The Alien - Link Select

Isnin, 15 April 2013

SEDEKAH???


RASULULLAH NABI MUHAMMAD S.A.W
Bersabda :
“Ubatilah SAKIT kamu dengan BERSEDEKAH, 
Pelihara HARTA-BENDA kamu dengan BERZAKAT dan hindarilah BALA dengan BERDOA.”

H.R.dH : Syaikh Al-Albani rahimahullah ( Shahihul Jami’)

Sabtu, 13 April 2013

ZIKIR MENGIKUT SUNNAH NABI MUHAMMAD SAW ???


Berzikir dengan biji tasbih bertentangan dengan petunjuk Nabi s.a.w



Dari Abdullah bin Amr, katanya: “Aku melihat Rasulullah s.a.w. menghitung tasbih dengan tangan kanannya.”
[H.R. Abu Daud –sahih]
Dari Yasirah(seorang perempuan Muhajirin) berkata: “Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepada kami: “Hendaklah kalian selalu tetap bertasbih, nanti akibatnya kalian akan melupakan tauhid/rahmat. Dan hendaklah kalian hitung dengan jari-jari kerana sesungguhnya jari-jari itu nanti akan diminta untuk berbicara.””
[H.R. Abu Daud- hasan]
Hadis ini diperkuatkan lagi dengan ayat al-Quran surah Yasin ayat 65, Nur ayat 24, Fussilat ayat 20-22
Diriwayatkan oleh Ibnu Wadldlah Al-Qurtubi di dalam kitabnya Al-Bida’u wan Nahyu ‘Anhu halaman 12 dari Shult bin Bahram,dia menceritakan:
“Ibnu Mas’ud(sahabat Nabi) pernah melalui seorang perempuan yang ada padanya biji-bijian tasbih yang dia pergunakannya untuk bertasbih.Maka,Ibnu Mas’ud memutuskannya dan membuang biji-bijian tasbih itu.Kemudian beliau melewati seorang lelaki yang sedang bertasbih dengan batu-batu kecil lalu beliau menendang dengan kakinya lalu berkata: “Kamu telah mendahului! Kamu telah mengerjakan bidaah/bid’ah yang gelap! Kamu telah mengalahkan ilmunya sahabat-sahabat Muhammad s.a.w.!
Berikut adalah hadis yang digunakan sebagai dalil membolehkan menggunakan biji tasbih untuk berzikir,tetapi sekitar hadis daif/lemah dan maudhu/palsu yang tidak boleh dijadikan hujah:
Dari Abu Hurairah r.a.,marfu: “adalah (Nabi s.a.w.) bertasbih dengan batu-batu kecil.”
[Hadis sangat lemah]
Dari saad bin abi Waqqas, bahawa dia pernah masuk ke rumah seorang perempuan bersama Rasulullah s.a.w. sedangkan di tangan perempuan itu ada biji-bijian atau batu-batu kecil yang dipergunakan untuk tasbih dgnnya…………
[H.R. Abu Daud,At-Tirmidzi dan Hakim –daif/lemah]
Dari Shafiyyah,dia berkata:
“Rasulullah s.a.w. pernah masuk ke rumahku sedangkan dihadapanku ada empat ribu biji-bijian yang aku pakai untuk bacaan tasbihku dengannya…..”
[H.R. At-Tirmidzi dan Hakim-daif/lemah]
“Sebaik-baik pemberi ingat itu adalah subhah(biji-bijian tasbih untuk berzikir).”
[Hadis palsu riwayat Imam Dailami dalam Musnad Fidaus]
Ulama-ulama bahasa(arab) berkata perkataan ‘subhah’/biji-bijian tasbih itu awalnya tidak pernah dikenali oleh orang-orang Arab.Bagaimana mungkin Nabi s.a.w memerintahkan sahabat atas perkara yang tidak pernah dikenalnya.
Sebanyak-banyak zikir yang dianjurkan Nabi s.a.w yang sahih adalah 100 kali dan ada zikir yang dianjurkan membacanya tetapi tidak dituntut dibilangnya zikir tersebut,cukup berzikir sekadar kemampuan.
Dari Abu Hurairah r.a. ,Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Barangsiapa yang mengucapkan subhanallahi wabihamdihi dalam satu hari seratus kali,nescaya dihapuskan dosa-dosanya meskipun sebanyak buih laut.”
[H.R. Al Bukhari dan Muslim]
Dari Abu Hurairah r.a. ,Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Barangsipa yang mengucapkan ‘laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qodiir’ seratus kali dalam sehari, maka baginya sama dengan memerdekakan sepuluh hamba dan ditulis baginya seratus kebaikan dan dihapuskan darinya seratus kesalahan serta dia mendapat penjagaan dari gangguan syaitan pada hari itu sampai petang. Dan tidak ada seorang yang lebih utama darinya kecuali orang yang mengerjakan lebih banyak dari itu.*
[H.R. Al Bukhari dan Muslim]
*Membaca lebih daripada 100X tidak pula dituntut menghitungnya.
Dari Saad bin Abi Waqqas,katanya:
“Kami pernah duduk di sisi Rasulullah s.a.w. lalu baginda bersabda: “Lemahkah salah seorang kamu untuk mengerjakan setiap hari seribu kebaikan?” Maka bertanya seorang yang ada dalam majlis itu kepada baginda: “Bagaimanakah salah seorang dari kami mengerjakan seribu kebaikan?” Baginda bersabda: “Iaitu dia bertasbih (subhanallah) seratus kali tasbih nescaya akan ditulis baginya seribu kebaikan dan dihapuskan darinya seribu kesalahan.”
[H.R. Muslim]
Dari Abu Hurairah r.a.,katanya:Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Barangsiapa yang bertasbih kepada Allah (subhanallah) 33X pada setiap selesai solat(fardhu) dan bertahmid kepada Allah (alhamdulillah) 33X dan bertakbir kepada Allah (allahu akbar) 33X, maka yang demikian itu jumlahnya menjadi 99. Kemudian dia mencukupkan menjadi seratus dengan mengucapkan: Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syaiin qadiir(1X). Maka akan diampunkan dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di laut.”
[H.R. Muslim]
Ada zikir yang diajar oleh Nabi s.a.w tetapi kita tidak dituntut menghitungnya.Jadi,cukup membaca sekadar kemampuan.
Dari Abu Hurairah r.a.,katanya:Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Dua kalimat yang ringan diucapkan akan tetapi berat pada timbangan, iaitu: subhanallahi wa bihamdih,subhanallahil ‘adziim.”
[H.R. Bukhari dan Muslim]
Dari Samurah bin Jundub: Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Ada empat perkataan yang dicintai oleh Allah iaitu: subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illaah, wallahu akbar. Tidak salah kalau engkau memulai dari mana saja.”
[H.R. Muslim]
Terdapat banyak lagi hadis lain…
Mengapa kita tidak boleh membaca berlebih-lebihan?Apa salahnya baca beratus-ratus atau beribu-ribu?
Dari Abdullah bin Mas’ud: Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Binasalah orang-orang yang berlebih-lebihan.” Nabi s.a.w mengucapkannya sampai 3X.”
[H.R. Muslim]
Jazakallahu Khair...

