The Alien - Link Select

Rabu, 18 Ogos 2010

ISLAM

Islam itu umpama sebiji kelapa, di luar ada kulitnya, kemudian disusuli sabutnya, kemudian tempurungnya dan akhirnya adalah isinya... begitulah Islam itu bertahap... iaitu Syariat, Tareqat, Hakikat dan Ma'rifat... semua ini boleh kita fahami dalam Tasawuf. Tasawuf merupakan ilmu halus yang sangat tinggi dan tidak bisa dengan mudah dipelajari. Tasawuf bukan ilmu hapalan yang dipelajari dengan otak akan tetapi merupakan ilmu praktek dan merupakan teknologi Al-Qur’an yang Maha Dahsyat. Hasil pengamalan tasawuf akan melahirkan manusia-manusia berkualitas tinggi, tidak pernah lepas sedetikpun hubungan dengan Allah sebagai sumber kebaikan. Salah satu tujuan Allah mengutus para nabi adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Para nabi bukan sekedar menyampaikan firman Allah, akan tetapi juga berfungsi sebagai pembawa wasilah (wasilah carrier) sebagai media penyambung antara manusia dengan Tuhan. Nabi adalah teknolog Al Qur’an yang mengerti bagaimana menyalurkan power maha dahsyat menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat untuk manusia. Kemampuan nabi Musa membelah laut, kehebatan Nabi Isa menghidupkan orang mati dan menyembuhkan segala jenis penyakit dan kehebatan Nabi Muhammad SAW membelah bulan bukan terjadi dengan serta merta. Mereka diajarkan oleh Allah teknologi Maha Dahsyat, teknologi metafisika dan siapapun menggunakan teknologi yang sama maka hasilnya pasti akan sama.

Kalau kita perhatikan bagaimana hebatnya teknologi fisika. Air yang tenang bisa diubah menjadi listrik lewat teknologi turbin. Air dipanaskan menjadi uap mampu menggerakkan gerbong kereta api yang beratnya ratusan ton. Air juga bisa mendongkrak mobil yang dengan memakai ujung jari tentu saja lewat teknologi hidrolika. Air juga apabila di pisahkan inti atomnya akan terjadi ledakan sangat hebat, menjadi sebuah bom yang daya rusaknya luar biasa. Air sifat dasarnya memadamkan api bisa berubah menjadi bahan bakar yang hebat. Masih banyak teknologi lain yang hebat hasil penemuan manusia.

Berbicara tentang teknologi al-Qur’an, alam metafisika tentu hasilnya berpuluh, beratus bahkan berjuta kali lebih hebat dari teknologi fisika. Sampai saat ini belum ada teknologi yang mampu membelah laut seperti yang dilakukan oleh nabi Musa atau menghidupkan orang mati. Teknologi fisika akan selalu tertinggal jauh oleh teknologi metafisika.

Menyadari potensi yang sangat hebat terkandung dalam al-Qur’an maka para kaum orientalis berusaha memisahkan ummat Islam dengan teknologi Al-Qur’an. Al-Qur’an hanya untuk di baca dan dilombakan, dialun-alunkan dengan suara merdu. Ilmu untuk mengeluarkan power Al-qur’an itu tidak lain adalah Tarekatullah dibawah bimbingan Mursyid Kamil Mukamil, yang ahli di bidangnya, ahli tentang teknologi Al Qur’an.

Kalau Mursyidnya tidak ahli dan tidak mendapat izin dari guru-guru sebelumnya, tidak mempunyai silsilah bersambung kepada Rasulullah SAW maka Tarekat hanyalah sebuah praktek zikir kosong tanpa power. Sudah sekian lama tarekat dikucilkan, tasawuf didebatkan terus menerus bahkan dengan tanpa rasa bersalah memasukkan tasawuf sebagai ajaran di luar Islam, sungguh sangat menyedihkan.

Sangat berbahaya mendalami tarekat kalau Gurunya tidak mendapat izin dari Allah. Ibarat pilot pesawat tanpa izin terbang dan tidak mempunyai sama sekali pengalaman terbang tentu sangat berbahaya, bukan rahmat kita dapat tapi malah celaka.

