUTNYA SURAT ITU UNTUK RAJA MESIR... BUKAN KEPADA PENDETA KRISTIAN... Surat Nabi saw untuk Al-Muqawqis, Penguasa Mesir (lihat foto)

Isi surat:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad bin Abdullah utusan Allah, untuk al-Muqawqis penguasa Mesir yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Selain dari pada itu, aku mengajakmu kepada panggilan Allah. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat dan Allah akan memberikan bagimu pahala dua kali. Jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa penduduk Mesir.“.. tengok cop MOHOR nabi Muhammad... bukan rajah tapak tangan.. tetapi cincin mohor nabi...






LIHAT COP SURAT-SURAT INI.  DARI SINI SAHAJA KITA AKAN TAHU IANYA BENAR DNA SAHIH DARI NABI MUHAMMAD S.A.W ATAU TIDAK,...




WALLAHU'ALAM








Selasa, 5 Mei 2015

Q.S. AL-HIJR 15 : 4-6 ???

ALLAH S.W.T
Berfirman :
Dan tiadalah Kami binasakan (penduduk) sesebuah negeri melainkan ada baginya tempoh yang tertentu dan termaklum.  Sesuatu umat itu tidak dapat mendahului tempohnya yang telah ditentukan, dan mereka juga tidak dapat mengundurkannya.  Dan mereka yang ingkar berkata (kepada Nabi Muhammad): "Wahai orang yang kepadanya diturunkan Al-Quran, sesungguhnya engkau adalah orang gila".
[ Q.S. AL-HIJR 15 : 4-6 ]


RASULULLAH NABI MUHAMMAD S.A.W
Bersabda :
“Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.”
Daripada Sa’ad bin Abi Waqas R.A
 [ H.R.S : Imam Tirmizi Ra. A. ]

 “Kebersihan adalah separuh dari keimanan, ucapan ‘Alhamdulillah’ akan memenuhi timbangan, ‘Subhanallah walhamdulillah’ akan memenuhi ruangan langit dan bumi, solat adalah cahaya, dan sedekah itu merupakan bukti, kesabaran itu merupakan sinar, dan Al Quran itu merupakan hujjah yang akan membela atau menuntutmu. Setiap jiwa manusia melakukan amal untuk menjual dirinya, maka sebahagian mereka ada yang membebaskannya (dari siksaan Allah) dan sebahagian lain ada yang menjerumuskannya (dalam siksaan-Nya).”
Daripada Abu Malik Al-Harits bin Ashim Al-Asy’ari R.A
 [ H.R.S : Imam Muslim Ra. A. ]

"Seorang wanita yang memakai bau-bauan dan melintasi satu kaum maka dia itu
 adalah perempuan zina."
[ H.R.S : Imam Abu Dawud dan Imam Tirmizi Ra. A. ]

"Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid nescaya tidak diterima solatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut)."
Daripada Abu Hurairah R.A

[ H.R.S : Imam Ibnu Majah Ra. A. ]

Sabtu, 2 Mei 2015

ZIKIR... UBAT PENYAKIT ZAHIR DAN BATIN YANG MUJARAB ???

ALLAH S.W.T
Berfirman :
“Demi sesungguhnya, adalah bagi kamu pada diri Rasulullah itu contoh ikutan yang baik, iaitu bagi orang yang sentiasa mengharapkan (keredaan) Allah dan (balasan baik) hari akhirat, serta ia pula menyebut dan mengingati Allah banyak-banyak (dalam masa susah dan senang).”
[ Q.S. AL-AHZAB 33 : 21]

“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.”
[ Q.S. AL-AHZAB 33 : 41]

"(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan zikrullah". Ketahuilah dengan "zikrullah" itu, tenang tenteramlah hati manusia.”
[ Q.S. AR- RA’DU 13 : 28)


RASULULLAH NABI MUHAMMAD S.A.W
Bersabda :
ALLAH S.W.T  berfirman :
“Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.”
Daripada Abu Hurairah R.A
[ H.R.S : Imam Muslim Ra. A. - No.4832 ]

 “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berdzikir kepada-Nya ialah seperti orang yang hidup dan orang yang mati.”
Dari Abu Musa al-Asy’ari R.A
[ H.R.S : Imam Bukhari dan Imam Muslim Ra. A. ]

 “Sesungguhnya kalau saya mengucapkan: Subhanallah walhamdu lillah wa la ilaha illallah wallahu akbar -yg artinya: Maha Suci Allah, segenap puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah adalah Maha Besar-, maka itu adalah lebih saya sukai daripada apa saja yang matahari terbit atasnya -yakni lebih disukai dari dunia dan seisinya ini.”
Dari Abu Hurairah R.A
[ H.R.S : Imam Muslim Ra. A. ]