Khamis, 11 April 2013

MEMBERONTAK KEPADA PEMERINTAH - HARAM???



(Daripada Ibnu Abbas r.a)
RASULULLAH NABI MUHAMMAD S.A.W
bersabda:
“Barangsiapa yang membenci sesuatu perkara pada pemerintahnya
maka hendaklah dia bersabar
kerana sesungguhnya, barangsiapa yang memberontak terhadap penguasa lalu dia mati maka matinya itu seumpama mati orang jahiliah”

HRS :  Al-Bukhari dan Muslim


RASULULLAH NABI MUHAMMAD S.A.W
bersabda:

“Barangsiapa yang diperintah oleh seorang pemerintah lalu dia melihat pemerintahnya itu melakukan maksiat kepada ALLAH maka hendaklah dia membenci perbuatannya yang maksiat kepada ALLAH itu namun jangan pula dia mencabut tangannya daripada ketaatan (terhadap pemerintah itu)”.

[H.R.S : Muslim]


Berkata Imam Abul Qasim al-Asbahani r.h (w.535 H)
al-Hujjah fi Bayan al-Mahajjah:
 “dan di antara mazhab Ahli Sunnah wal Jamaah adalah: mereka tidak membolehkan memberontak ke atas pemerintah walaupun terdapat kezaliman selama mana pemerintah itu mendirikan solat seperti mana yang telah datang akannya khabar (hadis Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam)”

Kata al-Imam al-Nawawi r.h (w.676 H): “Adapun memberontak kepada mereka (pemerintah muslim) maka ianya HARAM dengan kesepakatan kaum Muslimin walaupun mereka itu orang-orang yang zalim dan fasiq …”
[Syarah Sahih Muslim, 12/229].

Rabu, 10 April 2013

ALLAH ITU WUJUD???


Sifat-sifat Allah adalah sifat sempurna yang yang tidak terhingga bagi Allah. Sifat-sifat Allah wajib bagi setiap muslim mempercayai bahwa terdapat beberapa sifat kesempurnaan yang tidak terhingga bagi Allah. Maka, wajib juga dipercayai akan sifat Allah yang dua puluh dan perlu diketahui juga sifat yang mustahil bagi Allah. Sifat yang mustahil bagi Allah merupakan lawan kepada sifat wajib. Sifat wajib terbagi empat bagian yaitu nafsiah, salbiah, ma'ani atau ma'nawiah.