Orientalis dengan sekuat tenaga berusaha agar ummat Islam berpandangan buruk terhadap tasawuf dengan menciptakan tarekat-tarekat palsu. Tarekat palsu tersebut kemudian disebarkan keseluruh dunia dengan tujuan untuk menjelekkan tarekat. Ajaran-ajaran yang menyimpang dari nilai-nilai Al-Qur’an dan hadist sehingga dengan mudah kalangan yang selama ini miring melihat tarekat mendapat angin segar.

Pilihlah Gurumu yang kamil mukamil khalis mukhlisin, yang dicerdikkan Tuhan, tidak setengah kasih akan dunia, kuat berpegang teguh kepada Tali Allah dan tentu saja mempunyai silsilah sebagai tanda sah ilmu yang diajarkannya.

Tasawuf bukan ilmu hapalan, bukan pula ilmu yang dipelajari lewat membaca. Tasawuf adalah ilmu rasa dan rasa itu datang dari Allah SWT atas ikhtiar sungguh2 dari sang murid. Sebagai contoh, kalau hanya sekedar dibaca, letak maqam yang 7 tempat bisa dibaca dalam satu malam bahkan seluruh kaji dalam suluk selesai dipelajari dalam 1 malam. Pertanyaannya apakah bisa “duduk” amalan tersebut dalam satu malam? Jawabannya tidak, membutuhkan waktu bertahun-tahun baru bisa amalan tersebut melekat dalam diri kita. Mungkin kita telah berulang kali suluk, kalau masih ada unsur sombong dalam diri, berarti belum sempurna maqam ke-5, begitu juga kalau masih suka memperturutkan hawa nafsu berarti suluk kita masih belum benar. Mungkin banyak tarekat yang menulis tentang amalan dari awal suluk sampai selesai. Tapi Guru saya sangat melarang karena amalan itu datang dulu baru dijelaskan. Sebagai kiasan, seorang anak lahir dulu kedunia baru diberi nama.

Beliau mengatakan biarlah amalan berupa karunia dari Allah datang dengan sendirinya. Lebih baik karunia itu datang tanpa mengetahui namanya dari pada menghapal nama tapi tidak pernah merasakan karunia.

Kita wajib berterima kasih kepada Almarhum Prof. Dr. Kadirun Yahya MA M.Sc Mursyid Tarekat Naqsyabandi atas jasa Beliau yang mampu menjelaskan ilmu tasawuf lewat ilmu eksakta (fisika klasik) sehingga tidak bisa dibantah sama sekali oleh siapapun. Ilmu tarekat selama ini dianggap kolot dan ketinggalan zaman ternyata merupakan ilmu yang sangat hebat tiada tanding menjadi senjata ampuh ummat Islam diseluruh dunia. Beliau juga yang pertama kali mempopulerkan istilah Teknologi Al-Qur’an. Kalau Imam Al-Ghazali berjasa mendamaikan tasawuf dengan syariat dan menyatukan keduanya lewat ilmu sosial maka Prof. Dr. Kadirun Yahya MA M.Sc berhasil mendamaikan lewat ilmu metafisika eksakta.

Akhirnya, kita semua berharap bisa berjumpa dengan Guru Mursyid Kamil Mukamil Khalis Mukhlisin yang bisa mengajarkan kita tentang Teknologi Al-qur’an sehingga bisa kita salurkan kepada keluarga, kampung, Negara bahkan seluruh jagad raya ini sebagai bukti bahwa Islam Mulia Raya adalah Agama yang membawa Rahmatan Lil Alamin

SILSILAH TAREQAT NAQSYABANDIAH

SILSILAH PEWARIS NAQSYABNADI
Silsilah Penerus Keguruan Tarekat Naqsyabandi ini.

ALLAH SWT

Malaikat Jibril a.s

Rasulullah Nabi Muhammad SAW


1.Abu Bakar as-Siddiq. radiya l-Lahu ’anh

2.Salman al-Farisi. radiya l-Lahu ‘anh

3.Qosim ibn Muhammad ibn Abu Bakar as-Siddiq. radiya l-Lahu ‘anh

4.Imam Ja’far as-Sadiq. radiya l-Lahu ‘anh

5.Syaikh Abu Yazid Thaifur al-Bustami. Qaddasa i-Lahu sirra. (Q..S)

6.Syaikh Abu Hasan Ali al-Kharqani. (Q.S)

7.Syaikh Abu Ali al-Fadlal ibn Muhammad ath-Thusi al-Farmadhi. (Q.S)

8.Syaikh Abu Ya’qub Yusup al-Hamadani ibn Ayyub ibn yusup ibn al-Husain. (Q.S)

