The Alien - Link Select

Jumaat, 13 Julai 2018

MASJIDIL HARAM ???


MASJIDILHARAM

Masjid bermaksud Tempat Sujud. Haram pula bermaksud ‘Larangan/dilarang’.  Apabila digabung dua perkataan ini jadilah ia sebagai Masjidilharam yang bermaksud  Tempat Sujud yang ada Larangan-larangan yang ditentukan oleh ALLAH dalam Qur’an. Peraturan-peraturan lain mengenai larangan ini juga dibuat oleh Nabi Muhammad, Rasulullah SAW pada zamannya dan juga pemerintah Kota Mekah dari semasa ke semasa.

Masjidil Haram artinya masjid yang memiliki tanah haram. Kenapa dinamakan tanah haram? Para ulama mengatakan karena di dalam tanah itu berlaku berbagai ketentuan yang mengharamkan kita melakukan berbagai hal, seperti berburu, mengangkat senjata, mematahkan tumbuhan dan seterusnya, termasuk juga haram untuk dimasuki oleh kafir. Iaitu orang yang engkar dan menentang Islam.  Bagi mereka yang tidak menentang.  Mereka sepatutnya diperbolehkan mengunjunginya atas dasar mengajar mereka tentang Islam.

Masjidl Haram adalah Masjid Suci atau Halal untuk orang Islam(Tunduk) memasukinya dan mengimara’kannya.  Oleh itu,  Masjidilharam adalah Haram atau dilarang bagi orang kafir(Engkar) untuk memasukinya. 

Tetapi, bagi golongan manusia yang bukan Kafir dan Bukan Islam atau Non-Muslim, dibenarkan untuk memasukinya dan mengenali Islam-hal ini bergantung kepada budi bicara pemerintah Kota Mekah. Golongan ini perlu membuat permohonan kepada pemerintah dan kerajaan Mekah.

"Adalah kewajipan manusia terhadap Allah untuk datang berhaji ke Rumah, jika dia boleh buat jalannya ke sana.” [Q.S.3:97]

“Dan serulah manusia kepada haji, dan mereka akan datang kepada kamu berjalan kaki, dan di atas tiap-tiap haiwan yang kurus, mereka datang dari tiap-tiap jurang yang dalam." [Q.S.22:27]

*Haji: Cabaran/Tantangan/Undangan Tuhan untuk mengenali dan mengunjungi Masjidil-Haram@Larangan dalam kepatuhan.


Berikut alasan disebut tanah haram:

1. Haram Dimasuki Musyirikin
Dasar larangan bagi orang Musyrikin untuk memasuki wilayah AL-HARAM di Makkah Al-Mukarramah adalah sebuah firman Allah SWT di dalam surat At-Taubah:

 “Wahai orang-orang yang percaya, orang-orang yang sekutukan(Musyrikin) adalah najis, maka jangan benarkan mereka dekati Masjidil Haram selepas tahun mereka ini. Jika kamu takut akan kemiskinan, sungguh, Allah akan cukupkan kamu daripada pemberian-Nya, jika Dia hendaki; sesungguhnya Allah Mengetahui, Bijaksana.”
[Q.S. 9:28]

*Orang Musyrikin adalah orang yang menyembah selain ALLAH dan mereka engkar/kafir dan menentang kepada agama Islam apabila diseru kepada Islam.


2. Batas Tanah Haram
Sedangkan batas tanah haram yang berlaku semua ketentuan tentang tanah haram itu adalah batas miqat makani sebagaimana yang berlaku buat jamaah haji.  Maka para batas-batas miqat itulah seorang Orang Kafir sudah tidak boleh lagi masuk ke dalamnya. Di sebelah timur ada Dzatu ‘Irqin, yaitu batas orang yang masuk dari arah negeri Iraq.  Bergeser ke Selatan masih di timur ada Qarnul Manazil. Paling selatan, yaitu dari arah negeri Yaman, ada Yalamlam. Sedangkan dari arah utara, beberapa kilometer dari Kota Madinah, ada Bi’r Ali, atau disebut juga dengan Dzil Hilaifah. Di sebelah Barat ada Juhfah atau disebut juga Rabigh. Maka kota Makkah seluruhnya tentu saja termasuk wilayah tanah haram. Artinya, orang kafir tidak boleh masuk wilayah ini.

*Batas Tanah Haram ini ditentukan oelh Kerajaan dan pemerintah Mekah.

3. Ketentuan Terkait dengan Wilayah Al-Haram
Selain tidak boleh dimasuki oleh orang Kafir, tanah Al-Haram di Makkah juga memiliki ketentuan-ketentuan lainnya, antara lain:

Solat di wilayah Al-Haram Makkah akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, yaitu 100 000 kali(hadis yang lojik dan selari dengan tuntutan Qur’an):

v  Hal itu sebagaimana yang ditetapkan oleh Baginda Rasulullah SAW:

Dari Jabir R.A sesunggunya Rasulullah SAW bersabda: “Shalat di tempat sujudku, lebih utama seribu kali (dibandingkan) shalat di selainnya kecuali tempat sujud yang ada larangan. Dan solat di tempat sujud yang ada larangan lebih utama seratus ribu solat di selainnya.“
(HR: Imam Ahmad dan Ibnu Majah, no. 1406. Hadits dishahihkan oleh Al-Mundziri dan Al-Bushoiry. Al-Albany berkata: “Sanadnya shahih sesuai persyaratan Imam Bukhari dan Muslim, Irwaul Ghalil, 4/146).

v  Tidak ada larangan untuk melakukan shalat kapan pun, bahkan termasuk pada waktu-waktu yang sebenarnya haram untuk melakukan shalat.  Seperti pada saat matahari terbit, terbenam atau pas di atas kepala.

