IN THE NAME OF ALLAH, MOST GRACIOUS, MOST MERCIFUL

All types of perfect praise belong to Allah alone The Lord of all the worlds Most Gracious, Ever Merciful Master of the Day of Judgement Thee alone do we worship and Thee alone do we implore for help Guide us along the straight path-the path of those on whom Thou hast bestowed Thy favours, those who have not incurred Thy displeasure and those who have not gone astry

Allah
is He save whom none is worthy of worship, the Ever-Living, the Self-Subsisting and All-Sustaining. Slumber seizes Him not, nor sleep. To Him belongs whatsoever is in the Heaven and whatsoever in the earth. Who is he that dareintercede with Him, except by his permission? He knows all that is before them and all that is behind them, and they cannot compass aughtof His knowledge, except that which He please. His knowledge extends over the heavens and the earth, and the care of them wearis Him not. He is the Most High, the Most Great

The Messenger
has full faith in that which has been sent down to him from his Lord and so have the believers: all of them believe in Allah, and His angels, and in His Books and in His Messengers, affirming : we make no distinction between any of of His Messengers; we have heard Allah’s command and we have submitted ourselves wholly to Him.They supplicate: We implore Thy forgiveness, Lord, and to Thee is our return.Allah requires not of any one that which is beyond his capacity; each shall have the benefit of the good he does and shall suffer the consequences of the ill he works. Supplicate, therefore: Lord, take us not to task if we forget or fall into error; Lord place us not under responsibility in the manner of those whom Thou didst place under responsibility before us; Lord, burden us not with that which we have not strength to bear; overlook our defaults and grant us forgiveness and have mercy on us; Thou art our master, so grant us succour against those who reject thee.


“Surely, We ourself have sent down this Exhortation, We will, most surely, safeguard it.” (Al-Hijr : 9)

“I Perfected your religion for your benefit, and have completed My favour unto you, and have chosen for you Islam as your faith.”(Al-Maidah :3)

“Have
We not expanded thee thy breast?. And removed from thee thy burden. The which
did gall thy back? And raised high the esteem (in which) thou (art held)? So,
verily, with every difficulty, there is relief. Verily, with every difficulty
there is relief. Therefore, when thou art free (from thine immediate task),
still labour hard, And to thy Lord turn
(all) thy attention.”
(Al-Insyirah-As-Syarh.)

Proclaim: He is Allah, the Single; Allah, the Self-Existing and Besought of all. He begets not, nor is He begotten; and there is none equal to Him in His attributes(Al-ikhlash)

Proclaim: I seek the protection of the Lord of the break of dawn, from the mischief of every created thing, from the mischief of the darkness when the moon is eclipsed, from the mischief of those who seek to promote discord, and from the mischief of every persistently envious person.(al-Falaq)

Proclaim: I seek the protection of the Lord of mankind, the King of mankind, the God of mankind, against the mischief of every sneaking whisperer, who whispers into the mind of people, whether he (Jin)behidden from sight or be one of the common people.(an-Naas)

Proclaim : Hearken ye who disbelieve! ! I don not worship as you worship, nor do you worship as I worship. I do not worship those that you worship, nor do you worship Him Whom I worship; that is because you follow one faith and I follow another faith.(Al-Kaafiruun)


KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH NABI MUHAMMAD S.A.W

Khutbah Terakhir Nabi Muhammad SAW
9 ZULHIJJAH TAHUN 10 HIJRAH, DI LEMBAH URANAH, GUNUNG 'ARAFAH

"Wahai manusia dengarlah baik-baik apa yang hendak ku katakan !!! Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu dengarlah dengan teliti kata-kataku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir di sini pada hari ini.

Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak.

Janganlah kamu sakiti sesiapapun agar orang lain tidak menyakiti kamu pula. Ingatlah bahwa sesungguhnya kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti akan membuat perhitungan atas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba', oleh itu segala urusan yang melibatkan riba' hendaklah dibatalkan mulai sekarang.

Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara-perkara kecil.

Wahai manusia, sebagaimana kamu mempunyai hak atas para isteri kamu, mereka juga mempunyai atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan mereka ke atas kamu maka mereka juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang.

Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik! dan berlemah lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu ke atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.

Wahai manusia, dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini. Sembahlah Allah, dirikanlah solat lima kali sehari, berpuasalah di Bulan Ramadhan, tunaikanlah zakat dan harta kekayaan kamu dan kerjakanlah ibadah haji sekiranya mampu.

Ketahuilah bahawa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama; tidak ada seorangpun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam taqwa dan amal soleh.

Ingatlah bahawa kamu akan mengadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggungjawabkan atas segala apa yang telah kamu lakukan. Oleh itu, awasilah tindak-tanduk kamu agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku.

Wahai manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah disampaikan kepada kamu.

Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Al-Quran dan Sunnahku.

Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku ini menyampaikannya pula kepada orang lain dan hendaklah orang yang lain itu menyampaikannya pula kepada orang lain dan begitu seterusnya.