9.Syaikh Abdul Khaliq al-Gujdawani ibn Imam Abdul Jamil ibn-ibn-ibn Malik ibn Anas. (Q.S)

10.Syaikh Arif ar-Riwiqari. (Q.S)

11.Syaikh Mahmud al-Anjir Faqwani. (Q.S)

12.Syaikh Azizan Ali ar-Ramitani. (Q.S)

13.Syaikh Muhammad Baba al-Samasi. (Q.S)

14.Syaikh Sayyid Amir Kulali bin Sayid Hamzah. (Q.S)

15.Syaikh Muhammad Baha’ al-Din al-Naqsyabandi ibn Muhammad as-Syariful Husaini a-Hasani al-Bukhari. (Q.S)

16.Syaikh Muhammad ‘ala-Uddin Bukhari al-Aththar Khawarizmi. (Q.S)

17.Syaikh Ya’qub al-Charkhi. (Q.S)

18.Syaikh Nasiruddin Ubaidullah al-Ahrar as-Samarqandi. (Q.S)

19.Syaikh Muhammad az-Zahid. (Q.S)

20.Syaikh Darwish Muhammad. (Q.S)

21.Syaikh Muhammad Khawajiki al-Amkani ibn Darwish Muhammad. (Q.S)

22.Syaikh Muhammad Muayyi al-Din al-Bagi’ Billah. (Q.S)

23.Syaikh Ahmad al-Faruqi Sirhindi. (Q.S)

24.Syaikh Muhammad al-Ma’sum ibn Muhammad al-Faruqi. (Q.S)

25.Syaikh Muhammad Syaifuddin ibn Muhammad al-Ma’sum ibn Muhammad al-Faruqi. (Q.S)

26.Syaikh Sayyid Nur Muhammad al-Badawani. (Q.S)

27.Syaikh Syamsuddin Habibullah Jani janna Muzhiru al-Alawi. (Q.S)

28.Syaikh Abdullah ad-Dahlawi a-alawi. (Q.S)

29.syaikh Dhiyauddin Khalid Usmani al-Kurdi al-Baqdadi. (Q.S)

30.Syaikh Abdullah Affandi. (Q.S)

31.Syaikh Sulaiman al-Qarimi. (Q.S)

32.Syaikh Sulaiman Zuhdi. (Q.S)

33.Saidi Syaikh Ali Ridho. (Q.S)

34.Saidi Syaikh Muhammad Hasyim al-Khalidi. (Q.S)

35.Saidi Syaikh Khadirun Yahya Muhammad Amin, Msc. (Q.S)

36.Saidi Syaikh Muhammad Syukur Der Moga Barita Raja. (Q.S)

JANGAN MENGELUH YA SAYANG...

Kita selalu Bertanya dan Al-Quran
sudah menjawabnya SEJAK 1400 TAHUN YANG SILAM...


KITA BERTANYA : KENAPA AKU DIUJI?

QURAN MENJAWAB
"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan
saja mengatakan; "Kami telah beriman," ("I am full of
faith to Allah") sedangkan mereka tidak diuji? Dan
sesungguhnya Kami telah menguji org2 yg sebelum
mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg
benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui
org2 yg dusta."
-Surah Al-Ankabut ayat 2-3


KITA BERTANYA : KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU
IDAM-IDAMKAN?

QURAN MENJAWAB
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat
baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai
sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah
mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."
- Surah Al-Baqarah ayat 216


KITA BERTANYA : KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

QURAN MENJAWAB
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai
dengan kesanggupannya. "
- Surah Al-Baqarah ayat 286

KITA BERTANYA : KENAPA RASA FRUST?

QURAN MENJAWAB
"Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu
bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi
darjatnya, jika kamu org2 yg beriman."
- Surah Al-Imran ayat 139

KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

QURAN MENJAWAB
"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu
(menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan
perkara-perkara yang berkebajikan) , dan kuatkanlah
kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di
medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan
pertahanan di daerah-daerah
sempadan) serta bertaqwalah (be fearfull of Allah The
Almighty) kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya
(mencapai kemenangan). "


KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

QURAN MENJAWAB
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan
sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya
sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada
orang-orang yang khusyuk"
- Surah Al-Baqarah ayat 45


KITA BERTANYA : APA YANG AKU DAPAT DRPD SEMUA INI?

