The Alien - Link Select

Ahad, 23 Mac 2014

MUSLIM BROTHERHOOD???


ALLAH S.W.T
Berfirman :
"Sesungguhnya mukmin itu bersaudara"
(Qur’an Surah al-Hujuraat : 10)


RASULULLAH NABI MUHAMMAD S.A.W
Bersabda :
"Tidak beriman seorang muslim itu sehingga dia mencintai saudaranya
sepertimana dia mencintai buat dirinya"
(H.R.S : Imam Bukhari Rahm. Alaih.)

“KASIHI Saudara seagama mu kerana ALLAH S.W.T.  Nescaya Allah dan Rasul-Nya pasti mengasihimu.”
IMAM MUHAMMAD JIBRIL AL-KHAIR B.A




LAMBANG PERSAUDARAAN ISLAM.. THE MUSLIM BROTHERHOOD...   JOM SERTAI!



MUKMIN ITU BERSAUDARA
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda: ‘Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya’. (HR. Muslim,)

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ }الحجرات10

"Sesungguhnya mukmin itu bersaudara" (Surah al-Hujuraat:ayat 10)
"Tidak beriman seorang muslim itu sehingga dia mencintai saudaranya
sepertimana dia mencintai buat dirinya" (Hadis Riwayat al-Bukhari)
Bagi mereka yang mempelajari kedua-dua ayat dan hadis di atas, apa yang
difahami ialah semua mukmin itu bersaudara dan juga ia menerangkan tentang
tanggungjawab seorang Muslim kepada saudaranya yang lain. Selain daripada
kedua-dua ayat dah hadis di atas, berdozen lagi dalil-dalil yang menunjukkan
kewajipan seseorang Muslim mencintai, mengambil berat, membantu, bersikap
peduli dan juga mengasihi saudara seagamanya. Perkataan "ukhuwah" yang bermakna "persaudaraan" seriang dijadikan tema untuk persaudaraan ikhlas yang bertunjangkan iman dan takwa ini.Kisah-kisah para sahabat yang berkorban dan berjuang untuk para sahabat masing-masing menjadikan contoh teladan kepada generasi Muslim zaman moden.