Nabi Muhammad SAW telah bersabda: Dari Jubair bin Muth’im bahawasanya Rasulullah SAW bersabda : “Wahai Bani Abdi Manaf, janganlah kalian melarang seoranpun yang akan Tawaf (mengelilingi tujuh kali) sekitar Ka’bah, dan seorang yang akan menunaikan solat pada waktu malam atau siang.”
(HR :Imam Abu Daud dan Nasa’i, dan Tirmidzi dan Ibnu Majah dan di shahihkan al-Albani).

3. Haram Membawa Senjata

Di tanah Haram Makkah, haram hukumnya membawa senjata. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Daripada Jabir bin Abdillah RA, ia berkata : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Tidak diperbolehkan(Haram) bagi kalian membawa senjata di Makkah,” (H.R. : Imam  Muslim)

*Jenis-jenis senjata ditentukan oleh pemerintah Mekah dan Penjaga Masjdil-Haram

4. Haram Menumpahkan Darah dan Mematahkan Tumbuhan
“….maka sejak itu (negeri Makkah) haram dengan keharaman Allah hingga hari kiamat, duri-durinya tidak boleh dipatahkan, binatang buruannya tidak boleh diusir (diganggu), barang yang jatuh di Makkah tidak boleh diambil, kecuali untuk mencari (pemiliknya), tumbuh-tumbuhannya tidak boleh ditebang…..,”
(H.R.S : Imam Bukhari & Imam Muslim)

Seluruh umat islam diperintah untuk memalingkan wajahnya ke arah Masjidil-Haram dimanapun berada, hal ini di perkuat dengan surah Al-Baqarah, ayat 148 dan 150.

“Tiap-tiap orang ada haluannya(Wijhatun) yang dia palingkan; maka berlumba-lumbalah kamu dalam kebajikan. Di mana sahaja kamu berada, Allah akan datangkan kamu semua. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. Dari mana sahaja kamu keluar, palingkanlah muka kamu ke arah Masjidil Haram; ia adalah yang benar daripada Pemelihara kamu, dan Allah tidak lalai daripada apa kamu buat. Dari mana sahaja kamu keluar, palingkanlah muka kamu ke arah Masjidil Haram, dan di mana sahaja kamu berada, palingkanlah muka kamu ke arahnya, supaya manusia tidak ada hujah terhadap kamu, kecuali orang-orang buat kezaliman antara mereka; dan janganlah takut pada mereka, tetapi kamu takutilah Aku, dan supaya Aku sempurnakan rahmat-Ku ke atas kamu, dan supaya kamu dapat petunjuk.”
[Q.S. 2: 148-150]

Perintah ini hampir sama darjatnya dengan perintah Allah yang lain seperti hal melakukan solat, zakat, puasa, haji sebagai wujud hati yang terikat dan ingat kepada Allah dalam segala hal duniawi ini.




IMAM SULUKEN 
JULAI 2018

Jumaat, 6 Julai 2018

AYAT-AYAT SUCI AL-HIKMAH???

AYAT MEMANGGIL MAKHLUK UNTUK TUNDUK KEPADA KITA
 “Bismillahirrohmaanirrohim. Allaata’luu A’layya Wa’tuunii Muslimiin,… fattabi-’uuni.”
'Dengan nama ALLAH, Yang Pemurah, Yang Pengasih. Janganlah kamu meninggi terhadapku, tetapi datanglah kepadaku dalam kepatuhan,… ikutilah aku.'"

(QS An Naml : 30-31, 3:31 )1)

AYAT MENGHALAU MAKHLUK
“Bismillaahil-Qahhar, Infiruu Khifaafan watsikoolan”
Dengan Nama ALLAH Yang Pemaksa, Pergilah, dengan ringan dan berat!
(9:41)

MENGHIDUPKAN MAKHLUK YANG MATI
“Bismillahil-Muhyii. Tsumma ba’ashnaakummin ba’di mautikum laallakum tasykuruun.”
Dengan Nama ALLAH Yang Menghidupkan, Kemudian Kami bangkitkan kamu setelah kamu mati supaya kamu berterima kasih.
(2:56)

AYAT MEMATIKAN MAKHLUK SYAITAN JIN
“Bismillahil-Mumiit- Ainamaa takuunu yudrikkumul mautu, Muutuu Bikhaidikum.”
Dengan Nama ALLAH yang Mematikan- Di mana sahaja kamu berada, kematian akan dapatkan kamu. Matilah dalam kemarahan kamu!”
(4:78, 2:243, 3:119)

MENYUMPAH MAKHLUK JADI BERUK
"Bismillahi-Muntaqiim, kuunuu qiraadatan ghaasiinn.”
2:65. Dengan nama ALLAH yang Penyiksa, Jadilah kamu beruk, menyelinap dengan melarat."

AYAT MENYEMBUHKAN PENYAKIT DAN SAKIT ORANG LAIN
“BismiIlahissalaam arqiika minkulli syai-in yu’dziika minsyarri kulli nafsin au-ainin haasidin. Alloohu yasyfiika bismiIlahi arqiika.”
Dengan nama Allah Yang Sejahtera, aku meruqyahmu daripada segala sesuatu yang menyakitkanmu. Dia ( Allah) menyembuhkan daripada segala kejahatan mata atau hasad dengki Allah menyembuhkanmu! Dengan nama ALLAH aku meruqyahmu!”

