The Alien - Link Select

Selasa, 12 Oktober 2010

QUR'AN

Ada seorang saudara dari umat kristen bertanya, apakah Qur'an itu adalah firman Tuhan 100%... maka saya jawab sudah tentu 200% adalah firman Allah SWT... saya menjawab dengan berdasarkan Qur'an dan kemudian saya bertanya dengan soalan yang sama...apakah Kitab Bible itu firman Tuhan??? dia menjawab...YA! maka saya kata kepada dia... Kitab Bible bukan lagi firman Allah... banyakhal di dalamnya yang sudah berubah dan diubah oleh tangan2 manusia dari bani Israel yang keras kepala dan bodoh2 sikapnya... tetapi saudara ini tidak mahu kalah... malah terus menerus menyerang dengan hujah yang sama... sambil memberikan ayat2 Qur'an yang dipotong2nya...dan langsung tidak lengkap...(nampak sangat kebdohannya tentang Qur'an...) sedikit di sini saya mengemukakan artikel tentang Qur'an yangs aya kutip dari web2 lain... bagi saya Qur'an itu terbahagi kepada beberapa bahagian..

-Qur'an Al-Furqaan (Khusus untuk Nabi Muhammad dan seluruh umat Islam)
-Suhuf-Suhuf atau lembaran-lembaran(diturunkan buat Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Nuh, Nabi idris dan lalin-lain nabi Allah..)
-Taurat (diturunkan kepada nabi Musa a.s dan mengkhabarkan tentang kedatang Nabi Muhammad.
-Zabur (diturunkan kepada Nabi Daud a.s- kata-kata pujian dna nyayian untuk memuja dan memuji Allah SWT.)
-Injil (Khabar gembira)- diturunkan kepada Nabi Isa a.s. mengajar tentang tauhid dankasih sayang serta mengkhabarkan kedatang nabi Muhammad sebagai nabi akhir zaman-pelengkap ajaran Islam yang bermula dari Nabi Adam sehingga Nabi Muhammad SAW.

kesemua kitab2 itu disatukan menjadi Qur'an hari ini... mari kita mengenali kitab ini...

Al-Qur’ān adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril. Dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-'Alaq ayat 1-5.

Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti "bacaan" atau "sesuatu yang dibaca berulang-ulang". Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara'a yang artinya membaca. Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur'an sendiri yakni pada ayat 17 dan 18 Surah Al-Qiyamah yang artinya:

“Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan} bacaannya”.(75:17-75:18)

Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut:

“Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir, membacanya termasuk ibadah”.

Adapun Muhammad Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut:

"Al-Qur'an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas"

Dengan definisi tersebut di atas sebagaimana dipercayai Muslim, firman Allah yang diturunkan kepada Nabi selain Nabi Muhammad SAW, tidak dinamakan Al-Qur’an seperti Kitab Taurat yang diturunkan kepada umat Nabi Musa AS atau Kitab Injil yang diturunkan kepada umat Nabi Isa AS. Demikian pula firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah, seperti Hadits Qudsi, tidak termasuk Al-Qur’an.
Kemurnian Kitab Al-Quran ini dijamin langsung oleh Allah, yaitu Dzat yang menciptakan dan menurunkan Al-Quran itu sendiri. Dan pada kenyataannya kita bisa melihat, satu-satu kitab yang mudah dipelajari bahkan sampai dihafal oleh beribu-ribu umat Islam.

Dalam Al-Qur'an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur'an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya:

Al-Kitab, QS(2:2),QS (44:2)
Al-Furqan (pembeda benar salah): QS(25:1)
Adz-Dzikr (pemberi peringatan): QS(15:9)
Al-Mau'idhah (pelajaran/nasehat): QS(10:57)
Al-Hukm (peraturan/hukum): QS(13:37)
Al-Hikmah (kebijaksanaan): QS(17:39)
Asy-Syifa' (obat/penyembuh): QS(10:57), QS(17:82)
Al-Huda (petunjuk): QS(72:13), QS(9:33)
At-Tanzil (yang diturunkan): QS(26:192)
Ar-Rahmat (karunia): QS(27:77)
Ar-Ruh (ruh): QS(42:52)
Al-Bayan (penerang): QS(3:138)
Al-Kalam (ucapan/firman): QS(9:6)
Al-Busyra (kabar gembira): QS(16:102)
An-Nur (cahaya): QS(4:174)
Al-Basha'ir (pedoman): QS(45:20)
Al-Balagh (penyampaian/kabar) QS(14:52)
Al-Qaul (perkataan/ucapan) QS(28:51)