UKHUWAH ISLAMIYAH
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Janganlah saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling memutuskan hubungan dan janganlah sebagian kamu menyerobot transaksi sebagian yang lain, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu saudara muslim yang lain, tidak boleh menzhaliminya, membiarkannya (tidak memberikan pertolongan kepadanya), mendustainya dan tidak boleh menghinakannya. Taqwa itu berada di sini, beliau menunjuk dadanya tiga kali. Cukuplah seorang (muslim) dianggap (melakukan) kejahatan karena melecehkan saudara muslimnya. Setiap muslim atas muslim lain haram darahnya, hartanya dan kehormatannya". (HR. Muslim dan Ibnu Majah)
Hadits di atas mengajarkan kepada kita sebagian syarat-syarat ukhuwah Islamiyah yang harus dipenuhi oleh setiap muslim, di antaranya:
Larangan Saling Mendengki
"Dan janganlah kalian saling mendengki".
Berkata Ibnu Rajab Al-Hambali dalam kitabnya Jami'ul Ulum wal Hikam: "Tidak boleh saling mendengki sebagian kalian terhadap sebagian yang lain. Dengki yaitu perasaan tidak suka kalau ada orang lain mengunggulinya dalam salah satu keutamaan yang dimilikinya".
Asy-Syaikh Al-'Allamah Muhammad Hayat As-Sindi berkata dalam kitabnya Syarh Arba'in Nawawiyah: "Tidak boleh sebagi an di antara kamu mengharapkan lenyapnya kenikmatan dari sebagian yang lain, karena perbuatan itu akan menjadikannya ingkar terhadap Allah, yaitu terhadap apa-apa yang telah Allah bagi dan tentukan dengan hikmah dan ketentuanNya. Dengki itu dapat menyebarkan permusuhan, ghibah dan namimah. Orang yang suka mendengki itu hatinya selalu sedih dan gundah, sebab dia akan selalu tersiksa oleh perbuatannya setiap kali melihat orang yang didengkinya mendapat kenikmatan."
Larangan Saling Menipu
"Janganlah saling menipu."
Ibnu Rajab Al-Hambali dalam kitabnya Jami'ul Ulum wal Hikam berkata: "Banyak sekali ulama yang menafsirkan kata'an-najsy' di sini dengan arti meninggikan penawaran harga barang yang dilakukan oleh orang yang tidak akan membelinya, mungkin untuk memberikan manfaat bagi penjual dengan adanya tambahan harga, atau untuk mencelakakan pem beli dengan meninggikan harga yang harus dibayar."
Dari Ibnu Umar, dari Nabi shallallahu 'alahi wasallam, bah wa beliau melarang menawar barang melebihi harganya (dengan tujuan menipu pembeli lain). (HR. Al-Bukha ri dan Muslim)
Ibnu Abi Aufa berkata: "Pelaku tipu menipu (seperti ini) adalah pema kan riba dan pengkhianat."
Ibnu Abdil Barr mengatakan: "(Ijma' para ulama menyebutkan) bahwa yang melakukan perbuatan ini berarti melakukan maksiat kepada Allah jika dia telah mengetahui larangan ini."
Larangan Saling Membenci
"Dan janganlah kalian saling membenci."
Asy-Syaikh Al-'Allamah Al-Imam Muhammad Hayat As-Sindi rahimahullah berkata: "Janganlah kalian melakukan apa yang akan menyebabkan saling membenci karena itu akan menyebab kan bermacam-macam kerusakan di dunia dan bencana di akhirat."
Al-Imam Al-Hafizh Rajab Al-Hambali berkata: "Sesama muslim dilarang saling membenci dalam hal selain karena Allah, apalagi atas dasar hawa nafsu, karena sesama muslim itu telah dijadikan Allah bersaudara dan persaudaraan itu saling cinta bukan saling benci."
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Demi Dzat yang jiwaku berada di TanganNya, tidaklah kalian masuk Surga sehingga kalian beriman dan tidaklah kalian beriman sehingga saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu, jika kalian lakukan akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim)
Larangan Saling Memutuskan Hubungan (Silaturahim)
"Janganlah kalian putuskan hubungan."
Al-Imam Al-'Allamah Ibnu Daqiqil 'Ied berkata: "Makna 'tadabaru' adalah saling bermusuhan, dan ada pula yang mengatakan saling memu tuskan hubungan karena masing-masing saling membelakangi." Asy-Syaikh Al-'Allamah Muhammad Hayat As-Sindi berkata: "Tidak diperbolehkan sebagian kalian berpaling dari sebagian yang lain, tetapi seharusnya kalian menghadapi mereka dengan wajah berseri-seri, hati yang bersih dari kedengkian dan permusuhan serta dengan tutur kata yang manis."
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Tidak halal bagi seorang muslim memutuskan hubungan dengan saudaranya lebih dari tiga hari, keduanya bertemu tidak saling menyapa, sebaik-baik di antara kedua nya adalah yang memulai salam." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Memutuskan hubungan yang dimaksud hadits ini adalah dalam masalah duniawiyah. Adapun dalam masalah diniyah dibolehkan memu tuskan hubungan lebih dari tiga hari sebagaimana dilakukan Imam Ahmad dll., seperti terhadap ahli bid'ah, kaum munafik dan yang mengajak memper turutkan hawa nafsu.
Larangan Menyerobot Transaksi Saudara Sesama Muslim
Asy-Syaikh As-Sindi berkata: "Ada salah seorang di antara kamu mengatakan kepada orang yang mena war dagangan orang lain, 'tinggalkan lah, aku akan jual kepadamu dengan harga yang lebih murah', atau menga takan kepada orang yang hendak menjual dagangannya kepada sese orang, 'tinggalkanlah, aku akan membeli darimu dengan harga yang lebih tinggi'."
Semua perbuatan di atas menafi kan ukhuwah Islamiyah, karena seorang mukmin itu mencintai apa yang untuk saudaranya seperti apa yang untuk dirinya. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.
Hendaklah setiap orang di antara kamu melakukan mu'amalah ukhuwah (persaudaraan) dengan sebenar-benarnya dengan cara menghendaki kebaikan untuk saudaranya sebagaimana menghen daki untuk dirinya, dan membenci kejahatan yang ada pada saudaranya seperti membenci kejahatan itu menimpa dirinya.
Al-Hafizh Ibnu Rajab mengata kan: "Di dalam lafazh itu menunjukkan bahwa mereka meninggalkan saling mendengki, menipu, membenci, memutuskan hubungan silaturahim dan menyerobot transaksi saudaranya, dengan demikian mereka bersaudara. Dalam hadits ini juga diperintahkan untuk mencari apa saja yang dapat menjadikan orang-orang muslim bersaudara secara mutlak. Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain." Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu." (Al-Hujurat: 10)
Jika orang-orang mukmin itu bersaudara mereka diperintahkan untuk dapat melunakkan hati dan mempersatukannya, dilarang melaku kan apa yang dapat menyebabkan perpecahan dan perselisihan. Berkata Syaikh Muhammad Hayat As-Sindi: "Persaudaraan Islam itu lebih kuat dari persaudaraan karena nasab."
Karena itu tidak boleh menzha limi saudaranya sesama muslim dalam bentuk apapun. Tidak boleh mendiam kan untuk tidak menolongnya jika melihat ia dizhalimi, karena setiap mukmin diperintahkan saling tolong-menolong seperti sabda Nabi: "Tolong lah saudaramu dalam keadaan zhalim atau dizhalimi", ia berkata (Abu Hurairah), 'wahai Rasulullah, aku tolong dia dalam keadaan dizhalimi, lalu bagaimanakah aku menolongnya dalam keadaan zhalim?', beliau ber sabda: "Kamu cegah dia dari kezhaliman nya maka itulah pertolonganmu kepada nya."(HR. Al-Bukhari)
Kemudian harus selalu berkata dan bersikap benar (jujur) kepadanya. Tidak boleh meremehkannya, sebab sikap meremehkan orang lain itu tumbuh dari kesombongan dirinya sebagaimana sabda Nabi r: "Kesom bongan itu menolak kebenaran dan menghinakan orang." (HR. Muslim)
Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, jangan lah satu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain karena boleh jadi yang diolok-olokkan itu lebih baik dari yang mengolok-olokkan dan jangan pula wanita-wanita mengolok-olokkan wanita yang lain, karena boleh jadi wanita-wanita yang diperolok-olok itu lebih baik daripada yang mengolok-olok." (Al-Hujurat: 11)
Orang yang sombong akan meman dang dirinya sempurna dan memandang orang lain serba kekurangan kemudian mencela, meremehkan dan tidak mau menerima kebenaran yang datang dari orang lain.
Taqwa Letaknya di Dada
Sabda Rasulullah r: "Taqwa itu di sini", seraya menunjuk ke dadanya tiga kali. Dalam kalimat ini menunjukkan bahwa kemuliaan makhluk di sisi Allah itu dengan ketakwaan. Allah berfirman:
"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa." (Al-Hujurat: 13) Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada sosokmu dan hartamu, tetapi Dia akan melihat kepada hatimu dan amalanmu." (HR. Muslim)
Dari ayat Al-Qur'an dan hadits di atas diketahui bahwa ketakwaan itu ada di dalam hati dan dilihat dari amalannya. Di antara kejahatan seorang muslim adalah melakukan penghinaan terhadap saudaranya. Cukup seseorang itu (dikatakan) melakukan kejahatan dengan menghinakan saudaranya sesama muslim, sebab menghina adalah kesombongan yang merupakan salah satu bentuk kejahatan. Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam hatinya ada seberat dzarrah dari kesombongan." (HR. Muslim)
Orang Muslim itu Diharamkan Darah, Harta dan Kehormatannya
Nabi r pernah bersabda pada waktu haji Wada' yang disaksikan oleh sebagian besar sahabatnya, di antara pesan beliau adalah: "Sesungguh nya harta, darah dan kehormatan kamu haram atas kamu seperti kemuliaan harimu ini dalam bulanmu ini di negerimu ini." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadits di atas menunjukkan bahwa darah, harta dan kehormatan seorang muslim tidak boleh diganggu. Banyak sekali nash yang menunjukkan tentang larangan ini dan tidak terbatas pada waktu dan tempat. Allah I telah menjadikan orang-orang mukmin itu bersaudara agar mereka saling kasih-mengasihi dan sayang-menyayangi. Sabda Nabi r:
"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan kasih-mengasihi seperti tubuh, jika salah satu anggota tubuh terasa sakit, maka seluruhnya akan tidak bisa tidur dan demam." (Muttafaq 'Alaih)
Demikianlah di antara syarat-syarat ukhuwah yang harus dipenuhi oleh setiap muslim yang ingin mencapainya. Wallahu a'lam . (Ibrahim Sa'id)
Disadur dari
SYARH ARBA'IN NAWAWIYAH ,RIYADHUSH SHOLIHIN, TAFSIR IBNU KATSIR DLL.
::mari kita jalin ukhuwah Islamiyah menuju persatuan islam tegaknnya syariah