Semoga orang yang terakhir yang menerimanya lebih memahami kata-kataku ini dari mereka yang mendengar terus dariku. Saksikanlah Ya Allah, bahawasanya aku telah sampaikan risalah-Mu kepada hamba-hamba- Mu. "

"Dan, Ingatlah... hanya dengan mengingati Allah... hati akan menjadi tenang."


“Semoga ALLAH
melindungiku dari keburukan dan kejahatan kamu serta melindungi kamu dari
keburukanku dan kejahatanku... Semoga Allah melindungimu dari kemurkaan-Nya dan
neraka-Nya... Semoga Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, melindungi
kita semua dari Azab Neraka, Azab Kubur, Fitnah-fitnah kehidupan dan kematian,
Fitnah-fitnah Dajjal laknatullah, Fitnah-fitnah Syaitan jin dan manusia dann
seluruh fitnah-fitnah dosa-dosa silam kita...
Dan, Semoga Allah
memberkati kamu dan mengampuni segala dosa kamu dan sesiapa pun yang bersama
kamu buat selama-lamanya... amin”

CUKUPLAH ALLAH SEBAGAI WAKILKU ATAS SEGALA URUSAN. TIADA DAYA UPAYA DAKU
MELAINKAN DENGAN KEKUASAAN ALLAH YANG MAHA AGUNG, YANG TIADA TUHAN YANG
DISEMBAH MELAINKAN ALLAH SEMATA-MATA.MAHA SUCI ALLAH, SEGALA PUJI BAGI ALLAH,
TIADA TUHAN YANG DISEMBAH MELAINKAN ALLAH DAN ALLAH MAHA BESAR.

:: ALLAH & DAN RASULULLAH ::

:: ALLAH & DAN RASULULLAH ::

:: ISLAM ::

:: ISLAM ::
"Sesungguhnya Matahari, Bulan, Bumi dan Langit dan Bintang, terdapat tanda-tanda KeIslaman makhluk kepada ALLAH dan menjadi tanda Kebesaran dan Kekuasaan ALLAH, Tuhan seluruh alam, bagi mereka yang berfikir dengan akal dan Iman." IMAM MUHAMMAD JIBRIL AL-KHAIR B.A

SKROL UNTUK UMAT ISLAM

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG SEGALA PUJI BAGI ALLAH, TUHAN SELURUH ALAM SALAWAT DAN SALAM KE ATAS RASULULLAH NABI MUHAMMAD S.A.W ”SESUNGGUHNYA AKU BERSAKSI BAHAWA TIADA TUHAN YANG PATUT DISEMBAH SELAIN ALLAH DAN MUHAMMAD ITU RASULULLAH.” ASSALAAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WAL BARAKAATU WAHAI SAUDARA KU, UMAT ISLAM BERTAKWALAH KEPADA ALLAH, TUHAN SELURUH ALAM INI SESUNGGUHNYA AKU MENYERU KAMU DENGAN NAMA ALLAH DAN RASUL-NYA NABI MUHAMMAD S.A.W BERPEGANGLAH KEPADA DUA PERKARA IAITU KITABULLAH AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH NABI MUHAMMAD S.A.W SESUNGGUHNYA AKU BERIMAN KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA, MALAIKAT-MALAIKATNYA, KITAB-KITABNYA, HARI AKHIRAT DAN SEGALA QADA’DAN QADAR ITU DARI ALLAH SEMATA-MATA. WAHAI SAUDARA KU, UMAT ISLAM BERSYAHADAHLAH DAN PATUHI DENGAN SABAR DAN REDHA AKAN PERSAKSIAN MU ITU, TUNAIKAN SOLAT FARDHU PADA WAKTUNYA, BERPUASALAH SEBULAN DI BULAN RAMADHAN, KELUARKAN ZAKAT DARI HARTA-HARTA YANG ALLAH PINJAMKAN KEPADA KAMU DAN TUNAIKAN HAJI APABILA KAMU MAMPU. INGATLAH SEMUA ITU LAKUKANLAH DENGAN IHSAN YAKNI KAMU MELAKUKAN IBADAH ITU SEOLAH-OLAH ALLAH MELIHAT KAMU DAN KAMU MELIHAT ALLAH. DAN, BERIKHLASLAH DALAM BERAGAMA AGAR KAMU SELAMAT DI DUNIA DAN DI AKHIRAT. WAHAI SAUDARA KU, UMAT ISLAM ISLAMLAH DENGAN KEISLAMAN YANG MENYELURUH NESCAYA KAMU SELAMAT. SESUNGGUHNYA AGAMA ISLAM INI ADALAH SATU-SATUNYA JALAN YANG MENJADIKAN KAMU DIREDHAI ALLAH DAN BERSATU SEBAGAI UMAT ISLAM YANG SELAMAT DI DUNIA DAN DI AKHIRAT. JANGANLAH KAMU MEMILIH JALAN SELAIN ISLAM ATAU KAMU AKAN ROSAK BINASA DAN DIMURKAI ALLAH. WAHAI SAUDARA KU, UMAT ISLAM BERSATULAH KAMU SEMUA DI BAWAH SATU KALIMAH IMAN. TEGAKKAN BENDERA ISLAM AL-LIWA’ DAN AR-RAYAH. BERHUKUMLAH DENGAN HUKUM ALLAH ATAU KAMU DIPANDANG ALLAH SEBAGAI KAFIR KEPADA-NYA JANGANLAH KAMU KAFIR KEPADA ALLAH DAN JANGANLAH KAMU MENJADI MUNAFIK KERANA BERTUHANKAN NAFSU DIRI YANG MEMBINASA. DAN JANGANLAH KAMU MATI KECUALI DALAM ISLAM. WAHAI SAUDARA KU, UMAT ISLAM AMALKAN SUNNAH NABI YANG DIAJARKAN KEPADA KAMU MELALUI HADIS-HADIS NABI MUHAMMAD S.A.W YANG DISAMPAIKAN KEPADA MU OLEH ULAMA-ULAMA YANG TAKUT KEPADA ALLAH DAN YANG BERAMAL DENGAN SUNNAH NABI MUHAMMAD S.A.W SERTA TINGGALKANLAH SELAIN YANG DEMIKIAN ITU WAHAI SAUDARA KU, UMAT ISLAM CUKUPLAH ALLAH SEBAGAI WAKIL BAGI KU ATAS SEGALA URUSAN. KEPADA-NYA KITA SEMUA BERTAKWA DAN BERTAWAKKAL SESUNGGUHNYA TIADA DAYA DAN UPAYA MELAINKAN KEKUATAN DAN PERTOLONGAN ALLAH YANG MAHA AGUNG LAGI MAHA MULIA. SEMOGA ALLAH MENGHIMPUNKAN KITA SEMUA DALAM KEBAIKAN DAN KESELAMATAN DI DUNIA DAN DI AKHIRAT. AMIN SESUNGGUHNYA PERUTUSAN INI DARIPADAKU IMAM MUHAMMAD JIBRIL AL-KHAIR B.A HAMBA ALLAH