QURAN MENJAWAB
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari org2 mu'min,
diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk
mereka... ?
- Surah At-Taubah ayat 111


KITA BERTANYA : KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

QURAN MENJAWAB
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari
Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal. "
- Surah At-Taubah ayat 129


KITA BERKATA : AKU TAK DAPAT TAHAN!!!

QURAN MENJAWAB
"... ..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah.
Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah
melainkan kaum yg kafir."
- Surah Yusuf ayat 12


Nah... ingatlah semua itu...

KISAH LUCU ORANG DAH KAHWIN...

Awal Kawin
isteri : bang nak duit sikit
suami : ambik la..kan duit ayang juga

Pertengahan Kawin
isteri : bang nak duit sikit..
suami : ayang lum gaji lagi ker ?

Hujung2 Nyawa....
isteri : bang nak duit sikit...
suami : nak buat apa,nak beli apa,ka n hari tu dah bagi (tahun lepas), nak beli mas la tuuuu....!! lain tak de mas...mas... mas...




Awal Perkahwinan
Isteri : "Jom kita pergi shopping"
Suami : "Jom..dari duduk rumah, bosan plak.."

Pertengahan Perkahwinan
Isteri : "Jom kita pergi shopping"
Suami : "Abang penat laaa..Ayang pergi sendiri laaa..naik lrt ke..drive
ke..teksi ke.."

Penghujung perkahwinan
Isteri : "Jom kita pergi shopping"
Suami : "apa shopping moping..?..aku kompang kang...."




Awal Perkahwinan
Isteri : "Hari ini kita makan kedai ye.."
Suami : "OK..no problem.."

Pertengahan Perkahwinan
Isteri : "Hari ini kita makan kedai ye.."
Suami : "Awak tak boleh masak ke ?"

Penghujung perkahwinan
Isteri : "Hari ini kita makan kedai ye.."
Suami : "awak nikah je lah ngan mamak kedai tu..."




Awal Perkahwinan
Isteri : "Ayang mengandung.."
Suami : "Abang tak sabar nak lihat anak kita.."

Pertengahan Perkahwinan
Isteri : "Abang tolong buat susu anak.."
Suami : "Abang mengantuk laa..ayang buat laaa.."

Penghujung perkahwinan
Isteri : "Cuba awak tegur anak tu sikit.."
Suami : "Haiii..anak awak..memang ikut mak...gerenti bengong nyer..."




Awal Perkahwinan
Isteri : "Ayang masak, abang kemas rumah ye.."
Suami : "OK..no problem.."

Pertengahan Perkahwinan
Isteri : "Ayang masak, abang kemas rumah ye.."
Suami : "Saya penat, awak ajelahh yang buat.."

Penghujung perkahwinan
Isteri : "Ayang masak, abang kemas rumah ye.."
Suami : " apa kata awak masak, awak kemas, awak buat sumer...saya sibuk nak baca suratkabar ni, nak amik tau perkembangan dunia..."





Awal Perkahwinan
Isteri : "Sempena hari jadi saya, abang nak hadiahkan apa ?"
Suami : "Apa yang ayang inginkan.."

Pertengahan Perkahwinan
Isteri : "Sempena hari jadi saya, abang nak hadiahkan apa ?"
Suami : "Setiap tahun saya berikan...tak cukup lagi ke ?"

Penghujung perkahwinan
Isteri : "Sempena hari jadi saya, abang nak hadiahkan apa ?"
Suami : "bukan harijadi awak dah lepas ke?"...



Awal Perkahwinan
Isteri : "Ayang tak pandai masak.."
Suami : "takpe, biar abang masak.."

Pertengahan Perkahwinan
Isteri : "Ayang tak pandai masak.."
Suami : "masak jer la apa2 jer.."

Penghujung perkahwinan
Isteri : "Ayang tak pandai masak.."
Suami : " bakar je lar dapur tu..."...