Surat, ayat dan ruku'
Al-Qur'an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama surah (surat). Setiap surat akan terdiri atas beberapa ayat, di mana surat terpanjang dengan 286 ayat adalah surat Al Baqarah dan yang terpendek hanya memiliki 3 ayat yakni surat Al Kautsar, An-Nasr dan Al-‘Așr. Surat-surat yang panjang terbagi lagi atas sub bagian lagi yang disebut ruku' yang membahas tema atau topik tertentu.

Surah Makkiyah dan Madaniyah
Sedangkan menurut tempat diturunkannya, setiap surat dapat dibagi atas surat-surat Makkiyah (surat Mekkah) dan Madaniyah (surat Madinah). Pembagian ini berdasarkan tempat dan waktu penurunan surat dan ayat tertentu di mana surat-surat yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah digolongkan surat Makkiyah sedangkan setelahnya tergolong surat Madaniyah.

Surat yang turun di Makkah pada umumnya suratnya pendek-pendek, menyangkut prinsip-prinsip keimanan dan akhlaq, panggilannya ditujukan kepada manusia. Sedangkan yang turun di Madinah pada umumnya suratnya panjang-panjang, menyangkut peraturan-peraturan yang mengatur hubungan seseorang dengan Tuhan atau seseorang dengan lainnya (syari'ah). Pembagian berdasar fase sebelum dan sesudah hijrah ini lebih tepat, sebab ada surat Madaniyah yang turun di Mekkah.

Juz dan manzil
Dalam skema pembagian lain, Al-Qur'an juga terbagi menjadi 30 bagian dengan panjang sama yang dikenal dengan nama juz. Pembagian ini untuk memudahkan mereka yang ingin menuntaskan bacaan Al-Qur'an dalam 30 hari (satu bulan). Pembagian lain yakni manzil memecah Al-Qur'an menjadi 7 bagian dengan tujuan penyelesaian bacaan dalam 7 hari (satu minggu). Kedua jenis pembagian ini tidak memiliki hubungan dengan pembagian subjek bahasan tertentu.
Menurut ukuran surat
Kemudian dari segi panjang-pendeknya, surat-surat yang ada didalam Al-Qur’an terbagi menjadi empat bagian, yaitu:

As Sab’uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Yaitu Surat Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisaa’, Al-A’raaf, Al-An’aam, Al Maa-idah dan Yunus
Al Miuun (seratus ayat lebih), seperti Hud, Yusuf, Mu'min dan sebagainya
Al Matsaani (kurang sedikit dari seratus ayat), seperti Al-Anfaal, Al-Hijr dan sebagainya
Al Mufashshal (surat-surat pendek), seperti Adh-Dhuha, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan sebagainya.

Al-Qur'an memberikan dorongan yang besar untuk mempelajari sejarah dengan secara adil, objektif dan tidak memihak[2]. Dengan demikian tradisi sains Islam sepenuhnya mengambil inspirasi dari Al-Qur'an, sehingga umat Muslim mampu membuat sistematika penulisan sejarah yang lebih mendekati landasan penanggalan astronomis.

Al-Qur'an tidak turun sekaligus. Al-Qur'an turun secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah. Periode Mekkah berlangsung selama 12 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat Makkiyyah. Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat Madaniyah.

Penulisan Al-Qur'an dan perkembangannya
Penulisan (pencatatan dalam bentuk teks) Al-Qur'an sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Kemudian transformasinya menjadi teks yang dijumpai saat ini selesai dilakukan pada zaman khalifah Utsman bin Affan.

Pengumpulan Al-Qur'an di masa Rasullulah SAW
Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur'an yakni Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab. Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan. Media penulisan yang digunakan saat itu berupa pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Di samping itu banyak juga sahabat-sahabat langsung menghafalkan ayat-ayat Al-Qur'an setelah wahyu diturunkan.