CUKUPLAH ALLAH SEBAGAI WAKILKU ATAS SEGALA URUSAN. TIADA DAYA UPAYA DAKU MELAINKAN DENGAN KEKUASAAN ALLAH YANG MAHA AGUNG, YANG TIADA TUHAN YANG DISEMBAH MELAINKAN ALLAH SEMATA-MATA.MAHA SUCI ALLAH, SEGALA PUJI BAGI ALLAH, TIADA TUHAN YANG DISEMBAH MELAINKAN ALLAH DAN ALLAH MAHA BESAR.

SKROL BUAT UMAT KRISTIAN

DENGAN

NAMA ALLAH

YANG MAHA PENGASIH LAGI

MAHA PENYAYANG

SESUNGGUHNYA PERUTUSAN INI DARIPADAKU :

“SESUNGGUHNYA AKU BERSAKSI BAHAWA

TIADA TUHAN YANG DISEMBAH MELAINKAN ALLAH S.W.T

DAN

NABI MUHAMMAD S.A.W ITU PESURUH-NYA”

SEGALA PUJI BAGI ALLAH, TUHAN SELURUH ALAM.

KESELAMATAN BAGI MEREKA YANG MENGIKUT CAHAYA PENTUNJUK

AMMA BA’DU

WAHAI UMAT KRISTIAN

Aku memuji Allah SWT untukmu dan aku bersaksi bahawa Nabi Isa a.s ( Jesus ) adalah Roh Allah SWT dan Kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam yang tidak pernah kahwin, yang suci, baik dan terjaga. Ia telah mengandungkan Isa a.s lalu Allah SWT menciptakan dari Roh-Nya dan tiupan-Nya sebagaimana Dia telah menciptakan Adam a.s dengan tangan-Nya dan tiupan-Nya.

Aku berdoa kepada Allah SWT semata, yang tiada sekutu bagi-Nya dan berserah diri dan taat kepada-Nya. Hendaklah kamu mengikuti Muhammad Rasulullah SAW, beriman kepadanya dan apa-apa yang telah datang kepadanya sepertimana para Rasul dan para Nabi Allah SWT sebelum baginda Rasulullah SAW.

Sesungguhnya aku menyeru kamu dengan seruan Islam dan Allah SWT akan mendatangkan padamu dua kali pahala di dunia dan di Akhirat yang kekal abadi selamanya. Maka apabila kamu berpaling maka kamu kuserahkan kepada Allah SWT, Tuhan seluruh alam ini.

Yakni ,

Allah SWT,

tiada Tuhan selain-Nya yang hidup kekal dan berkuasa dengan sendiri-Nya.Tiada mengantuk dan tiada pula tidur, kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at dan pertolongan di sisi Allah SWT tanpa izin-Nya? Allah SWT mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka dan mereka hanya dapat mengetahui sedikit sahaja dari ilmu Allah SWT dengan kehendak-Nya. Qursyi-Syiar Allah SWT itu meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara kedua-duanya. Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Marilah kita berpegang teguh pada satu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu. Bahawa tidak kita sembah kecuali Allah SWT dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu apa pun selain-Nya. Tidak pula sebahagian kita menjadikan sebahagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah SWT.