Selasa, 17 Ogos 2010

HAKIKAT TAUBAT


Sahabat sekalian, jika jauh di dalam qalbu anda sudah ada ada kebutuhan untuk mencari Allah, ingin tenteram, ingin mengetahui agama lebih baik, atau gelisah mencari kesejatian, maka ketahuilah bahwa Allah masih berkenan memanggil anda untuk bertaubat.
Taubat sesungguhnya merupakan panggilan Allah. Manusia sama sekali tidak bisa membuat dirinya sendiri ingin bertaubat. Allah sendirilah yang menumbuhkan keinginan bertaubat di dalam kalbu anda.
Sebagaimana firman-Nya:
“Kemudian Tuhan memilihnya, maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.” (QS 20:122)
“Barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. Dan kamu tidak akan mempu menempuh jalan itu kecuali bila dikehendaki Allah.” (QS. 76:29-30)
“…Bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat mengendaki (menenempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. 81: 28-29)

Keinginan Taubat
Keinginan taubat itu timbul karena dipilih-Nya. Maka dari itu, jika sekarang dalam hati anda mulai tumbuh kegelisahan makna hidup, atau keinginan kembali kepada-Nya, mulai timbul keinginan akan ketentraman bersama-Nya, mulai ingin mencari jalan-jalan yang mendekatkan diri kita kepada-Nya, Itu adalah panggilan-Nya. Maka sambutlah panggilan-Nya itu.

Jika kemudian mulai tumbuh perilaku kita yang ‘mencari jejak-Nya’, seperti mencari-cari pengajian yang baik, mencari-cari bahan di internet, mulai mencari-cari buku tentang Tuhan dan agama, maka syukurilah. Ini berarti bahwa Dia masih mengingat anda. Dia masih memanggil anda untuk mendekat, untuk pulang kepada-Nya. Dia masih menghendaki anda kembali kepada-Nya. Allah sendirilah yang menumbuhkan keinginan ini dalam hati anda.
Oleh karena itu, janganlah kita sia-siakan kesempatan ini. Jangan abaikan panggilan-Nya ini. Jangan sampai dia merasa panggilan-Nya kita abaikan. Karena sebagaimana kita pun, jika orang yang kita harapkan terus mengabaikan kita, lama-kelamaan kita pun akan melupakan orang itu. Camkanlah, bahwa tidak setiap orang akan dipanggil-Nya. Tidak setiap orang terpilih untuk ditaubatkan-Nya. Sangat sedikit orang yang ditumbuhkan keinginan untuk mulai mencari Allah di dalam hatinya.
Perhatikanlah, bahwa amat banyak orang mencari pengajian dengan niat mencari kawan, mencari kelompok, mencari pengakuan orang lain sebagai ‘orang pengajian’, mencari ketentraman sesaat, meniti karir di partai politik, mencari hapalan dan pengetahuan ayat, mencari bahan diskusi, dan sebagainya. Sangat sedikit, sekali lagi sangat sedikit, orang yang benar-benar mencari pemahaman akan hakikat hidup maupun kesejatian (Al-Haqq).
Jika kita tidak mau bertaubat, tidak mengindahkan panggilan-Nya itu, maka kita termasuk orang yang zalim. Definisi ‘zalim’, menurut Al-Qur’an, adalah tidak mau bertaubat.
“Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. 49:11)
Jika panggilan-Nya ini kita abaikan, maka kita akan semakin berputar-putar saja di dunia ini, dan kalbu kita akan semakin buta saja. Oleh karena itu, akan semakin susah sajalah kita memperoleh petunjuk-Nya, ketika kalbu kita menjadi buta.
“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS 20:124)
“Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah qalb-qalb (quluubun) yang ada di dalam dada.” (QS 22:46)