Pengumpulan Al-Qur'an di masa Khulafaur Rasyidin
Pada masa pemerintahan Abu Bakar
Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, terjadi beberapa pertempuran (dalam perang yang dikenal dengan nama perang Ridda) yang mengakibatkan tewasnya beberapa penghafal Al-Qur'an dalam jumlah yang signifikan. Umar bin Khattab yang saat itu merasa sangat khawatir akan keadaan tersebut lantas meminta kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur'an yang saat itu tersebar di antara para sahabat. Abu Bakar lantas memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai koordinator pelaksaan tugas tersebut. Setelah pekerjaan tersebut selesai dan Al-Qur'an tersusun secara rapi dalam satu mushaf, hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar. Abu Bakar menyimpan mushaf tersebut hingga wafatnya kemudian mushaf tersebut berpindah kepada Umar sebagai khalifah penerusnya, selanjutnya mushaf dipegang oleh anaknya yakni Hafsah yang juga istri Nabi Muhammad SAW.

Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan
Pada masa pemerintahan khalifah ke-3 yakni Utsman bin Affan, terdapat keragaman dalam cara pembacaan Al-Qur'an (qira'at) yang disebabkan oleh adanya perbedaan dialek (lahjah) antar suku yang berasal dari daerah berbeda-beda. Hal ini menimbulkan kekhawatiran Utsman sehingga ia mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar (menyalin mushaf yang dipegang Hafsah) yang ditulis dengan sebuah jenis penulisan yang baku. Standar tersebut, yang kemudian dikenal dengan istilah cara penulisan (rasam) Utsmani yang digunakan hingga saat ini. Bersamaan dengan standarisasi ini, seluruh mushaf yang berbeda dengan standar yang dihasilkan diperintahkan untuk dimusnahkan (dibakar). Dengan proses ini Utsman berhasil mencegah bahaya laten terjadinya perselisihan di antara umat Islam di masa depan dalam penulisan dan pembacaan Al-Qur'an.

Mengutip hadist riwayat Ibnu Abi Dawud dalam Al-Mashahif, dengan sanad yang shahih:

Suwaid bin Ghaflah berkata, "Ali mengatakan: Katakanlah segala yang baik tentang Utsman. Demi Allah, apa yang telah dilakukannya mengenai mushaf-mushaf Al Qur'an sudah atas persetujuan kami. Utsman berkata, 'Bagaimana pendapatmu tentang isu qira'at ini? Saya mendapat berita bahwa sebagian mereka mengatakan bahwa qira'atnya lebih baik dari qira'at orang lain. Ini hampir menjadi suatu kekufuran'. Kami berkata, 'Bagaimana pendapatmu?' Ia menjawab, 'Aku berpendapat agar umat bersatu pada satu mushaf, sehingga tidak terjadi lagi perpecahan dan perselisihan.' Kami berkata, 'Pendapatmu sangat baik'."

Menurut Syaikh Manna' Al-Qaththan dalam Mahabits fi 'Ulum Al Qur'an, keterangan ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Utsman telah disepakati oleh para sahabat. Demikianlah selanjutnya Utsman mengirim utusan kepada Hafsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya. Lalu Utsman memanggil Zaid bin Tsabit Al-Anshari dan tiga orang Quraish, yaitu Abdullah bin Az-Zubair, Said bin Al-Ash dan Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam. Ia memerintahkan mereka agar menyalin dan memperbanyak mushaf, dan jika ada perbedaan antara Zaid dengan ketiga orang Quraish tersebut, hendaklah ditulis dalam bahasa Quraish karena Al Qur'an turun dalam dialek bahasa mereka. Setelah mengembalikan lembaran-lembaran asli kepada Hafsah, ia mengirimkan tujuh buah mushaf, yaitu ke Mekkah, Syam, Yaman, Bahrain, Bashrah, Kufah, dan sebuah ditahan di Madinah (mushaf al-Imam).