KETAHUILAH !

AGAMA YANG BENAR DI SISI ALLAH, TUHAN SELURUH ALAM HANYALAH ISLAM DAN BARANG-SIAPA YANG MEMILIH SELAIN ISLAM SESUNGGUHNYA DIA TELAH RUGI DI DUNIA DAN DI AKHIRAT. SESUNGGUHNYA TELAH TERANG DAN JELAS KEPADA KAMU YANG MANA SALAH YANG MANA BETUL. ISLAMLAH NESCAYA KAMU SELAMAT... SEKIRANYA KAMU BERPALING MAKA SAKSIKANLAH BAHAWA KAMI ADALAH ORANG-ORANG ISLAM YANG BERSERAH DIRI KEPADA ALLAH SWT.

IKHLAS DARI

IMAM MUHAMMAD JIBRIL AL-KHAIR B.A

PANDUAN

PANDUAN
KIBLAT WAKTU SOLAT DAN INFO LAIN

:: SUMPAH DAN DOA ::


DENGAN NAMA ALLAH
YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG
SEGALA PUJI BAGI ALLAH , TUHAN SEMESTA ALAM
SALAWAT DAN SALAM KEPADA NABI MUHAMMAD S.A.W
DENGAN INI
SESIAPA PUN DARI KALANGAN MANUSIA DAN JIN YANG BERNIAT DAN BERBUAT
ZALIM KE ATAS BLOG INI. AKU SUMPAH DAN
AKU BERDOA, SEMOGA ALLAH MELUMPUHKAN TANGANNYA YANG MELAKUKAN KEZALIMAN APA
SAHAJA ITU KE ATAS BLOG INI. SUMPAH DAN
DOA INI BERLANDASKAN HAK ORANG YANG DIZALIMI.
SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK SUKA KEPADA PENZALIM-PENZALIM.
CUKUPLAH ALLAH SEBAGAI WAKILKU ATAS SEGALA URUSAN. TIADA DAYA DAN UPAYA MELAINKAN
KEKUASAAN ALLAH YANG MAHA AGUNG.
SALAWAT DAN SALAM KEPADA NABI MUHAMMAD S.A.W
DAN AHLUL-BAIT DAN PARA SAHABAT R.A
SEGALA PUJI BAGI ALLAH , TUHAN SEMESTA ALAM
KUN FAYA KUN
AMIN

The Alien - Link Select

Rabu, 6 Oktober 2010

ALLAH, TUHAN SELURUH ALAM


Allah adalah perkataan dalam bahasa Arab yang merujuk kepada Tuhan Yang Satu. Kata Allah adalah kata ganti nama khas yang khusus untuk merujuk kepada Tuhan Yang Esa, yang telah mencipta, mentadbir dan memiliki alam semesta ini beserta isinya. Kata Allah banyak dikenalkan didalam ajaran Islam, namun masyarakat Arab Kristian juga menggunakannya. Bagaimanapun kini, masyarakat Arab Kristian cuba menjauhkan penggunaan perkataan Allah dalam kitab suci mereka. Di Indonesia dan Malaysia, terjemahan Kitab Bible dalam bahasa tempatan menggunakan perkataan "Allah" bagi menggambarkan God the Father walaupun dalam pengucapan seharian mereka lebih gemar menggunakan perkataan "Tuhan", "Lord" atau "God". Dalam terjemahan kitab Bible versi bahasa Melayu contohnya, perkataan "Allah" digunakan sebagai ganti kepada perkataan Bahasa Inggeris "God", dan ini masih lagi diperdebatkan. Impak jangka panjang jika ini dibenarkan adalah sangat besar dari apa yang sesetengah orang jangkakan, kerana terjemahan lain seperti the Pagan gods atau Zeus, King of the God boleh diterjemahkan sebagai allah-allah Pagan juga Zeus, Raja Segala Allah.

Perkataan Allah tidak boleh digunakan untuk menggambarkan jamak (banyak) atau melambangkan apa-apa jantina, atau dinamakan untuk apa-apa yang selain dari Tuhan. Asal perkataan Allah dari dua perkataan Arab; (Al-) yang memberi erti khusus dan (-ilaah) memberi erti Tuhan. Bagaimanapun terdapat pendapat yang berbeza dengan menekankan bahawa perkataan "Allah" itu kata khusus dan bukan terbentuk dari "al" dan "ilaah". Sebaik-baik translasi perkataan Allah itu ialah Tuhan yang Esa.

Mengikut kepercayaan Islam, Allah ialah Tuhan yang satu, yang disembah oleh umat Islam adalah Tuhan yang sama yang disembah oleh pengikut Yahudi, Nasrani dan seluruh umat manusia sebelum kedatangan Muhammad. Islam menolak penjelmaan Tuhan di dalam rupa bentuk manusia atau sesuatu apa jua pun.