AYAT MENYEMBUHKAN PENYAKIT DAN SAKIT DIRI SENDIRI
“Bismillahissalam(3x), A’udzubillahissalam wa qudratihi min syarri maa ajiduu wa uhaadziru.”
 “Dengan nama ALLAH Yang Sejahtera, Aku berlindung kepada Allah Yang Sejahtera dan kekuasaanNya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dan aku takuti”.


DOA UNTUK MINTA KESEMBUHAN DARI ALLAH
Bismika Ya ALLAH, Anni massaniiyaddhurru wa anta arhamarrahimiin. Subhaanaka, Allahumma rabbannaasi, adzhibilba`sa, wasy fihi, wa antasy syaafii, laa syifaa a illaa syifaa uka, syifaa an laa yughoodiru saqoman, YA Rahmaanirrahim, ya maalikiyawmiddiin, Iyyakana’buduu waiyyakanasta’in. Ya samiuddoai, ya Rabbi takabbal doa’i
Walhamdukaa ya ALLAH yang rabbil a’alamin.
Dengan nama Mu, Ya ALLAH, Sesungguhnya aku ditimpa penyakit, sedang Engkaulah sahaja yang lebih mengasihani daripada segala (yang lain) yang mengasihani.  Engkau disanjung ya Allah, rabb pemelihara manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah, engkau-lah yang maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan hanya kesembuhan dari-mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sedikit pun penyakit, Wahai yang pengasi, ya Pemurah. Ya menguasai hari pembalasan.  Hanyya Engkau yang kami mengabdi dan hanya kepada Engkau kami memohon. Wahai yang mendengar doa, Tuhanku, kabulkan doa ku dan segala puji bagiMu wahai Tuhan seluruh alam.


AYAT PENYEMBUH LUKA RINGAN
“Bismillahil Mu’iid, turbatu ardhina biriqaati ba’dhina, Yusyfa saqiimuna, biizni rabbinaa.”

"Dengan nama Allah Yang Memulihkan, tanah bumi kami yang bercampur dengan air ludah sebahagian kami, semoga menjadi sebab pulihnya orang yang sakit antara kami, dengan izin Tuhan kami."


AYAT MEMELIHARA SESUATU-
(tulisan ALIF LAM LAM HA di dahi)
“Bismillahil-Mukmin wal Muhaimin, Salamun alaika, Wa Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil.”
Dengan Nama ALLAH Yang pengaman dan Yang Pemelihara Sejahtera atas mu dan cukuplah Allah sebagai Wakil.”

AYAT MEMELIHARA DIRI SENDIRI DALAM PERLINDUNGAN ALLAH DARI SYAITAN
“Bismillahil-Mukmin wal Muhaimin, A’udzubillahiladzhiim minassyaitaanirrajiim. Salamun alayya Wa Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil.”
Dengan Nama ALLAH Yang pengaman dan Yang Pemelihara, aku berlindung dengan ALLAH yang Agung dari Syaitan yang direjam(Terkutuk), Sejahtera ke atasku dan cukuplah Allah sebagai Wakil.”


AYAT PERLINDUNGAN DARI SYAITAN YANG TERKUTUK
“Bismillahirahmaanirrahiim, A’udzubillahiladzhiim minassyaitaanirrajiim.”
'Dengan nama ALLAH, Yang Pemurah, Yang Pengasih, aku berlindung dengan ALLAh yang Agung dari Syaitan yang direjam(Terkutuk).”
*bacalah ketika merasa takut diganggu oleh syaitan jin dan manusia. Seperti hendak masuk tandas dll.

AYAT MEMULAKAN SESUATU
“Bismillahi Masya Allah, Laahaula wa laa quwwata illah billahil aliyyil adziim.”
Dengan nama ALLAH , inilah yang dikehendaki ALLAH.  tiada daya upaya ku dan tiada daya upaya selain ALLAH yang Tinggi yang Agung.”
*boleh juga dibaca ketika  kagum terhadap sesuatu yang luar biasa atau kebesaran sesuatu

AYAT MEMUJI ALLAH SELEPAS KELUAR DARI TANDAS ATAU USAI BUAT SESUATU
“Bismillah  walhamdulillah.”
“Dengan nama ALLAH dan segala puji bagi ALLAH.”


AYAT UNTUK MULA TIDUR
Bismillahirrahmaaniirrahiim
A’udzubillahiladzhiim minassyaithonirrajiim
A’udzubirabbilfalaq minsyarri maa khalaq, wamin syarri ghaasiqin iza waqab, wamin syarriinnaffaasyati fil ‘uqad wamin syarri haasidin izaa hasad
Wa A’udzubirabbinnas, maalikinnaas, ilaahin-naas min syarril waswaasil khannas, alladzi yuwaswisu fishudurinnaas, minal jinnati wannaas
Hasbunallahu wani’mal wakil
Dengan nama Allah, Yang Pemurah, Yang Pengasih.
Aku berlindung pada ALLAH yang Agung, dari Syaitan yang terkutuk.
"Aku berlindung pada Pemelihara yang membelahkan dinihari, Daripada kejahatan apa yang Dia cipta, dan Daripada kejahatan kegelapan apabila ia gelap, dan Daripada kejahatan orang yang meniup pada ikatan, dan Daripada kejahatan pendengki apabila dia dengki."
Aku berlindung pada Pemelihara manusia, Raja manusia, Tuhan manusia, Daripada kejahatan pembisik yang menyelinap, Yang membisikkan di dalam dada manusia, Daripada jin dan manusia."
Cukuplah ALLAH sebagai Wakil
*baca sekali di waktu pagi dan petang serta sebelum tidur.- amalkan.