Upaya penerjemahan dan penafsiran Al Qur'an
Upaya-upaya untuk mengetahui isi dan maksud Al Qur'an telah menghasilkan proses penerjemahan (literal) dan penafsiran (lebih dalam, mengupas makna) dalam berbagai bahasa. Namun demikian hasil usaha tersebut dianggap sebatas usaha manusia dan bukan usaha untuk menduplikasi atau menggantikan teks yang asli dalam bahasa Arab. Kedudukan terjemahan dan tafsir yang dihasilkan tidak sama dengan Al-Qur'an itu sendiri.

Terjemahan Al-Qur'an adalah hasil usaha penerjemahan secara literal teks Al-Qur'an yang tidak dibarengi dengan usaha interpretasi lebih jauh. Terjemahan secara literal tidak boleh dianggap sebagai arti sesungguhnya dari Al-Qur'an. Sebab Al-Qur'an menggunakan suatu lafazh dengan berbagai gaya dan untuk suatu maksud yang bervariasi; kadang-kadang untuk arti hakiki, kadang-kadang pula untuk arti majazi (kiasan) atau arti dan maksud lainnya.

Upaya penafsiran Al-Qur'an telah berkembang sejak semasa hidupnya Nabi Muhammad, saat itu para sahabat tinggal menanyakan kepada sang Nabi jika memerlukan penjelasan atas ayat tertentu. Kemudian setelah wafatnya Nabi Muhammad hingga saat ini usaha menggali lebih dalam ayat-ayat Al-Qur'an terus berlanjut. Pendekatan (metodologi) yang digunakan juga beragam, mulai dari metode analitik, tematik, hingga perbandingan antar ayat. Corak yang dihasilkan juga beragam, terdapat tafsir dengan corak sastra-bahasa, sastra-budaya, filsafat dan teologis bahkan corak ilmiah.

Adab Terhadap Al-Qur'an
Ada dua pendapat mengenai hukum menyentuh Al-Qur'an terhadap seseorang yang sedang junub, perempuan haid dan nifas. Pendapat pertama mengatakan bahwa jika seseorang sedang mengalami kondisi tersebut tidak boleh menyentuh Al-Qur'an sebelum bersuci. Sedangkan pendapat kedua mengatakan boleh dan sah saja untuk menyentuh Al-Qur'an, karena tidak ada dalil yang menguatkannya.[3]

[sunting] Pendapat pertama
Sebelum menyentuh sebuah mushaf Al-Qur'an, seorang Muslim dianjurkan untuk menyucikan dirinya terlebih dahulu dengan berwudhu. Hal ini berdasarkan tradisi dan interpretasi secara literal dari surat Al Waaqi'ah ayat 77 hingga 79.


Terjemahannya antara lain:56-77. Sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia, 56-78. pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), 56-79. tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (56:77-56:79)
Penghormatan terhadap teks tertulis Al-Qur'an adalah salah satu unsur penting kepercayaan bagi sebagian besar Muslim. Mereka memercayai bahwa penghinaan secara sengaja terhadap Al Qur'an adalah sebuah bentuk penghinaan serius terhadap sesuatu yang suci. Berdasarkan hukum pada beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim, hukuman untuk hal ini dapat berupa penjara kurungan dalam waktu yang lama dan bahkan ada yang menerapkan hukuman mati.

Pendapat kedua
Pendapat kedua mengatakan bahwa yang dimaksud oleh surat Al Waaqi'ah di atas ialah: "Tidak ada yang dapat menyentuh Al-Qur’an yang ada di Lauhul Mahfudz sebagaimana ditegaskan oleh ayat yang sebelumnya (ayat 78) kecuali para Malaikat yang telah disucikan oleh Allah." Pendapat ini adalah tafsir dari Ibnu Abbas dan lain-lain sebagaimana telah diterangkan oleh Al-Hafidzh Ibnu Katsir di tafsirnya. Bukanlah yang dimaksud bahwa tidak boleh menyentuh atau memegang Al-Qur’an kecuali orang yang bersih dari hadats besar dan hadats kecil.

Pendapat kedua ini menyatakan bahwa jikalau memang benar demikian maksudnya tentang firman Allah di atas, maka artinya akan menjadi: Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali mereka yang suci/bersih, yakni dengan bentuk faa’il (subyek/pelaku) bukan maf’ul (obyek). Kenyataannya Allah berfirman : Tidak ada yang menyentuhnya (Al-Qur’an) kecuali mereka yang telah disucikan, yakni dengan bentuk maf’ul (obyek) bukan sebagai faa’il (subyek).

“Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang suci” Yang dimaksud oleh hadits di atas ialah : Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali orang mu’min, karena orang mu’min itu suci tidak najis sebagaimana sabda Muhammad. “Sesungguhnya orang mu’min itu tidak najis”

Hubungan dengan kitab-kitab lain
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hubungan Al-Qur'an dengan kitab lain
Berkaitan dengan adanya kitab-kitab yang dipercayai diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Muhammad SAW dalam agama Islam (Taurat, Zabur, Injil, lembaran Ibrahim), Al-Qur'an dalam beberapa ayatnya menegaskan posisinya terhadap kitab-kitab tersebut. Berikut adalah pernyataan Al-Qur'an yang tentunya menjadi doktrin bagi ummat Islam mengenai hubungan Al-Qur'an dengan kitab-kitab tersebut:

Bahwa Al-Qur'an menuntut kepercayaan ummat Islam terhadap eksistensi kitab-kitab tersebut. QS(2:4)
Bahwa Al-Qur'an diposisikan sebagai pembenar dan batu ujian (verifikator) bagi kitab-kitab sebelumnya. QS(5:48)
Bahwa Al-Qur'an menjadi referensi untuk menghilangkan perselisihan pendapat antara ummat-ummat rasul yang berbeda. QS(16:63-64)
Bahwa Al-Qur'an meluruskan sejarah. Dalam Al-Qur'an terdapat cerita-cerita mengenai kaum dari rasul-rasul terdahulu, juga mengenai beberapa bagian mengenai kehidupan para rasul tersebut. Cerita tersebut pada beberapa aspek penting berbeda dengan versi yang terdapat pada teks-teks lain yang dimiliki baik oleh Yahudi dan Kristen.

Demikianlah serba sedikit tentang Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW - sebuah kitab teragung dari Allah SWT untuk seluruh manusia dan Jin...

Isnin, 11 Oktober 2010

SIAPA AHMAD DEEDAT???


Sheikh Ahmed Hoosen Deedat Al-Hafiz (lahir 1 Julai 1918 – meninggal 8 Ogos 2005 pada umur 87 tahun) adalah seorang cendekiawan Muslim dalam bidang perbandingan agama (comparative religion). Beliau juga merupakan seorang pengarang, pensyarah, dan juga pemidato. Beliau dikenali dunia sebagai salah seorang pakar pembicara yang amat handal khususnya dalam sesi perdebatan umum yang memerihalkan tentang masalah keagamaan Islam bersama agama-agama lain. Pada tahun 1957, Deedat bersama dua orang temannya telah mendirikan Islamic Propagation Centre International (IPCI) dan beliau telah menjadi Presidennya sehingga tahun 1996. Deedat meninggal dunia pada tahun 2005akibat mengalami angin ahmar yang telah dideritanya sejak tahun 1996.

Ahmed Hoosen Deedat dilahirkan di daerah Surat, India, pada tahun 1918. Beliau tidak dapat kekal bersama dengan ayahnya sehingga tahun 1926. Ayahnya adalah seorang penjahit, akibat dari profesinya itu (ayah Deedat) telah berhijrah / berimigrasi ke Afrika Selatan tidak lama setelah kelahiran Ahmed Deedat.

Tanpa pendidikan formal dan untuk menghindari dari kemiskinan yang amat larat, Ahmed Deedat telah pergi ke Afrika Selatan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik bersama ayahnya pada tahun 1927. Perpisahan Deedat dengan ibunya pada tahun kepergiannya ke Afrika Selatan untuk menyusul ayahnya itu adalah saat terakhir ia bertemu ibunya dalam hidupnya kerana ibunya telah meninggal dunia beberapa bulan kemudian (dari tarikh penghijrahan Deedat bersama ayahnya ke Afrika Selatan).

Di negeri yang asing, seorang anak lelaki kecil berusia 9 tahun tanpa berbekal pendidikan formal dan penguasaan bahasa Inggeris telah mula menyiapkan peran yang harus dimainkannya berpuluh-puluh tahun kemudian tanpa disedarinya.