Perkataan 'Allah' tidak wujud dalam Versi Bible King James tetapi perkatan Lord dan God memang ada... cuma di Indonesia, mereka gemar meniru dan akhirnya menetapkan perkataan itu dalam Bible mereka. apakh maksud GOD? apakah maksud LORD? apakah sama dengan perkataan ALLAH?

sama sekali tidak!

Dari segi teknikal linguastik, perkataan Allah adalah jamid iaitu ia unik tidak diambil dari mana-mana perkataan. Perkataan Allah bukan terbina dari "al-ilaah" sebagaimana yang dianggap oleh kebanyakan orang. Kerana itu perkataan Allah adalah khusus dan bebas. Dua abjab pertama iaitu "Al" dalam perkataan "Allah" tidak dapat dipisahkan dengan yang lain. Ia bukan seperti artikel pasti (definite article) "al-" dalam bahasa Arab (yang sama seperti "the" dalam bahasa Inggeris). Menurut tatabahasa Arab, perkataan "Allah" ini tidak boleh diumum, dikecil, dilelaki, diperempuan atau diterbitkan nama-nama lain daripadanya. Kalimah ‘Allah’ adalah bebas dari segi struktur tatabahasa dan maknanya.

Jika "Al" di dalam perkataan Allah adalah awalan tambahan, sebutan biasa "Ya Allah" adalah salah dari segi tatabahasa Arab kerana bentuk "Ya Al-Rahman" atau "Ya Al-Ilah" tidak dibenarkan dalam Bahasa Arab. Lagipun dengan mengatakan "Al-" sebagai awalan bermakna ada banyak tuhan yang berbeza yang boleh dipanggil Alihah (jamak bagi ilah). Ini tidak betul kerana Allah selama-lamanya nama bagi Tuhan yang Esa dan tidak pernah digunakan ke atas sesiapa kecuali Tuhan yang Esa. Arab musyrikin mempunyai banyak ilah atau tuhan tetapi tiada satu pun yang dipanggil Allah.

Contoh kata-kata yang menggunakan kata Allah:

Allahu Akbar (الله أكبر) (Allah Maha Besar)
Bismillah (بسم الله ) (Dengan nama Allah)
Ya Allah (يا الله) (Wahai Allah)
Insya Allah (إن شاء الله) (Jika dikehendaki Allah)
Masya Allah (ما شاء الله) (Apa yang Allah kehendaki)
Subhan Allah (سبحان الله) (Maha Suci Allah)
Alhamdulillah (الحمد لله) (Pujian bagi Allah)
Allahu A`lam (الله أعلم) (Allah lebih mengetahui)
Jazaka Allahu Khairan (جزاك الله خيراً) (Semoga Allah membalas kamu dengan kebaikan)

Orang Islam tidak cuba menggambarkan Allah dalam apa cara sekalipun. Sebaliknya mereka hanya dituntut supaya beriman iaitu percaya dan membenarkan segala nama serta sifat Allah yang dinyatakan dalam nas-nas al-Quran dan Hadith yang jelas tanpa sebarang perincian, pengurangan, penyerupaan atau pengubahsuaian, sebaliknya beriman dengan semua nama dan sifat Allah yang telah dijelaskan sendiri oleh Allah dan RasulNya.

Apabila kita melihat kepada segala sesuatu yang bersifat terbatas, akan kita simpulkan bahawa semuanya tidak azali. Sebab bila bersifat azali (tidak berawal dan tidak berakhir), tentu tidak mempunyai keterbatasan. Dengan demikian jelaslah bahawa segala yang terbatas pasti diciptakan oleh sesuatu yang lain. Sesuatu yang lain inilah yang disebut Al-Khaliq. Dialah yang menciptakan manusia, hidup, dan alam semesta.

Dalam menentukan keberadaan Pencipta ini akan kita dapati tiga kemungkinan.

Pertama, Ia diciptakan oleh yang lain.
Kedua, Ia menciptakan diri-Nya sendiri.
Ketiga, Ia bersifat azali dan wajibul wujud.

Kemungkinan pertama bahawa Ia diciptakan oleh yang lain adalah kemungkinan yang bathil, tidak dapat diterima oleh akal. Kerana, bila benar demikian, tentu Ia bersifat terbatas. Begitu pula dengan kemungkinan kedua, yang menyatakan bahawa Ia menciptakan diri-Nya sendiri. Jika memang demikian bererti Dia sebagai makhluk dan Khaliq pada saat yang bersamaan. Suatu perkara yang jelas-jelas tidak dapat diterima. Oleh kerana itu, Al-Khaliq harus bersifat azali dan wajibul wujud. Dialah Allah SWT.

Sesungguhnya siapa saja yang mempunyai akal akan mampu membuktikan hanya dengan adanya benda-benda yang dapat diindera. Bahawa di balik benda-benda itu pasti terdapat Pencipta yang telah menciptakannya. Sebab, kenyataan menunjukkan bahawa semua benda itu bersifat serba kurang, sangat lemah, dan saling memerlukan. Ini saja sudah menunjukkan bahawa segala sesuatu yang ada hanyalah makhluk. Jadi untuk membuktikan adanya Al-Khaliq Yang Maha Pengatur, sebenarnya cukup hanya dengan mengarahkan perhatian manusia terhadap benda-benda yang ada di alam semesta, fenomena hidup, dan diri manusia sendiri. Dengan mengamati salah satu planet yang ada di alam semesta, atau dengan merenungi fenomena hidup, atau meneliti salah satu bagian dari diri manusia, akan kita dapati bukti nyata dan meyakinkan akan adanya Allah SWT.