AYAT KETIKA MAHU NAIK KENDERAAN
“Bismillahi majreeyha wamursaaha innarabbi lakhafururrahiim.”
Dengan nama ALLAH pelayarannya dan  berlabuhnya, sesungguhnya tuhanku pengampun dan Pengasih.
(11:41)


AYAT MENGHENTIKAN HUJAN DAN BANJIR
“Bismillahil QAHHAAR, ya ardhubla’i maa-aki wa yasamaa-u akhli’I wa-ghiidalmaa-u.”
"Dengan Nama ALLAH yang Pemaksa, Wahai bumi, telanlah air kamu; dan langit, berhentilah!"
(11:44)


AYAT BERTARUNG SILAT
Bimillahil’aziizulJabbal.
Dengan nama ALLAH yang Perkasa, Pemilik Kegagahan.

AYAT MEMAKAI CINCIN TEMBAGA
Bismillahi-Malikul-Mulk Hasbunallahu wani’mal wakil.
Dengan Nama ALLAH, Penguasa Kerajaan. Cukuplah ALLAH sebagai Pemelihara.


AYAT MENGANGKAT OBJEK BERAT
Bismillahil-Qawwiyu wal-Matiin.
“Dengan Nama ALLAH yang Kuat, yang Teguh.”


AYAT BERPERANG DENGAN SYAITAN JIN

“BISMILLAAHIRAHMAANIRRAHIIM
INNA WALIIYYIALLAHULLADZII NAZZALALKITAAB, WAHUWA YATAWALLAS SHOOLIHIIN
BISMILLAHIL-MUKMIN WAL MUHAIMIN, A’UDZUBILLAHILADZHIIM MINASSYAITAANIRRAJIIM. SALAMUN ALAYYA WA HASBUNALLAH WA NI’MAL WAKIL.”
Dengan Nama ALLAH yang pengasih yang Pemurah.
7:196 Waliku (Pelindungku) ialah Allah yang turunkan Kitab, dan Dia ambil ke dalam perlindungan-Nya orang-orang yang salih."
Dengan Nama ALLAH Yang pengaman dan Yang Pemelihara, aku berlindung dengan ALLAH yang Agung dari Syaitan yang direjam(Terkutuk), ‘’


AYAT PEMANGGIL JIN SYAITAN
BISMILLAAHIL-QAHHAR,
AINAMAA TAKUUNU YA’TII BIKUMULLAHU JAMII’AN, INNALLAHAA ALAA KULLI SYAI’N QADIIR
Dengan Nama ALLAh yang Pemaksa
2:148…. Di mana sahaja kamu berada, Allah akan datangkan kamu semua. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.
(7kali)

AYAT HALIMUNAN
BISMILAAHIL-BAATHIN LANTARAANI
Dengan nama ALLAh yang Tersembunyi. ”Kamu tidak akan melihat Aku” 7:143

ANTI-HALIMUNAN
BISMILAAHIL – ZHAAHIR, FASAUFA TARAANI

Dengan Nama ALLAH yang Zahir, “maka kamu akan lihat Aku” 7:143

AYAT PENGHALAU SYAITAN JIN YANG MERASUK
BISMILLAHIMUNTAQIIM - FAKHRUJ MINHA FAINNAKA RAJIIM(15:34-35)

Dengan nama ALLAH yang Penyiksa, “Dan keluar darinya, Kerana sesungguhnya engkau dikutuk.”

Ahad, 24 Jun 2018

UCAPAN AYAT SEBELUM MEMULAKAN BACAAN QUR’AN???



UCAPAN AYAT SEBELUM MEMULAKAN BACAAN QUR’AN
"Wahai Pemeliharaku, aku berlindung pada Engkau daripada cadangan-cadangan jahat syaitan-syaitan, Dan aku berlindung pada Engkau, wahai Pemeliharaku, daripada mereka hadir padaku.”
[SURAH AL-Q.S. MUKMINUUN 23:97-98]

Dengan nama Allah, Yang Pemurah, Yang Pengasih.
Segala puji bagi Allah, Pemelihara semua alam. Yang Pemurah, Yang Pengasih. Merajai Hari Agama (Pengadilan). Engkau sahaja kami sembah, dan kepada Engkau sahaja kami mohon pertolongan. Tunjukkan kami jalan lurus, Jalan orang-orang ke atas mereka Engkau rahmati, bukan orang-orang ke atas mereka dimurkai, dan bukan juga orang-orang yang sesat.”
[Q.S. AL-FATIHAH 1:1-7]



UCAPAN AYAT SELESAI BACA QUR’AN
“Engkau Disanjung ya Allah, dan aku memujiMu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.
Jadikanlah Al-Qur’an penyejuk hatiku, cahaya penglihatanku, pembebas kesedihanku dan pengusir kegelisahanku.”

Selasa, 12 Jun 2018

SOLAT 3 WAKTU???



 SEGALA PUJI BAGI ALLAH, TUHAN SEMESTA ALAM.

MARI kita lihat salah seorang anak cucu Nabi Ibrahim solat 3 waktu dalam Bible yang selari dengan Qur’an yang membicarakan tentang solat 3 waktu.

SOLAT Nabi Daniel a.s
 “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; TIGA KALI SEHARI IA BERLUTUT, BERDOA SERTA MEMUJI ALLAHNYA, SEPERTI YANG BIASA DILAKUKANNYA.” 
[BIBLE DANIEL 6:10]

Nabi-nabi lain yang menceritakan solat mereka dengan perbuatan seperti berlutut, Sujud, berdoa dan memuji ALLAH yang Satu.