Sabtu, 15 Mac 2014

MALAYSIA ???




Malaysia (Tulisan Jawiمليسيا) ialah sebuah negara raja berperlembagaan persekutuan di Asia Tenggara yang terdiri daripada tiga belas negeri dan tiga wilayah persekutuan, yang menduduki bumi berkeluasan 329,847 kilometer persegi (127,350 batu²).[13][14]Malaysia terbahagi kepada dua kawasan yang mengapit Laut China Selatan, iaitu Semenanjung Malaysia dan Borneo Malaysia (juga Malaysia Barat dan Timur).[13] Malaysia berkongsi sempadan darat dengan ThailandIndonesia, dan Brunei[13] dan juga sempadan laut dengan Singapura dan Filipina.[15] Ibu negara Malaysia ialah Kuala Lumpur, manakala Putrajaya merupakan pusat kerajaan persekutuan. Pada tahun 2009, Malaysia diduduki 28 juta orang.[7]
Malaysia berakar-umbikan Kerajaan-Kerajaan Melayu yang wujud di wilayahnya dan menjadi taklukan Empayar British sejak abad ke-18. Wilayah British pertama di sini dikenali sebagai Negeri-Negeri Selat. Semenanjung Malaysia yang ketika itu dikenali sebagai Tanah Melayu atau Malaya, mula-mula disatukan di bawah komanwel pada tahun 1946, sebelum menjadi Persekutuan Tanah Melayupada tahun 1948. Pada tahun 1963, Tanah Melayu bersatu dengan negeri SabahSarawak, dan Singapura. Pada tahun 1965, Singapura keluar dari persekutuan untuk menjadi negara kota yang bebas. Semenjak itu, Malaysia menikmati antara ekonomi yang terbaik di Asia, dengan purata pertumbuhan keluaran dalam negara kasarnya (KDNK) kira-kira 6.5% selama 50 tahun pertama kemerdekaannya.[16] Ekonomi negara yang selama ini dijana oleh sumber alamnya kini juga berkembang dalam sektor-sektor sains, pelancongan, perdagangan dan perubatan.
Ketua negara Malaysia ialah Yang di-Pertuan Agong, iaitu raja elektif yang terpilih dari kalangan sembilan raja negeri Melayu. Ketua kerajaannya pula ialah Perdana Menteri.[17][18] Sistem kerajaan Malaysia banyak berdasarkan sistem parlimen Westminster[19], dan sistem perundangannya juga berasaskan undang-undang am Inggeris.
Malaysia terletak berdekatan dengan khatulistiwa dan beriklim tropika,[13] serta mempunyai kepelbagaian flora dan fauna, sehingga menjadi salah satu daripada 17 negara megadiversiti.[20] Di Malaysia terletaknya Tanjung Piai, titik paling selatan di seluruh tanah besar Eurasia. Malaysia ialah sebuah negara perintis Persatuan Negara-Negara Asia Tenggara dan Pertubuhan Persidangan Islam, dan juga anggota Kerjasama Ekonomi Asia-PasifikNegara-Negara Komanwel, dan Pergerakan Negara-Negara Berkecuali.