Beriman kepada Allah adalah Rukun Iman yang pertama. Beriman kepada Allah merangkumi tiga aspek keimanan iaitu:

Tauhid Ar-Rububiyyah
Tauhid Al-Uluhiyyah
Tauhid Al-Asma' Was-Sifat
Tauhid Ar-Rububiyyah

Ia ialah pengesaan Allah dengan penciptaan, kerajaan dan pentadbiran; firman Allah: "Adakah lagi pencipta selain daripada Allah? Dia memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi. Tidak ada Tuhan melainkan Dia" [Fatir: 3], dan berfirman Allah: "Maka adakah sesiapa yang mencipta sama seperti sesiapa yang tidak mencipta? Maka tidakkah kamu semua ingat?" [An-Nahl: 17]

Tauhid Al-Uluhiyyah
Ia ialah pengesaan Allah dengan penyembahan [`ibadah], dengan hendaklah manusia tidak mengambil bersama Allah sesuatu pun yang disembahnya dan didekati kepadanya, sebagaimana dia menyembah Allah Ta`ala dan dia mendekat kepada-Nya, dan jenis inilah daripada tauhid yang orang-orang musyrikun telah sesat padanya, yang Nabi telah memerangi mereka dan menawan wanita-wanita, zuriat, harta, tanah dan negeri mereka, dan inilah tauhid yang dibangkitkan dengannya para rasul, dan diturunkan dengannya kitab-kitab.

Tauhid Al-Asma' Was-Sifat

Ia ialah pengesaan Allah dengan apa-apa yang dinamakan-Nya diri-Nya dengannya, dan disifatkan-Nya diri-Nya dengannya di dalam kitab-Nya, atau di atas lisan Rasulullah; dan hal itu ialah dengan mengisbatkan [mensabitkan, mengesahkan, berpegang dengan] apa-apa yang Allah – subhanahu wata`ala – sabitkannya untuk diri-Nya dengan tanpa pengubahsuaian dan tanpa pengabaian, dan dengan tanpa pindaan dan tanpa penyerupaan.

Contoh hal itu: Bahawa Allah telah menamakan diri-Nya dengan Al-Hayyi l-Qayyum [Yang Hidup, Yang Tertegak]; maka wajib ke atas kita untuk beriman dengan Al-Hayy bahawa ia satu nama daripada nama-nama Allah, dan wajib ke atas kita untuk beriman dengan apa-apa yang dikandungnya oleh nama ini daripada ciri; dan ia ialah kehidupan yang sempurna yang tidak didahuluï dengan tiada, dan tidak diikutinya kebinasaan.

Dan Allah telah menamakan dirinya dengan As-Sami`u l-`Alim [Yang Mendengar, Yang Mengetahuï]; maka wajib ke atas kita untuk beriman dengan As-Sami` sebagai satu nama daripada nama-nama Allah, dan dengan As-Sam`I satu sifat daripada sifat-sifat-Nya, dan dengan sesungguhnya dia Mendengar, dan itulah hukum yang dikehendakinya oleh nama itu dan sifat itu; maka sesungguhnya mendengar tanpa pendengaran atau pendengaran dengan tiada kebolehan mendengar, ini ialah sesuatu yang mustahil, dan di atas hal ini, maka qiyaskanlah. Ibnu `Usaymin Abi Malik Muhammad Bin Hamid Bin `Abdu l-Wahhab (2006/ 1427H). Masa'il Fi l-`Aqidah. Misr: Maktabah `Ibadi r-Rahman & Maktabah Al-`Ulumi Wal-Hikam.

Aqidah tauhid (monotheism) adalah aqidah yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul termasuklah Nabi Nuh, Ibrahim, Daud, Sulaiman, Musa dan Isa. Manakala Nabi Muhammad s.a.w adalah rasul terakhir yang menyempurnakan risalah aqidah tersebut kepada semua kalangan manusia tanpa mengira keturunan, bangsa, bahasa, budaya dan warna kulit.


Para penterjemah kitab Bible dan mubaligh Kristian terutama di dalam masyarakat yang majoritinya beragama Islam menggunakan perkataan "Allah" untuk merujuk kepada tuhan. Tindakan ini dipercayai untuk memudahkan penyebaran agama Kristian dan pemahaman di kalangan masyarakat tempatan.