Banyak bukti yang tertulis dalam kitab Bible sendiri menunjukkan bahawa para Nabi a.s dulu juga sujud menyembah Allah dan menghadap Kiblat. Dan hanya Agama Islam sahaja lah sekarang yang menyembah Allah seperti para Nabi dulu iaitu adanya perbuatan Sujud dan menghadap Kiblat ketika Solat.


Solat Nabi Ibrahim a.s
Kejadian 17:3 Lalu SUJUDLAH Abram, dan Allah berfirman kepadanya:

Solat Nabi Lut a.s
Kejadian 19:1. Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu SUJUD dengan mukanya sampai ke tanah,

Solat Nabi Musa a.s
Keluaran 34:8 Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu SUJUD MENYEMBAH

Solat Nabi Daud a.s
Mazmur 5:8 - Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, SUJUD MENYEMBAH ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

Mazmur 138:2 - Aku hendak SUJUD ke arah bait-Mu yang kudus dan MEMUJI nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

Solat Nabi Sulaiman a.s
1 Raja-raja 8:22. Kemudian berdirilah Salomo di depan mezbah TUHAN di hadapan segenap jemaah Israel, ditadahkannyalah tangannya ke langit,

1 Raja-raja 8:23 lalu berkata: "Ya TUHAN, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu;

Solat Nabi Yushak (Yosua) a.s
Yosua 5:14 Jawabnya: "Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang." Lalu SUJUDLAH Yosua dengan mukanya ke tanah, MENYEMBAH dan berkata kepadanya: "Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?"

Solat Nabi Ayyub a.s
Ayub 1:20. Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian SUJUDLAH dia dan MENYEMBAH.

Solat Nabi Isa a.s
Matius 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu SUJUD dan BERDOA, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus MENYEMBAH Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau BERBAKTI!"

Markus 14:35 Ia maju sedikit, MEREBAHKAN diri ke tanah dan BERDOA supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.

Markus 14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

Solat Nabi Yehezkiel a.s
Yehezkiel 44:4. Lalu dibawanya aku melalui pintu gerbang utara ke depan Bait Suci; aku melihat, sungguh, rumah TUHAN penuh kemuliaan TUHAN, maka aku SUJUD MENYEMBAH.

Solat Nabi Daniel a.s
Daniel 6:10 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia BERLUTUT, BERDOA serta MEMUJI Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Solat kaum Bani Israel dahulu
2 Tawarikh 7:3 Ketika segenap orang Israel melihat api itu turun dan kemuliaan TUHAN meliputi rumah itu, BERLUTUTLAH mereka di atas lantai dengan muka mereka sampai ke tanah, lalu SUJUD MENYEMBAH dan menyanyikan syukur bagi TUHAN: "Sebab Ia baik! Bahawasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."

Keluaran 12:27 maka haruslah kamu berkata: Itulah korban Paskah bagi TUHAN yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita." Lalu BERLUTUTLAH bangsa itu dan SUJUD MENYEMBAH.


HADIS

Selebihnya riwayat hadis ini juga selari dengan Qur’an yang menyatakan Nabi Muhammad sebelum Isra adalah bersolat sebanyak 3 kali sehari iaitu Pagi, Petang dan awal Malam.

kewajiban Solat sudah ada sebelum peristiwa isra’. Solat diwajibkan kepada Nabi Muhammad sejak awal ia diangkat sebagai nabi dan menerima wahyu pertama.

Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam hadis riwayat Ahmad dan Ad-Daraquthni bahwa:
“Jibril datang kepada Rasul ketika menyampaikan wahyu pertama dan mengajarkan Rasul wudhu’ dan Solat,” (HR Ahmad dan Ad-Daraquthni).

Menurut Ibnu Ishaq, kewajiban Solat dimulai sejak Rasulullah menerima wahyu pertama. Bahkan, Rasul dan Khadijah sudah Solat sebelum Solat lima waktu diwajibkan.

Tidak hanya itu, para sahabat juga diperintahkan oleh Rasulullah untuk mengerjakan Solat dan berbuat baik. Ini dipahami dari hadits yang dikutip oleh Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Kitab Fathul Bari Syarah Shahih Al-Bukhari. Dalam kitab itu, Ibnu Rajab menulis:

 “Ibnu Abbas berkata, dari Abu Sufyan tentang hadits Herakilius, bahwa Nabi SAW memerintahkan kami Solat, jujur, dan menjaga harga diri.”

Riwayat ini terdapat dalam Shahih Al-Bukhari. Menurut Ibnu Rajab, adanya riwayat ini menunjukkan Rasulullah sejak awal sudah memerintahkan umatnya untuk Solat, berkata jujur, dan menjaga harga diri. Bahkan ia sendiri juga melakukan hal yang sama sebelum adanya kewajiban Solat lima waktu. 

Ibnu Rajab menegaskan: “Hadits yang menunjukkan Nabi mengerjakan Solat sebelum isra’ sangatlah banyak.”

Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa perintah mengerjakan Solat sudah ada sebelum peristiwa isra’. Namun pertanyaannya, bagaimana bentuk Solat yang dikerjakan Rasulullah, berapa rakaat, dan kapan saja waktunya.

Merujuk pada penjelasan Ibnu Rajab dalam Fathul Bari, ulama berbeda pendapat terkait bagaimana Solat Rasul sebelum isra’. Tetapi yang paling penting, seluruh ulama ingin membuktikan bahwa kewajiban Solat sudah ada sebelum isra’.

Ibnu Rajab menjelaskan:   “Tetapi, ada yang mengatakan bahwa Solat yang diwajibkan pada Rasul pada awalnya adalah dua raka’at shubuh dan dua raka’at waktu malam…

Qatadah mengatakan, ‘Solat pertama kali adalah dua raka’at shubuh dan dua raka’at Isya.’”