Khamis, 13 Mac 2014

MH370 ???





 DOA KESELAMATAN

(UNTUK MH370, KESELAMATAN NEGARA DAN UJIAN MUSIM PANAS YANG MELAMPAU)


Audzubillahiiminas-Syaitaanirrajiim
Bismillahirahmaanirrahiim 
Alhamdulillah hi rabbil aalamiin.
Allahumma Shalli alaaa Muhammad
Bismillahi masya-Allah wa bismilllahi tawakkaltu-ilallah, 
waa hasbunallahu wani’mal wakiil walaa haula walaa 
quwwata illabillahi aliyyil azhiim. 

Sesungguhnya Aku bersaksi tiada Tuhan selain ALLAH 
dan Muhammad itu utusan ALLAH...

MAHA SUCI ENGKAU, YA ALLAH...
SEGALA PUJI BAGIMU, YA ALLAH...
TIADA TUHAN SELAIN ENGKAU, YA ALLAH... 
YA RAHIIM, YA RAHMAAN, YA MUJIIBU YA WAHHABU YA SHAMADU
YA ALLAH, YA RABBIL ‘ALAAMIN...

YA ALLAH....
YA ALLAH....
YA ALLAH....

Permudahkanlah urusan pencarian penumpang-penumpang dan kru MH370. 
Ya ALLAH... 
Lindungilah mereka dari nasib buruk di mana saja mereka berada Ya ALLAH.., panjangkanlah umur mereka dan kembalikanlah mereka ke rumah masing-masing dengan selamat, 
YA ALLAH...

YA ALLAH, YA TUHAN KAMI,
YANG MAHA MENGUASAI, YANG MAHA MELINDUNGI, YANG MAHA MULIA, MAHA KUAT LAGI MAHA PERKASA...

Lindungilah kami dan negara kami dari ancaman dan kezaliman musuh-musuh di dalam dan di luar negara kami. Musnahkanlah musuh-musuh negara kami dengan tentera-tentera bantuan dari-Mu, sebelum mereka mencapai kami. Ya ALLAH... 
Pelihara negara kami dari kezaliman diri kami sendiri dan ampunilah dosa-dosa kami serta lindungilah kami dari kejahatan dan kezaliman Syaitan Jin dan Syaitan Manusia... YA ALLAH... YA ADZHIIM...

YA RAHMAN, YA RAHIIM... 
Rahmatilah kami dengan HUJAN RAHMAT dari sisi-Mu agar seluruh ujian berat ini dapat kami atasi dengan rahmat-Mu, 
YA ALLAH...

Kabulkanlah doa kami Ya ALLAH...
Kabulkanlah doa kami Ya ALLAH...
Kabulkanlah doa kami Ya ALLAH...

Dengan Hak dan kemuliaan-Mu, berkat Kalimah 
LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADURRASULULLAH...

Hasbunallahu wani’mal wakiil walaa haula walaa 
quwwata illabillahi aliyyil azhiim
Allahumma Shalli alaaa Muhammad wa alaa alihi Muhammad
Walhamdulillah hi rabbil aalamiin
Amin.... Amin.. Ya ALLAH, Ya Rabbil Aalamin...




Isnin, 24 Februari 2014

SOLAT SUNAT ISTIHARA' ???

Solat Sunat Istikharah

Solat ini dilakukan untuk mendapatkan petunjuk, terutama bila seseorang dalam keraguan memutuskan mana yang terbaik diantara dua perkara yang diragukan. Jika timbul keraguan dalam hati untuk memilih atau mengambil keputusan dalam sesuatu perkara, contohnya: apakah aku harus menolak atau menerima? Keraguan makin terasa, keputusan tidak dapat dipastikan setelah melihat masing-masing ada kelebihan dan keburukannya.