Bagi umat Kristian Arab dan Indonesia tidak ada perkataan lain untuk 'Tuhan' selain 'Allah'. Arab Kristian misalnya menggunakan istilah-istilah Allāh al-ab (الله الآب) bermakna Tuhan yang Bapa, Allāh al-ibn (الله الابن) bermakna Tuhan yang Anak, dan Allāh al-rūḥ al qudus (الله الروح القدس) bermakna Tuhan yang Roh Kudus. Lihat Tuhan dalam agama Kristian untuk konsep Tuhan Kristian. Bagaimanapun di kalangan masyarakat Kristian Arab sendiri, mereka mula mengelakkan diri daripada menggunakan "Allah" bagi merujuk tuhan dan menggantikannya dengan "Al-Ilaah" untuk Tuhan dan "Rabb" untuk "Lord".

Penganut Kristian di negara barat pula menganggap tidak wajar memanggil nama Tuhan Kristian dengan nama "Allah" kerana doktrin keagamaan yang berbeza di antara orang Islam dan Kristian boleh membawa kepada kekeliruan. Malah sesetengah mereka mendakwa "Allah" berasal daripada Tuhan masyarakat pagan Arab (musyrikin Arab).

Allah mempunyai 99 nama dan 20 sifat yang wajib kita imani sebagai penganut Islam.

Asmaaul Husna 99 NAMA ALLAH.

1 al-Rahman الرحمن Maha Pengasih
2 al-Rahim الرحيم Maha Penyayang
3 al-Malik الملك Maha Merajai/Memerintah
4 al-Quddus القدوس Maha Suci
5 al-Salam السلام Maha Memberi Kesejahteraan
6 al-Mukmin المؤمن Yang Memberi Keamanan
7 al-Muhaimin المهيمن Maha Pemelihara
8 al-Aziz العزيز Maha Gagah
9 al-Jabbar الجبار Maha Perkasa
10 al-Mutakabbir المتكبر Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
11 al-Khaliq الخالق Maha Pencipta
12 al-Barik البارئ Yang Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
13 al-Musawwir المصور Yang Membentuk Rupa (makhluknya)
14 al-Ghaffar الغفار Maha Pengampun
15 al-Qahhar القهار Yang Memaksa
16 al-Wahhab الوهاب Maha Pemberi Kurnia
17 al-Razzaq الرزاق Maha Pemberi Rejeki
18 al-Fattah الفتاح Maha Pembuka Rahmat
19 al-Alim العليم Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20 al-Qabid القابض Yang Menyempitkan (makhluknya)
21 al-Basit الباسط Yang Melapangkan (makhluknya)
22 al-Khafid الخافض Yang Merendahkan (makhluknya)
23 al-Rafik الرافع Yang Meninggikan (makhluknya)
24 al-Muiz المعز Yang Memuliakan (makhluknya)
25 al-Muzil المذل Yang Menghinakan (makhluknya)
26 al-Samik السميع Maha Mendengar
27 al-Basir البصير Maha Melihat
28 al-Hakam الحكم Maha Menetapkan
29 al-Adl العدل Maha Adil
30 al-Latif اللطيف Maha Lembut
31 al-Khabir الخبير Maha Mengetahui Rahasia
32 al-Halim الحليم Maha Penyantun
33 al-Azim العظيم Maha Agung
34 al-Ghafur الغفور Maha Pengampun
35 al-Syakur الشكور Maha Pembalas Budi (Menghargai)
36 al-Ali العلى Maha Tinggi
37 al-Kabir الكبير Maha Besar
38 al-Hafiz الحفيظ Maha Menjaga
39 al-Muqit المقيت Maha Pemberi Kecukupan
40 al-Hasib الحسيب Maha Membuat Perhitungan
41 al-Jalil الجليل Maha Mulia
42 al-Karim الكريم Maha Pemurah
43 al-Raqib الرقيب Maha Mengawasi
44 al-Mujib المجيب Maha Mengabulkan
45 al-Wasik الواسع Maha Luas
46 al-Hakim الحكيم Maka Bijaksana
47 al-Wadud الودود Maha Pencinta
48 al-Majid المجيد Maha Mulia
49 al-Bais الباعث Maha Membangkitkan
50 al-Syahid الشهيد Maha Menyaksikan
51 al-Haq الحق Maha Benar
52 al-Wakil الوكيل Maha Memelihara
53 al-Qawi القوى Maha Kuat
54 al-Matin المتين Maha Teguh
55 al-Wali الولى Maha Melindungi
56 al-Hamid الحميد Maha Terpuji
57 al Muhsi المحصى Maha Menghitung
58 al-Mubdik المبدئ Maha Memulai
59 al-Muid المعيد Maha Mengembalikan Kehidupan
60 al-Muhyi المحيى Maha Menghidupkan
61 al-Mumit المميت Maha Mematikan
62 al-Hai الحي Maha Hidup
63 al-Qayyum القيوم Maha Mandiri
64 al-Wajid الواجد Maha Penemu
65 al-Majid الماجد Maha Mulia
66 al-Wahid الواحد Maha Esa
67 al-Ahad الاحد Maha Esa
68 al-Samad الصمد Tempat Meminta
69 al-Qadir القادر Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70 al-Muqtadir المقتدر Maha Berkuasa
71 al-Muqaddim المقدم Maha Mendahulukan
72 al-Muakhir المؤخر Maha Mengakhirkan
73 al-Awwal الأول Maha Awal (Alfa)
74 al-Akhir الأخر Maha Akhir (Omega)
75 al-Zahir الظاهر Maha Nyata
76 al-Batin الباطن Maha Ghaib
77 al-Wali الوالي Maha Memerintah
78 al-Mutaali المتعالي Maha Tinggi
79 al-Bar البر Maha Penderma
80 al-Tawwab التواب Maha Penerima Taubat
81 al-Muntaqim المنتقم Maha Penyiksa
82 al-Afu العفو Maha Pemaaf
83 al-Rauf الرؤوف Maha Pengasih
84 Malik al-Mulk مالك الملك Penguasa Kerajaan (Semesta)
85 Zu al-Jalal wa al-Ikram ذو الجلال و الإكرام Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86 al-Muqsit المقسط Maha Adil
87 al-Jamik الجامع Maha Mengumpulkan
88 al-Ghani الغنى Maha Berkecukupan
89 al-Mughni المغنى Maha Memberi Kekayaan
90 al-Manik المانع Maha Mencegah
91 al-Dar الضار Maha Memberi Derita
92 al-Nafik النافع Maha Memberi Manfaat
93 al-Nur النور Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94 al-Hadi الهادئ Maha Pemberi Petunjuk
95 al-Badik البديع Maha Pencipta
96 al-Baqi الباقي Maha Kekal
97 al-Waris الوارث Maha Pewaris
98 al-Rasyid الرشيد Maha Pandai
99 al-Sabur الصبور Maha Sabar