Dengan ketekunannya dalam belajar, anak laki-laki kecil tersebut (yakni Deedat) tidak hanya dapat mengatasi hambatan bahasa asing, tetapi juga unggul di sekolahnya. Kegemaran dan hobi Deedat dalam membaca telah menolongnya untuk memudahkan dirinya mendapatkan promosi pendidikan sehingga beliau tamat pendidikan pada darjah 6. Kekurangnya pembiayaan pelajaran menyebabkan sekolahnya tertunda dan di awal usia 16 tahun untuk pertama kalinya ia bekerja dalam bidang retail (eceran).

Yang terpenting sekali adalah pada tahun 1936, sewaktu beliau bekerja di kedai / toko Muslim berdekatan sebuah sekolah menengah Kristian di pantai selatan Natal. Penghinaan yang tidak henti-henti dari siswa Misionaris menantang Islam selama kunjungan mereka ke toko Muslim telah menanamkan keinginan beliau yang membara untuk melakukan aksi menghentikan propaganda Kristian yang salah itu.

Ahmed Deedat telah berjaya menemukan sebuah buku berjudul Izharul-Haq yang bererti mengungkapkan kebenaran. Buku ini berisi teknik-teknik dan keberhasilan usaha-usaha umat Islam di India yang sangat besar dalam membalas gangguan Misionaris Kristian selama penaklukan Inggeris dan pemerintahan India. Secara khusus, idea untuk menangani debat telah berpengaruh besar dalam jiwa dan diri Ahmed Deedat. Ahmed Deedat juga turut menghafaz Al-Quran sehinggakan beliau digelar Al-Hafiz.

Beberapa minggu setelah itu, Ahmed Deedat membeli Injil pertamanya dan mula melakukan debat dan diskusi dengan siswa-siswa misionaris. Ketika siswa misionaris tersebut mundur dalam menghadapi argumen balik Ahmed Deedat, secara peribadi telah memanggil guru teologi Kristian kepada siswa-siswa misionaris untuk berdebat bersamanya, bahkan pendeta-pendeta Kristian di daerah tersebut juga turut diajak berdebat bersama Deedat.

Keberhasilan-keberhasilan ini telah memacu Ahmed Deedat untuk berdakwah. Bahkan perkahwinan, kelahiran anak, dan persinggahan sebentar selama tiga tahun ke Pakistan sesudah kemerdekaannya tidak mengurangi keinginannya untuk membela Islam dari penyimpangan-penyimpangan yang memperdayakan hasil dari para misionaris Kristian yang tidak bertanggungjawab.

Dengan semangat misionaris untuk menyebarkan agama Islam, Ahmed Deedat telah membenamkan dirinya pada sekumpulan kegiatan lebih dari tiga dekad yang akan datang. Beliau memimpin kelas bagi matapelajaran Injil dan memberi sejumlah kuliah ilmu. Beliau mendirikan As-Salaam, sebuah institut untuk melatih para pendakwah Islam. Ahmed Deedat, bersama-sama dengan keluarganya, hampir seorang diri mendirikan bangunan-bangunan termasuk Masjid yang masih dikenali sehingga saat ini.

Ahmed Deedat adalah anggota paling awal yang menganggotai Islamic Propagation Centre International (IPCI) dan menjadi Presidennya, sebuah posisi yang dipegangnya sampai tahun 1996. Ia menerbitkan lebih dari 20 buku dan menyebarkan berjuta-juta salinan secara percuma. Ahmed Deedat mengirim beribu-ribu materi kuliah ke seluruh dunia dan mendebat dengan pengabar-pengabar Injil pada debat umum. Beribu orang telah memeluk Islam atas rahmat Allah serta hasil usahanya yang tidak pernah mengenal erti penat lelah.

Sebagai penghargaan yang tertinggi untuk prestasinya yang bersejarah itu, beliau telah dianugerahkan penghargaaan antarabangsa dari Raja Faisal pada tahun 1986. Penghargaan bergengsi yang sangat berharga dalam dunia Islam.