Oleh yang demikian, hendaklah menyerahkan pada Yang Maha Kuasa untuk memilihnya. Sebelum seseorang mengambil keputusan ia dianjurkan solat istikharah dua rakaat.

Dengan mengharapkan agar ditunjukkan Allah untuk mendapatkan pilihan yang terbaik. Jika keraguan masih mempengaruhi fikiran untuk menentukan pilihan, ulangilah solat istikharah dan membaca doanya, walaupun pengulangan sampai 7 kali berturut-turut. Selepas itu, bertawakkal kepada Allah, pilihlah salah satu daripadanya, ambillah yang mana arah ‘hati’ lebih cenderung setelah berdoa. Jangan menimbulkan lagi keraguan, yakinlah bahawa itu adalah pilihan terbaik dari yang Maha Kuasa.

Jangan merasa kecewa andai ternyata dalam keputusan yang dipilih menimbulkan keinginan yang tidak disukai. Ingatlah bahawa ini adalah yang telah digariskan pada azali yang tidak dapat dielakkan, besar kemungkinan mengandungi hikmah, membawa kebaikan dimasa akan datang, hendaklah tetap mempunyai husnuz-zan kepada Allah.



Tata Cara Solat Istikharah

Tata cara solat istikharah lebih kurang sama dengan solat subuh, Hanya niatnya saja yang berlainan, iaitu berniat solat istikharah. dilaksanakan sebelum tidur ataupun setelah bangun tidur. Sangat baik dilakukan sesudah lewat tengah malam disaat sunyi, supaya hati lebih khusyuk dalam mengemukakan permohonan kepada Allah. Solat ini sangat peribadi sifatnya. Sebab itu harus dikerjakan sendirian. Solat ini tidak memakai azan atau iqamah.


Lafaz niat:-

Ushalli Sunnatal Istikharaati Rak’ataini Lillahi Ta’aala
Sahaja Aku sembahyang sunnat istikharah 2 rakat tunai kerana Allah Ta’ala


Rakaat pertama-
Baca surah Al-fatihah dan surah Al-kafirun

Rakaat kedua-
Baca surah Al-fatihah dan surah Al-ikhlas

Selepas salam, bacalah doa yang disarankan dalam istikharah.
Dalam berdoa sebaiknya menyebutkan permintaan yang ingin diberikan petunjuk oleh Allah s.w.t. misalnya: “Ya Allah, jika hal ini….(sebutkan namanya)”


Doa istikharah

Setelah selesai solat, berdoa seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW:

Allaahumma inni astakhiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudratika wa as aluka min fadhlikal azhiim. Fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wata’lamu wa laa a’lamu, wa anta allaamul ghuyuub.

Allaahumma inkunta ta’lamu anna haadzal amra khairun lii fii diinii wama’aasyii wa ‘aaqibati amrii, ‘aajili amrii wa aajilihi faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarikliifiihi. Wa inkunta ta’lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibatu amrii ‘aajili amrii wa aajilihi fashrif annii washrifni ‘anhu waqdur liyal khairahaytsu kaana tsumma ardhinii bihi, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir

Ertinya:-

“Ya Allah, aku memohon petunjuk memilih yang baik dalam pengetahuanMu, aku mohon ditakdirkan yang baik dengan kudratMu, aku mengharapkan kurniaMu yang besar. Engkau Maha Kuasa dan aku adalah hambaMu yang dhaif. Engkau Maha Tahu dan aku adalah hambaMu yang jahil. Engkau Maha Mengetahui semua yang ghaib dan yang tersembunyi.

Ya Allah, jika hal ini (***) dalam pengetahuanMu adalah baik bagiku, baik pada agamaku, baik pada kehidupanku sekarang dan masa datang, takdirkanlah dan mudahkanlah bagiku kemudian berilah aku berkah daripadanya.

Tetapi jika dalam ilmuMu hal ini (***) akan membawa bencana bagiku dan bagi agamaku, membawa akibat dalam kehidupanku baik yang sekarang ataupun pada masa akan datang, jauhkanlah ia daripadaku dan jauhkanlah aku daripadanya. Semoga Engkau takdirkan aku pada yang baik, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas setiap sesuatu.”


Selasa, 11 Februari 2014

DIET RASULULLAH S.A.W ???




Dalam aspek berkaitan etika pemakanan sihat, diet Rasulullah SAW boleh dijadikan panduan dan ikutan kerana baginda adalah contoh teladan yang terbaik buat semua umat manusia. Rasulullah SAW merupakan seorang yang mementingkan khasiat dan mutu makanan yang diambil agar dapat sepenuh keberkatan dan manfaat daripadanya.