Dengan demikian, perintah Solat pertama kali hanya 3 kali sehari, yaitu dua raka’at di waktu shubuh dan dua raka’at di waktu isya’.

Solat Nabi sebelum Mi’raj
Kemudian masih timbul pertanyaan, kira-kira Solat apa yang dikerjakan Nabi sebelum Isra. Sebagaimana diketahui, ketika Isra, Rasulullah berhenti di Baitul-Maqdis untuk mengerjakan Solat. Hal ini seperti dikisahkan dalam banyak hadits Isra’. Salah satu penggalan hadits tersebut adalah:

 “Kemudian Rasul masuk masjid dan Solat dua rakaat.”

Dengan demikian, kewajiban Solat sudah ada sebelum isra’. Begitu pula kewajiban wudhu. Cara wudhu dan Solat ini diajarkan langsung oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.  Nabi sudah mengerjakan solat saat di Mekah sebelum Isra’, sebab al-Qur’an menjelaskan dalam surat al-Mudatsir, al-Kautsar, dan surat yang diturunkan di Mekah lainnya, bahawa Rasul saw sudah mengerjakan solat.

Demikian pula yang tercatat dalam buku-buku Sejarah dan Hadits-Hadits Rasul saw, bahawa Rasul saw mengerjakan solat bersama dengan Siti Khadijah hingga Khadijah wafat, sedangkan wafatnya Khadijah sebelum Isra’. Abu Talib juga pernah melihat Rasul saw mengerjakan solat bersama Abu Thalib, sedangkan Abu Thalib meninggal sebelum Isra’.

Bila diteliti lebih lanjut, pertama kali wahyu diturunkan adalah surat al-‘Alaq dan dalam surat tersebut sudah menjelaskan tentang orang Quraisy yang melarang Nabi saw mengerjakan solat sebagaimana firman Allah surat al-‘Alaq ayat 9-10:

“Bagaimana pendapatmu tentang orang melarang. Seorang hamba ketika dia melaksanakan SOLAT.”

Ayat ini turun berkenaan Abdul Uzzah bin Hisyam (Abu Jahal) yang melarang Nabi Muhammad saw mengerjakan solat di Maqam Ibrahim. Abu Jahal berkata: “Bila aku melihat Muhammad mengerjakan solat maka akan aku tusuk lututnya.”

Dalam riwayat lain menjelaskan bahawa perintah melaksanakan wuduk dan solat sudah dimulai semenjak pertama kali Malaikat Jibril diutus Allah untuk memberitahukan pada Nabi Muhammad bahawa dirinya terpilih menjadi utusan Allah di muka bumi. Pada saat itu juga, Jibril mengajarkan Nabi Muhammad saw cara berwudhuk dan solat dengan cara Jibril berwudhuk terlebih dahulu kemudian Nabi saw mengikutinya, kemudian Jibril solat dan Nabi saw pun mengikutinya. Setelah mempelajari wudhuk dan solat pada Jibril, Nabi Muhammad saw mengajarkannya pada Siti Khadijah.

Dari bukti-bukti di atas sangat jelas menunjukkan bahawa Nabi Muhammad saw sudah mengerjakan solat di hadapan semua manusia semenjak tahun pertama dari tahun kenabiannya. Nabi Muhammad saw hanya mengerjakan solat dua kali dalam sehari semalam yang waktunya terletak pada pagi hari dua rakaat dan petang hari dua rakaat. Jadi pada permulaan terutusnya Nabi Muhammad SAW sudah jelas bahawa beliau mengerjakan solat. Adapun solat yang beliau kerjakan hanya dua kali dalam sehari semalam dan berjumlah empat rakaat.

Manakala, solat dua rakaat pada malam Isra sebelum berangkat pula berlakusebelum Isra juga.  Baginda solat Isyak 2 rakaat di awal malam, menurut catatan Ibnu Ishak. Riwayat yang dikemukakan oleh Ibnu Ishaq adalah sebagaimana berikut:

“Di antara kisah yang sampai kepada saya dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib berhubung Isra’ Rasulullah s.a.w ialah beliau (Ummu Hani’) menceritakan, “Rasulullah s.a.w tidak diisra’kan melainkan ketika Baginda s.a.w berada di rumahku. Baginda s.a.w tidur di samping ku pada malam itu di rumah ku. Mula-mula Baginda s.a.w berSolat Isya’ kemudian tidur. Kami pun turut tidur. Sebelum Fajar Rasulullah telahpun mengejutkan kami lalu berSolat Subuh. Kami berSolat bersamanya.”

Setelah itu Rasulullah bersabda, “Wahai Ummu Hani’! Malam tadi saya telah bersolat bersama kamu seperti yang kamu tahu di wadi ini. Selepas itu saya pergi ke Baitul Maqdis dan bersolat di sana dan sekarang saya bersolat Subuh bersama kamu seperti yang kamu saksikan.”

Maka jelaslah, Nabi Muhammad SAW telah bersolat sebanyak 3 kali sehari, iaitu waktu Pagi(Fajr), Petang(Wusta) dan Malam(Solat Isyak). Ini jelas selari dengan Qur’an.