 Berikut adalah beberapa terjemahan dalil yang terkandung di dalam Al-Qur'an dan Hadits tentang sifat-sifat Allah: "Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan melainkan Dia" - (Q.S. Al-Baqarah : 163) Sesungguhnya Allah itu Amat Berkuasa atas segala sesuatu" - (Q.S Al-Baqarah: 20) "Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu" - (QS. Al-Baqarah : 29) "Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia" - (QS. Yasin : 82) "... Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat" - (QS. Asy-Syura : 11) "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup, yang berdiri sendiri... " - (QS. Al-Baqarah : 255) "Dialah Yang Awal (tidak berpemulaan) dan Yang Akhir (tidak berkesudahan)... " - (QS. Al-Hadid : 3)



Adanya Allah itu bukan karena ada yang mengadakan atau menciptakan, tetapi Allah itu ada dengan zat-Nya sendiri.
Sifat mustahil-Nya adalah :  Adam  yang berarti tidak ada.
Untuk itulah kita tidak boleh meragukan atau mempertanyakan keberadaanNya.
Keimanan seseorang akan membuatnya dapat berpikir dengan akal sehat bahwa alam semesta beserta isinya ada karna Allah yang menciptakannya.
“Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy.
Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya.
Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam“ … (QS. Al-A’raf :54)
Kepercayaan ada dan tidak adanya Allah SWT bergantung pada manusia itu sendiri yang bisa menggunakan akal sehatnya, sebagai bukti dengan adanya alam beserta isinya.
  • Jika kita perhatikan, maka dari mana alam semesta itu berasal ?
  • Siapakah Dia Yang Maha Kuasa dan Maha Agung itu ?
  • Dialah Allah SWT yang Maha Suci dan Maha Tinggi.
  • Dialah yang mengadakan segala sesuatu di alam ini, termasuk diri kita.
Selain melihat alam semesta, kita juga dapat melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya, seperti manusia dengan segala perlengkapan hidupnya di dunia ini. Tentu kita bisa berfikir bahwa semua yang ada pasti ada yang menciptakan, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa ( Allah SWT).
Terkait dengan hal ini Allah SWT berfirman :
“Dan dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur. Da Dialah yang menciptakan serta mengembangbiakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nyalah kamu akan dihimpun. Dan Dialah yang menghidupkn dan mematikan dan Dialah yang mengatur pertukaran malam da siang. Maka apakah kamu tidak berfikir?”   … (QS.Al Muminun :78-80)


WALLAHU'ALAM

"BARAKALLAHU... "

AKU NABI - NABI MUHAMMAD S.A.W

Isnin, 8 April 2013

SIFAT 20???

Dalil Bagi Sifat 20. Wujud: Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya….. (Al-Furqan: 59) Bukti wujud Allah, adalah wujud alam yang telah diciptakanNya ini. Qidam: 3. Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin[1452]; dan dia Maha mengetahui segala sesuatu. (Al-Hadid: 3) Baqa: 27. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (Ar-Rahmaan: 27) Mukholafatuhu Ta’ala Lilhawadith: 11. …..tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan Melihat. (As-Syura: 11) Qiamuhu Ta’ala Binafsih: …Huwal Hayyul Qoyyum… (Ayatul Kursi) Wahdaniat: 1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. (Al-Ikhlas: 1) Qudrat: 148. ….Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al-Baqarah: 148) Iradat: 16. Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya. (Al-Buruj: 16) Ilmu: 3. ….dan dia Maha mengetahui segala sesuatu. (Al-Hadid: 3) Hayat: ….Huwal Hayyul Qoyyum… (Ayatul Kursi) Samak: 1. ….. Sesungguhnya dia adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-Isra’: 1) Basar: 4. …dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. (Al-Hadid: 4) Kalam: 82. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah Berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka terjadilah ia. (Yaasiin: 82) (Rujukan Buku: Tauhid Dalam Tasauf, Penulis: Jihad, Terbitan: Edaran Proaktif Sdn.Bhd. Cetakan pertama 2005). Salah seorang pengarang kitab sifat 20, Al-Marhum Sa’id Uthman bin Abdullah bin Akil Yahya, adalah dari keturunan cucu Rasulullah s.a.w. (Maklumat dari rujukan buku: Pengantar Ilmu Tarekat dan Tasauf, Penulis: Prof. Dr. Hj. Aboebakar Atjeh, Terbitan: Pustaka Aman Press, Cetakan Kedua 1985) Lain-lain perkara yang boleh direnung bersama: 4. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian dia bersemayam di atas ´arsy[1453] dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya [1454]. dan dia bersama kamu di mana saja kamu berada. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. (Al-Hadid: 4) 115. Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, Maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah[83]. Sesungguhnya Allah Maha luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqarah: 115) 126. Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan adalah Allah Maha meliputi segala sesuatu. (An-Nisa’: 126) 186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Al-Baqarah: 186)