Rasulullah SAW mengelakkan minuman susu bersama makanan berprotin dan melarang memakan campuran pelbagai jenis daging. Baginda SAW lebih banyak mengambil bijirin, sayuran dan buah-buahan kerana corak pemakanan sebegini adalah sihat dan berkhasiat seperti juga yang disarankan oleh pakar nutrisi pada hari ini.
Kebanyakan buah-buahan dan sayur-sayuran mempunyai kadar lemak yang rendah. Justeru, pengambilannya mengurangkan lemak di dalam badan dan amat bermanfaat bagi mereka yang ingin mengawal kegemukan. Di samping itu, ia juga mengandungi zat dan vitamin lain yang seimbang untuk kesihatan badan di samping memantapkan lagi sistem pertahanan badan seseorang.
Rasullulah SAW tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya kerana pandai jaga pemakanannya sehari2. Kita cubalah ikut cara diet Rasulullah SAW agar sentiasa sihat dan tidak mengalami sakit perut ataupun keracunan makanan.

Antara tatacara pemakanan sihat Rasulullah SAW adalah:

1. Rasulullah tidak minum susu sewaktu baginda memakan daging, ayam ataupun ikan.  - Nabi Muhammad SAW pernah melarang para sahabat daripada makan ikan bersama susu. Di kuatiri akan cepat mendapat penyakit. Ini terbukti oleh saintis yang menjumpai dimana dalam badan ayam ion+(Positive Ions) sedangkan dalam makanan laut mempunyai ion-(Negetive Ions), jika kedua-dua jenis makanan ini bercampur maka akan terjadinya tindakbalas biokimia (Biochemical reactions) yang aktif dalam tubuh sekaligus mampu menyebabkan perut dan usus rosak dengan teruk.

2. Rasulullah SAW melarang meminum susu bersama cuka.
- kerana cuka boleh merencatkan penyerapan protin susu dan kemasamannya boleh menghakis perut melalui tahap keasidannya lama kelamaan boleh menyebabkan gastrik.

3. Elakkan meminum susu bersama makan buah.
Contohnya koktel. kerana gabungan dua bahan ini boleh meningatkan kadar keasidannya perut yang menyebabkan sebu dan gastrik.

4. Rasulullah SAW tidak makan ikan bersama daging, telur atau daun salad.
 - Dalam Kitab Al-Quran ada melarang manusia untuk makan makanan darat bercampur makanan laut misalnya memakan nasi berlaukkan tom yam dan lauk kenduri. Haiwan di laut dan di daratan mengandungi cas ion yang berbeza.. kalau kita campurkan juga, sistem usus dalam perut kita akan rosak. jadi,  ia bakal mengundang penyakit dan membahayakan kesihatan.

5. Rasulullah SAW memakan buah-buahan terlebih dahulu sebelum makan makanan berat, seperti gandum atau roti.
Makan buah sebelum makan (1/2 jam sebelum makan nasi). Kita tak sepatutnya makan buah selepas makan nasi..Buah-buahan mengandungi serat/fibre yang tinggi. Apabila kita makan buah sebelum makan nasi, secara automatik perut kita telah penuh dengan serat. jadi, kita tak akan makan nasi dalam kuantiti yang banyak..

6. Nabi Muhamad SAW biasa memakan bijirin seperti Habbatus Sawda’, barli dan oat.
Menurut Bukhari-Muslim, Nabi SAW bersabda: “Al-Habbah Al-Sawda’ mempunyai ubat bagi segala penyakit kecuali mati”.
Pemakanan berasaskan bijian-bijian sememangnya berkhasiat kerana ia kaya dengan bahan phytonutrients. Phytonutrients adalah sejenis antioksidan yang berkuasa tinggi yang mampu meningkatkan sistem pertahanan badan, menyihatkan jantung, mengawal penyakit kencing manis dan kegemukan melampau (obesiti) serta juga mampu mencegah kanser.
Al-Hakam Bin Uyainah berkata: “Adapun Rasulullah SAW tidaklah Baginda tidur malam sehingga Baginda memakan Habbatus Sawda’ dan madu. Begitulah jua amalan Baginda pada awal pagi untuk tenaga, hafalan dan menghilangkan masalah lendir (lelah/asma).”

7. Baginda SAW juga memakan roti yang diperbuat daripada gandum asli. Gandum sempurna (whole grain wheat) mempunyai perbezaan berbanding tepung gandum proses kerana ia mengandungi kadar protein, serat dan vitamin E tinggi yang mengurangkan risiko penyakit jantung dan merendahkan kadar kolesterol.
Roti gandum mengandungi karbohidrat di mana setiap individu memerlukan 50 hingga 60 peratus karbohidrat setiap hari untuk membekalkan tenaga dan juga mempunyai zat-zat logam yang lain, vitamin dan serat untuk kepentingan kesihatan manusia.
Dalam riwayat lain menurut Abu Daud, Yusuf bin Abdullah bin Salam ra meriwayatkan, “Aku melihat Rasulullah SAW mengambil sekeping roti gandum dan diletakkan tamar di atasnya dan memakannya”.
Mengikut riwayat oleh Bukhari dan Muslim, Aisyah berkata, ” Keluarga nabi tidak pernah kenyang dengan memakan roti gandum dua hari berturut-turut dan (pada hari mereka tidak memperolehi roti) mereka memakan tamar”.