***

“Dengan Zikrullah Hati mu akan tenang.”  apabila hati tenang maka seluruh sistem dalam tubuh akan tenang dan berjalan dengan baik seperti yang sepatutnya.. Syaitan dan Penyakit, Kuman-kuman, Bakteria..virus dan sejuta jenis penyakit tidak akan hinggap ke tubuh... Contoh paling dekat ialah Nabi Muhammad SAW... dari awalnya mengenal ALLAH dan berzikir dgn kalimah ALLAH...  tidk pernah baginda SAW disakiti oleh sistem tubuhnya sehinggalah baginda SAW sendiri yang memilih Cara dan Jenis SAKIT YANG MENUJU KEWAFATANNYA dengan izin ALLAH akan caranya kembali kepada ALLAH...  Fadhilat zikrullah sangat luas... maka sama-sama kita berzikir dengan Sunnah Rasulullah Nabi Muhammad SAW.. Insya-ALLAH anda tidak perlu risau dan bimbang dengan ancaman luar dan dalam tubuh anda...


Selasa, 28 April 2015

Q.S. AL-HIJR 15 : 1-3 ???

ALLAH S.W.T
Berfirman :
“Alif, Laam, Raa'. Ini ialah ayat-ayat Kitab (yang lengkap sempurna) dan Al-Quran yang memberi penjelasan.  Ada masanya orang-orang yang kafir merasa ingin kalaulah mereka telah menjadi orang-orang Islam.  Biarkanlah mereka makan dan bersenang-lenang dengan kemewahan dunia dan dilalaikan oleh angan-angan (daripada bertaubat dan insaf); kemudian mereka akan mengetahui kelak (bencana perbuatan mereka).”
[ Q.S. AL-HIJR 15 : 1-3 ]


***  ALHAMDULILLAH...  surah Ibrahim telah selesai.. kini kita masuk ke surah AL-HIJR...  

Surah Al Hijr (سورة الحجر) adalah surah ke-15 dalam Al Qur'an. Surah ini mempunyai 99 ayat dan termasuk dalam golongan surah-surah Makkiyyah. In disebabkan oleh surah ini diturunkan di Makkah sebelum hijrah. Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh Kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria). Nama surah ini diambil daripada nama daerah pegunungan itu. Surah ini berkisar mengenai kaum Tsamud yang diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84 yang telah dibinasakan oleh Allah SWT, kerana tidak mempercayai Nabi Soleh a.s. dan berpaling daripada ayat-ayat Allah. Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth A.S. dan kaum Syuaib A.S.. Secara kesimpulannya, pengajaran yang dapat diungkapkan ialah orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran berdasarkan kisah-kisah yang terdapat dalam Al-Quran.

Isi kandungan
Keimanan: Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah; Allah menjamin kemurnian Al Quran sepanjang masa; alam malaikat (langit) sentiasa dipelihara daripada syaitan; kadar rezeki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah; Allah memelihara hambaNya yang mendapat taufiq dan Hidayah daripada godaan syaitan; Allah di samping bersifat pengampun dan penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar; manusia dihimpun pada hari kiamat.
Hukum-hukum: Larangan terhadap homoseksual; kewajipan melakukan ibadah seumur hidup; larangan menginginkan harta orang kafir; perintah kepada Nabi Muhammad SAW agar melakukan dakwah secara terang-terangan; larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.
Kisah-kisah: Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya; Nabi Luth a.s. dengan kaumnya; kaum Syuaib dan kaum Soleh a.s. (Tsamud).
Dan lain-lain: Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah; kejadian alam dan isinya mengandungi seribu satu hikmah; asal kejadian Nabi Adam a.s.

Ahad, 26 April 2015

Q.S. IBRAHIM 14 : 52 ???

ALLAH S.W.T
Berfirman :
“(Al-Quran) ini disampaikan kepada manusia supaya mereka diberi ingat dan diberi nasihat dengannya; dan supaya mereka mengetahui (dengan hujjah-hujjah yang tersebut di dalamnya) bahawa sesungguhnya Allah ialah Tuhan Yang Maha Esa; dan supaya orang-orang yang mempunyai fikiran, beringat dan insaf.”
[ Q.S. IBRAHIM 14 : 52 ]


RASULULLAH NABI MUHAMMAD S.A.W
Bersabda :
"Tiga perkara, yang barang siapa memilikinya, ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta kepada seseorang karena Allah dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mau dicampakan ke dalam api Neraka."
[ H.R.S : Imam Bukhari & Imam Muslim Ra. A. ]

“Hiduplah sesukamu maka sesungguhnya kamu akan mati. Cintailah sesuatu sesukamu maka sesungguhnya kamu akan berpisah. Berbuatlah sesukamu maka sesungguhnya kamu akan bertemu dengannya."
 [ H.R.S : Imam Hakim Ra. A. ]

“Sesungguhnya ALLAH S.W.T pada hari kiamat berfirman : Dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi dengan menunggu-Ku dihari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku."
[ H.R.S : Imam Muslim Ra. A. ]