"Dan lakukan solat pada dua tepi siang(pagi dan petang), dan awal malam(Malam)."
(11:114)



SOLAT MENURUT QUR’AN
Selepas Isra(Q.S.17:1).  Solat ini dikekalkan sepertimana yang disebut oleh Qur’an.  Qur’an menjadi bukti penting tentang syariat solat ini.  Terdapat hanya tiga nama solat di dalam al-Qur’an, iaitu Solat Fajar (24:58), Solat Isyak (24:58), dan Solat Wusta, atau solat yang di tengah (2:238). Tiga nama solat ini menunjukkan waktunya juga. Waktu-waktunya dijelaskan lagi dengan sebuah ayat lain berbunyi:

"Dan lakukan solat pada dua tepi siang, dan awal malam." (11:114)

Solat yang pada waktu tepi siang pertama ialah solat Fajar waktu ini orang berpuasa berhenti makan dan minum, sementara solat wusta, atau solat yang di tengah, pada tepi siang yang kedua. Solat yang dilakukan pada awal malam itu ialah solat Isyak, iaitu ketika awal malam di mana orang berpuasa berbuka.

Perkataan "Wusta" ingin diperjelaskan lagi di sini. Ia bermakna "di tengah", dan menurut pendapat saya, maksudnya adalah waktu yang di tengah di antara tepi siang pertama dan malam, atau sebelum berakhirnya siang. Waktu yang pendek ini dikenali umum sebagai waktu akhir petang.

Oleh kerana al-Qur’an menjelaskan sendiri, maka waktu solat Isyak selanjutnya dijelaskan dengan sebuah ayat berbunyi:

"Lakukan solat dari terbenam matahari hingga kegelapan malam" (17:78).

Ini adalah waktu Maghrib yang merujuk kepada Awal Malam yang berada di zon Malam. Waktu ini juga orang berpuasa berbuka.

Lantas, waktu solat Isyak adalah dari terbenam matahari hingga kegelapan malam, iaitu di tepi siang yang kedua. Ini adalah Solat Ritual untuk mengabdi kepada ALLAH.    Dalam pengabdian itu ada ritual menyembah ALLAH. Inilah Cara Hidup atau Din yang diredhai ALLAh disisinya.

Dengan pengesahan Qur’an ke atas kitab-kitab terdahulu dalam hal solat.  Ini menunjukan Syariat ini tidak pernah berubah sejak dari zaman nabi Ibrahim lagi. Nabi-nabi solat dengan cara Melutut, berdoa, memohon ampun, memuji-muja ALLAH. Malah di zaman nabi Ibrahim sendiri, telah ada umatnya yang solat berdiri, rukuk dan sujud. 


MUSLIM TIGA WAKTU DI INDONESIA
Seorang kenalan dari Indonesia, mengatakan bahawa.  Suatu ketika dahulu sebelum kedatang wali 9 dari golongan Sunni, Mayoritas Umat Islam Indonesia Dulunya Penganut Islam Tiga Waktu. Satu hal yang sangat penting dalam kaitannya ajaran agama Islam yang masuk ke Indonesia. Islam yang masuk ke Indonesia ada 3 kategori yang berbeda asal dan latar belakangnya.

Pertama adalah Islam yang masuk ke Jawa melalui Walisongo yang berasal dari Asia tenggara terutama dari Champa yang sangat berbeda dari Islam yang dikenal sekarang ini. MUI memaksakan versi Islam yang berbeda dari Islam Walisongo. Islam Walisongo itu juga terpecah dalam berbagai aliran, yang terbesar adalah NU,  Muhammadiah, dan Kejawen. Islam Walisongo juga berpartisipasi membentuk Islam di Sumatra dan Kalimantan dalam bentuk yang berbeda tetapi tetap sumbernya dari Jawa. Kedua adalah Islam yang masuk melalui Aceh yang berasal dari Arab, Pakistant, dan India. Kelompok Islam ini lebih ekstreem, lebih buas, lebih kejam dan lebih jahat. Ketiga adalah Islam yang masuk kewilayah Indonesia bagian Timur, kelompok aliran Islam inilah yang paling  halus, paling manusiawi, paling toleransi yang bisa berakulturasi dengan semua agama2 yang ada sebelumnya.  

Kelompok Islam ini adalah yang dikenal dengan nama ISLAM TIGA WAKTU, karena mereka hanya Solat 3 waktu bukan 5 waktu. Semua umat Islam diwilayah Indonesia bagian Timur, mulai dari Bali hingga ke Papua adalah penganut Islam aliran ini. Namun malapetaka yang tak pernah dicatat dalam sejaran dan dilarang untuk ditulis dalam sejarah, adalah kelompok Islam aliran 3 waktu ini mengalami genocide oleh MUI, sekarang semua penganut Islam 3 waktu ini sudah punah. Orang suku sasak yang sangat terkenal sebagai penduduk aseli yang tinggal sepanjang wilayah Indonesia bagian timur adalah pemeluk Islam tiga waktu yang paling setia. Namun sekarang tidak banyak orang Indonesia yang tahu bahwa pemerintah RI melalui MUI-nya telah lakukan pembantaian massal hingga punahnya pemeluk Islam tiga waktu ini. Dalam penelitian saya, Islam tiga waktu ini sesungguhnya merupakan aliran Islam yang dianut oleh raja2 Mataram yang kemudian terdesak hingga hanya tersisa diwilayah Indonesia bagian Timur.