SIFAT 20 ALLAH SWT
Wujud ﻭﺟﻮﺩ Ada
Qidam ﻗﺪﻡ Sedia
Baqa ﺑﻘﺎﺀ Kekal
Mukhalafatuhu lilhawadith ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ Bersalahan Allah Ta'ala dengan segala yang baharu.- tidak serupa dengan selain Allah.
Qiamuhu binafsih ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻨﻔﺴﻪ Berdiri-Nya dengan sendiri
Wahdaniat ﻭﺣﺪﺍﻧﻴﺔ Esa Allah Ta'ala pada dzat,pada sifat dan pada perbuatan
Qudrat ﻗﺪﺭﺓ Berkuasa
Iradat ﺇﺭﺍﺩﺓ Berkehendak menentukan
Ilmu ﻋﻠﻢ Mengetahui
Hayat ﺣﻴﺎﺓ Hidup
Sama' ﺳﻤﻊ Mendengar
Basar ﺑﺼﺮ Melihat
Kalam ﻛﻼ ﻡ Berkata-kata
Kaunuhu qaadiran ﻛﻮﻧﻪ ﻗﺎﺩﺭﺍ Keadaan-Nya yang berkuasa
Kaunuhu muriidan ﻛﻮﻧﻪ ﻣﺮﻳﺪﺍ Keadaan-Nya yang berkehendak menentukan
Kaunuhu 'aliman ﻛﻮﻧﻪ ﻋﺎﻟﻤﺎ Keadaan-Nya yang mengetahui
Kaunuhu hayyan ﻛﻮﻧﻪ ﺣﻴﺎ Keadaan-Nya yang hidup
Kaunuhu sami'an ﻛﻮﻧﻪ ﺳﻤﻴﻌﺎ Keadaan-Nya yang mendengar Ma'nawiyah
Kaunuhu basiiran ﻛﻮﻧﻪ ﺑﺼﻴﺭﺍ Keadaan-Nya yang melihat
Kaunuhu mutakalliman ﻛﻮﻧﻪ ﻣﺘﻜﻠﻤﺎ Keadaan-Nya yang berkata-kata

INILAH ALLAH, TUHAN SELURUH ALAM...(YANG ISLAM, BUKAN ISLAM DAN SELURUH JENIS MAKHLUK)

1 ulasan:

Almanhaj berkata...

"NAMA Allah TIDAK TERBATAS. Demikian pula sifat-Nya. Karena
setiap nama pasti mengandung sifat, berarti sifat Allah juga tidak terbatas".

Selengkapnya: Lihat link sumber!!!


Kesimpulannya bahwa nama Allah tidak terbatas. Demikian pula sifat-Nya. Karena
setiap nama pasti mengandung sifat, berarti sifat Allah juga tidak terbatas.
Ibnul Qoyyim berkata: “Allah mempunyai nama-nama dan sifat yang disimpan pada
ilmu ghoib di sisi-Nya. Tidak ada yang mengetahuinya, baik itu malaikat yang
dekat dengan Allah atau nabi yang diutus, seperti disebutkan dalam hadits
shohih: Aku mohon kepada-Mu dengan seluruh asma-Mu yang telah Engkau namakan
untuk diri-Mu atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada
salah seorang dari hamba-Mu, atau masih dalam rahasia ghoib pada-Mu yang Engkau
sendiri mengetahuinya”.[Al Qowa’idul Muhimmat fil Asma’ Was Sifat, hal.32]

Sumber:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/8670