8. Buah tamar sememangnya sinonim dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW, ia dianggap sebagai makanan yang sempurna kerana ia mengandungi pelbagai khasiat yang diperlukan untuk kesihatan manusia.
Kandungan serat yang tinggi dan lemak yang rendah serta gabungan beberapa zat lain yang terkandung di dalam buah tamar menyebabkan ia amat berkhasiat dan sentiasa digemari dan menjadi hidangan penting bagi nabi dan keluarga. Manakala buah tamar pula mempunyai unsur- unsur seperti karbohidrat, protein, serat, lemak serta zat logam yang lain untuk melengkapkan lagi hidangan tersebut.
Bukhari dan Muslim meriwayatkan; bahawa Aisyah berkata, “Ada ketikanya dapur rumah kami tidak berasap selama sebulan. Yang ada (untuk dijadikan makanan) hanyalah buah tamar dan air. Melainkan kadangkala diberikan kepada kami sedikit daging”.

9. Nabi SAW juga memakan buah-buahan lain seperti tembikai.
Sehubungan dengan ini, Abu Daud dan Tirmizi meriwayatkan bahawa Aisyah pernah berkata, “Rasulullah pernah memakan buah tembikai bersama-sama dengan buat tamar basah.” Tembikai mengandungi 92 peratus air dan 8 peratus gula serta mengandungi antioksidan yang disebut lycopene yang mampu mencegah daripada pelbagai penyakit terutamanya kanser.

10. Di samping itu, Rasulullah SAW juga mengemari sayuran dari jenis mentimun (cucumber).
Mentimun kaya dengan air justeru ia menyejukkan badan. Di samping itu, mentimun juga mengandungi vitamin C yang mampu meredakan radang kulit dan juga mengandungi silika. Silika merupakan unsur penting yang diperlukan bagi menjamin kesihatan sistem saraf yang melibatkan otot, tendon, ligamen dan tulang. Oleh kerana mentimun mengandungi banyak air, maka pengambilannya dengan makanan yang berserat merupakan satu langkah yang baik kerana ia akan memberi manfaat yang lebih berkesan kepada kesihatan tubuh badan.

11. Nabi SAW juga menggalakkan penggambilan madu.
Baginda SAW mengamalkan minum air sejuk yang bercampur sedikit madu setiap pagi. Ia mennghindar daripada segala penyakit.
“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya ada ubat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang yang memikirkan” – (An-Nahl: 68-69).

12. Nabi SAW sentiasa mengamalkan banyak meminum air dengan meneguk perlahan-perlahan sambil memegang gelas dengan tangan kanan  dan melarang bernafas atau menghembus ke dalam air tersebut. Hal ini kerana udara yang sengaja dibuihkan dalam air itu mungkin mengandungi kuman dan bacteria yang merbahaya kepada kesihatan.
Minum sebaik-baiknya sebelum makan. Jangan meneguk air ketika sesi menjamah makanan, minumlah air jika tersedak, berasa kekeringan ataupun setengah jam sesudah makan, hal ini makan melancarkan selera makan serta mengelakkan dari terkena penyakit kembung air. Meminum air sekurang-kurangnya setengah jam sesudah makan dapat mengembalikan tenaga yang hilang pada kadar tempoh yang lama serta mengembalikan keserian wajah dan awek muda.

13. Nabi Muhamad SAW melarang manusia makan dengan banyak dan melampau.
Diriwayatkan bahwa para sahabat berkata dari Rasulullah SAW:
نحن قوم لا نأكل حتى نجوع وإذا أكلنا لا نشبع
“Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.“
Sebaliknya manusia itu hanya perlu makan ketika ia lapar dan berhenti sebelum ia kenyang. Baginda SAW meminta seseorang itu untuk mengisi 1/3 daripada ruang perutnya dengan air, 1/3 dengan makanan dan selebihnya dengan ruang kosong (udara).

14. Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasalam juga menyuruh menjamah secubit garam sebelum makan untuk menolak 70 macam penyakit dan ambil secolek lagi dengan jari manis tangan kanan setelah makan.

15. Baca basmalah dan berdoa sebelum dan setelah makan. Cucilah tangan juga sebelum dan selepas makan.
– Doa sebelum makan;
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ
“Ya Allah berkatilah kami padanya (makanan kami) dan kurniakanlah kami makanan yang lebih baik darinya.”
Dari Muad bin Anas r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Sesiapa yang selesai makan, kemudian menyebut, ‘Alhamdulillah- illazi ath’amani haaza, wa razaqanihi min ghairi haulin minni wa la quwwatin’, akan diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Tirmidzi)