Besar kemungkinannya, pengiriman komando jihad ke wilayah Indonesia bagian Timur merupakan usaha  pembersihan sisa2 Islam tiga waktu yang akhirnya berakibat konflik dengan umat lainnya seperti Kristen dan  Hindu. Dalam kaitan ini, Islam yang dianut oleh raja2 di Tidore, dan pulau2 sekitarnya termasuk masyarakat Ambon yang beragama Islam juga adalah penganut Islam tiga waktu. Jadi sejak zaman dulu termasuk di zaman Pattimura, tidak dikenal Islam yang kita kenal di Indonesia sekarang ini, karena mereka semua merupakan  penganut Islam tiga waktu. Islam tiga waktu masuk ke Indonesia jauh sebelum masuknya bangsa Belanda dan sebelum masuknya walisongo ke Indonesia dan tidak ada agama Islam lainnya yang dikenal di Indonesia ini. Kisah ini dari pada Muslim binti Muskitawati bersumber dari Goontor.


200 TAHUN KEMUDIAN
Dan…. Selepas 200 tahun barulah ada hadis-hadis buatan manusia yang mengatakan kewujudan 4 nama solat dan 4 waktu yang sudah pastinya amat ganjil dan tidak selari dengan Qur’an. Nama-nama solat ini dicatatkan dalam hadis-hadis yang kononnya dari Nabi. Solat Subuh pada waktu Subuh, Solat Zohor pada waktu tengahri, Solat Asar pada waktu petang, Solat Maghrib pada waktu Ghurub atau Maghrib/Senja. Tetapi, peliknya hanya SOLAT ISYAK yang tidak diubah namanya.  Maka hari ini, golongan Sunni bersolat 5 solat itu dalam 5 waktu.  Manakala, golongan Syiah bersolat 5 solat dalam tiga waktu.

Malah, sumber dan asal usul solat ini pula dicedok dari peristiwa Mihraj yang sangat serupa dengan kisah-kisah ajaib agama Majusi/ Zoroster dan Hindu. Malah solat 5 waktu sehari semalam tidak berbeza dengan ajaran agama yahudi, Majusi dan Hindu lama.  

Sama ada dari hadis atau bukan, Cerita-cerita ini amat bertentangan dengan Al-Qur’an. Dan tidak mungkin mampu mengubah Syariat ALLAH yang jelas dalam Al-Qur’an.

ALLAH S.W.T Berfirman :

"Kamilah yang turunkan Peringatan (Ad-Zikri), dan Kamilah yang menjaganya.."
[ Q.S. Al Hijr 15 : 9 ]

 "Atas Kamilah untuk mengumpulkannya, dan untuk membacakannya.  Maka, apabila Kami membacanya, kamu ikutlah bacaannya. Kemudian atas Kamilah untuk menjelaskannya."
[ Q.S. Al-Qiyamah 75 : 17,18, 19 ]

"Orang-orang tidak percaya kepada Peringatan apabila ia datang kepada mereka - dan sesungguhnya ia adalah Kitab yang perkasa. Kepalsuan tidak datang kepadanya dari hadapannya, dan tidak juga dari belakangnya; satu penurunan daripada yang Bijaksana, Terpuji."
[ Q.S. Fushshilat 41 : 41-42 ].

"Telah sempurna kata-kata Pemelihara kamu dalam kebenaran dan keadilan; tiada yang boleh tukar kata-kata-Nya; Dia Yang Mendengar, Yang Mengetahui.”
[Q.S. 6:115]


SOLAT 3 WAKTU DIPERTIKAI
Satu golongan kecil telah timbul mempertikaikan solat tiga kali sehari. Mereka menyatakan solat adalah dua kali sehari. Pedapat mereka berdasarkan ayat 11:114 juga.

"Dan lakukan solat pada dua tepi siang, dan awal malam"

Akan tetapi mereka mengertikan ayat itu seperti yang berikut:

"Dan lakukan solat pada dua tepi siang iaitu yang dekat dengan malam"

Mereka mengertikan frasa "wa zulafan minal laili" sebagai "iaitu yang dekat dengan malam". Bagi penulis frasa itu bermakna - wa (dan) zulafan (dekat/yang dekat) minal (daripada, bukan "kepada") laili (malam).

Justeru, bagi penulis frasa "yang dekat daripada malam" bermaksud "awal malam".

Untuk meringkaskan penolakan pada pendapat yang menyatakan solat adalah dua kali sehari, diturunkan sebab-sebab atau persoalan-persoalan berikut:

1.  Frasa "zulafan minal laili" pada ayat tersebut bermakna (menurut *Lexicon) "a portion of the first part of the night, whether small or large". Begitu juga dengan beberapa penterjemah al-Qur'an yang lain yang menterjemahkannya seperti Bacaan, iaitu "dan awal malam" bukan "dekat dengan malam" seperti yang diertikan oleh pihak tersebut.

2.  Adakah terdapat tepi-tepi siang yang lain sehingga Tuhan menegaskan 2 tepi siang yang dekat dengan malam itu?

3.  Tepi siang yang kedua ialah dari terbenam matahari hingga ke malam ("lail"), sementara yang pertama adalah dekat dengan fajar, bukan lail. Andaikata fajar itu tepi siang yang pertama maka ia adalah dekat dengan subuh, bukan lail juga.

4.  Maka solat Isyak "mereka" adalah pada waktu matahari terbenam hingga malam (gelap). Menurut ayat 24:58 pula, selepas waktu Isyak adalah waktu aurat (penelanjangan). Adakah waktu mengunci pintu bilik tidur itu begitu awal, kira-kira pukul 8.00 malam? Dan,

5.  Waktu berbuka puasa adalah malam, atau gelap, iaitu selepas matahari terbenam. Maka waktu berbuka puasa bagi orang yang bersalat 2 kali sehari adalah pada waktu aurat (penelanjangan).

Kerana persoalan-persoalan seperti inilah maka penulis agak keberatan untuk menerima pendapat yang menyatakan solat adalah 2 kali sehari.


Sekian,
ALLAH DISANJUNG