Apakah ‘Taubat’ ?
Apakah ‘taubat’ itu? Taubat bukanlah istighfar. Hanya semata mengucapkan ‘astaghfirullah’, walaupun seribu kali, bukanlah taubat. Sebagaimana qur’an mengatakan,
“Karena itu beristighfarlah kepada-Nya, kemudian bertaubatlah kepada-Nya” (QS. 11:61).
Maka, dari ayat di atas, jelas nampak bahwa Istighfar dan taubat adalah dua hal yang berbeda.
Kata ‘taubat’ berasal dari kata ‘taaba’, artinya ‘kembali’. Taubat adalah sebuah ‘keinginan’, kegandrungan, kebutuhan akan Allah, maupun segala yang dapat membuat kita lebih mengenal-Nya. Oleh karena itu, landasan taubat adalah mencari Allah, mencari kesejatian, mencari hakikat kehidupan ini. Orang bisa saja mengucap istighfar ribuan kali sehari, tapi sama sekali tidak bertaubat.
Orang bisa zikir ribuan kali, dengan niat supaya cerdas, supaya sakti, supaya bisa mengobati, supaya karir bagus, supaya lulus ujian, macam-macam. Rajin shalat malam, supaya berwajah cerah dan cantik. Rajin puasa, supaya sehat, supaya tidak gemuk. Di mana Allahnya? Mungkin Allah kita tempatkan nomor dua atau tiga.
Maka dari itu, pertama sekali, kita murnikan niat kita dahulu. Kita niatkan semuanya hanya untuk kembali kepada-Nya (taubat), supaya semakin diberi-Nya petunjuk bagaimana taubat yang benar itu. Supaya diajari-Nya hakikat kehidupan ini.
Junjungan kita Rasulullah Muhammad Saw mengucapkan do’a berikut ini, yang dibaca setiap kali Beliau selesai berwudhu:
“Allahummaj’alni minat-tawwabiin, waj ‘alni minal muthahhiriin.”
“Ya Allah, jadikan hamba termasuk ke dalam ‘At-Tawwabiin’ (mereka yang bertaubat), dan jadikan hamba termasuk ke dalam ‘Al-Muthahhiriin’ (mereka yang disucikan).”
Bahkan Rasulullah Saw pun masih memohon kepada Allah untuk dimasukkan ke dalam golongan orang yang bertaubat. Bukankah Rasulullah telah suci, bebas dosa, dan telah dijamin surga oleh Allah ta’ala?

Makna ‘Zalim’
Jika kita tidak kembali kepada Allah (taubat), maka termasuk ke dalam golongan orang-orang yang zalim. Definisi ‘zalim’, menurut Al-Qur’an, adalah tidak mau bertaubat.
“Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. 49:11)
Padahal, Allah tidak akan pernah memberikan petunjuk-Nya kepada orang-orang yang zalim. Ketegasan-Nya ini diulang berkali-kali dalam Al-Qur’an, sebagai peringatan supaya kita benar-benar memperhatikan hal ini.
“Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (2:258)”
“Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (5:151)
Demikian pula kalimat yang sama bisa kita temukan pada Q.S. 6:144, 9:19, 9:109, dan 28:50.
Maka dari itu, jika kita tidak bertaubat, tidak berusaha kembali kepadaNya, maka kita akan semakin sesat saja. Bahkan hal ini ditegaskanNya bahwa ia akan menyesatkan mereka yang zalim.
“Dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim (14:27).”
Jika kita tidak bertaubat, kembali pada Allah, maka sudah barang tentu akan semakin jauh saja kita dari petunjuk-Nya. Hidup kita pun dengan sendirinya akan terlempar-lempar dari satu masalah ke masalah yang lainnya saja, jauh dari petunjuk-Nya.

Implikasi Ke’Mahapengampun’an Allah
Kita mengetahui bahwa Allah Maha Pengampun. Tapi, Maha Pengampun terhadap siapa?
“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shaleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS. 20:82).
Allah Maha Pengampun pada yang bertaubat (saja). Jika kita bertaubat, kembali kepada-Nya, maka barulah asma ‘Maha Pengampun’ ada implikasinya terhadap kita. Jika kita misalnya dikenal sebagai orang yang pemaaf, tentu sifat pemaaf kita tidak ada implikasinya terhadap orang yang tidak kita kenal. Jadi, kepemaafan kita berlaku pada orang tertentu saja, tidak dengan sendirinya pada semua orang.
Demikian pula Allah. Dia Maha Pengampun (hanya) kepada mereka yang bertaubat. Kepada yang tidak bertaubat, walaupun dia dikenal dengan Maha Pengampun, tentunya tidak ada hubungannya. Ke-Maha Pengampunan-Nya tidak ada implikasinya sama sekali kepada mereka yang tidak bertaubat, kepada mereka yang tidak berusaha kembali kepada-Nya.
Jika kita hanya istighfar saja, maka belum tentu Allah Maha Pengampun kepada kita. Tapi jika kita bertaubat, kemudian memperbaiki diri, maka Allah Maha Pengampun kepada kita. Taubat –harus– diikuti dengan memperbaiki diri, supaya taubat kita diterima oleh-Nya.
Demikianlah yang kita lihat pada ayat-ayat berikut ini:
“Maka barangsiapa bertaubat sesudah melakukan kejahatan dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. 5:39)
“Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 24:5)
“Barangsiapa yang berbuat kejahatan diantara kamu karena kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 6:54)