16. Nabi SAW juga mengajar untuk kita makan dengan tangan kanan tanpa sudu, garfu ataupun chopstick. Dari Jabir r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Jangan engkau makan dengan (tangan) kirimu, sesungguhnya syaitan itu makan dan minum dengan (tangan) kirinya.” (HR Muslim)
Apabila selesai hendaklah dijilat jari-jari tersebut. Ahli saintis telah menemukan bahawa enzim banyak terkandung di celah jari-jari, iaitu 10 kali ganda terdapat dalam air liur. (Enzim sejenis alat percerna makanan tanpanya makanan tidak hadam).
“Dan janganlah ia mengelap tangannya dengan mindil/tuala hendaklah ia menjilati tangannya, kerana seseorang itu tidak mengetahui pada makanannya yang mana yang mengandungi berkat untuknya, sesungguhnya syaitan itu selalu mengintai untuk merampas harta manusia dari segala penjuru sehingga di tempat makannya. Dan janganlah ia mengangkat shahfahnya (bekas makanan) hingga menjilatinya dengan tangan, kerana sesungguhnya pada akhir makanan itu mengandung berkat.” (Kitab Silsilah hadits-hadits shahih no. 1404).
Berkata Imam Nawawi, tentang makna kalimat “Pada makanannya yang mana yang diberkahi.” Ia berkata: Sesungguhnya makanan yang dihidangkan untuk manusia itu mengandung berkat, sedang dia tidak mengetahui apakah berkat itu pada makanan yang ia makan atau pada sisa makanan yang melekat di tangannya atau pada sisa makanan di dalam shahfah atau pada suapan yang jatuh. Demikian hendaklah ia menjaga semua itu agar selalu mendapat berkat. (Fathul Bari 9/578).

17. Sebaiknya kita yang menunggu makanan dan bukan makanan yang menunggu kita. Makan dan minum perlulah dalam keadaan duduk tidak berdiri, baik sekali makan keadaan duduk dengan menegakkan sebelah lutut sambil menekan perut. Hikmahnya dapat mengawal kuantiti makanan disamping mengatasi kembung dan senak perut.

18. Makan berjamaah bersama keluarga atau sahabat.
Berkenaan dengan seseorang yang datang kepadanya dan Rasulullah SAW bersbda; “Wahai Rasulullah, kami ini setiap kali makan tidak pernah kenyang.” Maka Rasulullah berkata: “Pasti masing-masing kamu makan sendiri-sendiri.” Orang itu menjawab: “Benar, Ya Rasulullah!” Rasulullah berkata: “Berjamaahlah dalam menyantap makananmu.”

19. Rasulullah SAW melarang meninggalkan makan malam.
Sesiapa yang meninggalkan makan malamnya, dia akan mempercepatkan tua sebelum masanya kerana keasidan serta tahap kolestrol dalam darah dan badannya akan berganda. Makanlah sekadar mengisi perut (bukan kenyang) walaupun dengan sebiji kurma untuk proses penghazaman dan proses metabolisma gizi-gizi makanan ke saluran bahagian lain sebab semasa tidur pertumbuhan badan kita akan menentukan tahap kesihatan kita.
Masa bayi terbukti prosesnya, masa dewasa ianya statik tetapi memperbaiki mana-mana unit dalam badan kita dapat difungsikan dan kerana itu kadang lepas bangun tidur seseorang merasa segar dan bertenaga.
Para penzuhud berpendapat makan malam mampu memberi tenaga untuk berqiam malam untuk beribadat.

20. Elakkan kekenyangan sebelum tidur kerana ia berperangai seperti Firaun di samping mudah dipengaruhi syaitan.  Suatu ketika Nabi Yahya a.s. berbual dengan iblis; Berkata iblis: “Ya ada, kadang-kadang kamu kenyang, lalu aku membuat kamu merasa berat untuk bersolat dan berzikir”.
Dari segi kesihatan pula adalah tidak digalak makan sekurang kurang 2 jam sebelum tidur kerana tidur dengan kekenyangan boleh memudaratkan sistem tubuh badan. Makanlah sebelum jam 9.00 malam dan jika lapar selepas makan berat awal, pada jam 6-7 malam, ambillah hanya sedikit makanan sekurang-kurangnya 2 jam sebelum masuk tidur.

21. Berpuasa selama sebulan pada bulan Ramadhan dan disunatkan berpuasa pada hari-hari tertentu boleh menjamin kesihatan yang berkekalan sepanjang hayat.
Apabila bersahur, minumlah sekurang-kurangnya segelas air sejam sebelum solat subuh dan selewat-lewatnya 10 minit sebelum masuk waktu imsak. Ini adalah perlu bagi menjamin kekuatan sewaktu menjalani ibadah puasa. Manakala apabila berbuka puasa pada waktu Maghrib, perlu disegerakan dengan memakan 3 biji kurma atau manisan dan segelas air terlebih dahulu.

22. Islam melarang penganutnya untuk meminum arak, memakan babi dan anjing serta keluarganya, binatang dan tumbuhan yang beracun, berbisa dan berbahaya. Dilarang juga memakan najis, (darah, nanah, air mazi dan sebagainya) serta serangga yang hidup melata, jijik lagi beracun.

Oleh itu, pengambilan diet dan menghindari larangan seperti di atas yang diamalkan oleh Rasulullah SAW merupakan aturan yang baik untuk mengekalkan kesihatan dan ia telah pun dibuktikan akan kelebihannya melalui kajian sains semasa. Justeru, amalan pemakanan yang dipamerkan oleh Rasulullah SAW seharusnya diikuti dan dicontohi oleh semua peringkat umur demi kesihatan yang mantap, kelangsungan hidup dan penyemprnaan ibadah yang bermutu.