Jalaluddin Rumi tentang Taubat
Sebagai penutup tulisan tentang taubat, mari kita hayati penggalan puisi hasil fana Jalaluddin Rumi di bawah ini:
Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,
maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.
Begitulah caranya!
Jika engkau hanya mampu merangkak,
maka merangkaklah kepada-Nya!
Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,
maka tetaplah persembahkan doamu
yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;
karena Tuhan, dengan rahmat-Nya
akan tetap menerima mata uang palsumu!
Jika engkau masih mempunyai
seratus keraguan mengenai Tuhan,
maka kurangilah
menjadi sembilan puluh sembilan saja.
Begitulah caranya!
Wahai pejalan!
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,
ayolah datang, dan datanglah lagi!
Karena Tuhan telah berfirman:
“Ketika engkau melambung ke angkasa
ataupun terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah kepada-Ku,
karena Aku-lah jalan itu.”
Wallahu ‘alam, Semoga bermanfaat.

PROPAGANDA YAHUDI ZIONIS

Kecairan Wang Negara Sekarang Bukan Terletak Di Bank-bank Perdagangan Tetapi Sebaliknya Terletak Di Pasaraya-pasaraya Besar Yang Kebanyakannya Dimiliki Oleh Orang-orang YAHUDI!"

Kehebatan dan kebijaksanaan Yahudi

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kata-katanya ini adalah bertepatan dengan hadis Rasullulah:

"Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu.. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikutnya dalam perkara-perkara kecil."


Antara ' barangan mereka ' yang telah dijadikan ikutan oleh kebanyakan dari kita.



1. Kita diajar dalam buku biologi, buku pemakanan (kajian dan terbitan para kafir ni) bahawa kalau nak dapat vitamin B dan kalau nak tambah darah kita kena makan hati haiwan dan hati ayam. tetapi sebenarnya Nabi kita tidak menggalakkan pemakanan organ dalaman. Nak ikut kafir ke nak ikut nabi kita? Sebenarnya makan hati ayam dapat melembabkan otak kita sbb hati merupakan organ dimana semua toksin akan dikumpulkan dan dineutralkan. so kepekatan toksin adalah tinggi di hati ayam. makanlah kita toksin tersebut serta bengaplah otak kita umat Islam sebab percaya buku sains keluaran kafir ini.

2. Kita diajar dalam sains bahawa kopi tidak bagus untuk kesihatan. Namun sebenarnya kopi adalah antara minuman kegemaran Nabi kita selain susu dan madu. Cuba tengok Yahudi, mereka minum kopi, Starbuck. Profesor di UK yang Yahudi semua ada segelas kopi dit tangan mereka.

3. Kita diajar memakan kambing tinggi kolesterol, namun kambing juga adalah makanan Nabi kita. Seolah-olah buku sains ni nak merendahkan pemakanan Nabi kita. Sebenarnya daging kambing adalah daging paling kurang kolesterol.


4. Kita diajar bahawa makan McDonalds adalah bagus, namun sebenarnya McDonalds adalah makanan yang sangat tinggi MSG dan kolesterolnya dan paling banyak lemak tepu trans.

5. Para kafir ni juga menggalakkan kita minum dan makan makanan yang langsung tak berkhasiat , contohnya coke dan maggi . Coke tu sangatlah beracun, pastu sangat tidak bagus untuk kesihatan (gula tinggi, berasid, pH dalam lingkungan 3.5, ada racun tersembunyi) . Dan para Melayu kita juga yang ketagih minum.

6 . Untuk pengetahuan, para kafir agen dajjal ni gak mengwar-warkan kebaikan minum soya (sebab USA merupakan pengeluar soya terbesar), namun sebenarnya soya dapat melemahkan kejantanan lelaki dan mengurangkan kesuburan lelaki dan perempuan. selain itu juga soya dapat meningkatkan risiko kanser payudara, kanser ovari, kanser prostat, serta melemahkan otak dan tulang sbb dalam soya ada hormon estrogen yang sama dgn estrogen kat wanita. pastu soya ada phytic acd yang membuatkan penyerapan kalsium, magnesium dan zinc yang penting untuk badan kita terjejas.

Oleh itu mari kita cari sesuatu yang halal dan terbaik untuk diri kita, bangsa dan agama kita.....

AANG THE LAST AIRBENDER



Menonton Aang dalam versi realiti memang menyeronokan... sama seperti menonton sirinya setiap jumaat... heheheh... tontonlah...anda tidak akan kecewa dengan efeknya...