Sisa sembilan tahun usia hidupnya, Ahmed Deedat hanya boleh berbaring di tempat tidurnya di Verulam, Afrika Selatan. Dan akhirnya pada 8 Ogos 2005, beliau telah menghembuskan nafasnya yang terakhir di rumahnya di Trevennen Road di Verulam, provinsi KwaZulu-Natal, Durban. Beribu orang yang kebanyakan dari umat Islam telah berhimpun dirumahnya dan menunaikan Solat jenazah untuknya. Lantas jasad beliau dimakamkan di pemakaman Verulam.

Buku The Choice: Dialog Islam-Kristian adalah buku antara paling terlaris dijual didunia yang ditulis oleh Ahmed Deedat. Buku ini telah disebarkan secara meluas ke Afrika Selatan hingga ke Eropah, Asia, Oceania, bahkan Amerika Utara dan Selatan.

Dalam buku ini Deedat mengupas tentang perbezaan antara Islam dan Kristian. Beliau mengupas habis-habisan beberapa kesalahan yang beliau temukan dalam Alkitab baik dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Berkat usaha penulisan dan penerbitan buku ini pula, beberapa tokoh Kristian telah memeluk Islam. Diantaranya adalah Kenneth Jenkins (sekarang berganti nama menjadi Abdullah al-Faruq) dan mantan misionaris Gary Miller (sekarang namanya adalah Abdul-Ahad Omar).

Terdapat juga naskah pita kaset rakaman suara yang diterjemahkan dari bahasa Inggeris ke bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Da'i dengan judul Benarkah Jesus Tuhan: Debat Kontemporer Ahmed Deedat vs Dr Anis Shorosh. Pita kaset rakaman ini diambil dari suatu sesi perdebatan berprestij antara Ahmed Deedat(sebagai pendebat Islam) dan Dr Anis Shorosh (sebagai pendebat Kristian) pada tahun 1985. Perdebatan telah berlaku di Dewan Utama Royal Albert Hall, London, Britain. Beribu pendengar telah hadir ke dalam sesi perdebatan antaranya adalah Yusuf Islam. Hasil sesi perdebatan tersebut telah berjaya mengajak lebih banyak masyarakat dunia khususnya masyarakat London untuk memahami Islam secara lebih mendalam.

NABI MUHAMMAD S.A.W. DALAM KITAB-KITAB AGAMA BESAR DUNIA!

Kelahiran Nabi Muhammad sebagai Nabi Akhir Zaman telah terlebih dahulu diramalkan oleh banyak kitab-kitab agama orang-orang lama zaman itu. Kitab-kitab agama itu termasuklah kitab-kitab Vida, Dasatir dan Injil (Bible). Kenyataan-kenyataan tentang ramalan-ramalan di dalam kitab-kitab agama itu lazimnya disebut sebagai "Khabar Gembira . Orang-orang Islam adalah memegang teguh keterangan-keterangan ini. Kenyataan-kenyataan ramalan yang dimaksudkan tersebut adalah sebagai berikut:NABI

MUHAMMAD DALAM KITAB HINDU
KITAB VIDA DAN DASATIR

Salah sebuah kitab agama Hindu yang terkenal ialah kitab Sama Vida. Dalam perenggan 6 dan 8 penggal 11 kitab tersebut ada menyatakan keterangan deinikian.

"Ahmad (Muhammad) menerima syariat daripada Tuhannya, sedang syariat itu penuh hikmat dan ia (syariat) mengambil cahaya daripada Tuhan sebahagian ia (cahaya) diambil daripada matahari.

Sementara itu pula di dalam kitab Dasatir salah sebuah kitab suci agama Zoroaster (Zoroastrianism) iaitu kitab agama orang-orang Parsi purba ada menyebut seperti berikut:

"Bahawa umat Zoroaster ketika mereka membuang agama mereka, mereka menjadi hina dan lemah, kemudian bangkitlah seorang di Tanah Arab menewaskan pengikutnya (pengikut-pengikut Zoroaster) dan orang-orang Parsi dan menundukkan pula orang-orang Parsi yang sombong. Selepas daripada api dalam kuil-kuil mereka, mereka mengarahkan pula muka mereka ke arah Kaabah Ibrahim yang telah dibersihkan daripada berhala-berhala, ketika itu mereka menjadi pengikut-pengikut bagi Nabi (Muhammad) yang menjadi rahmat bagi seluruh alam, dan menguasai orang-orang Parsi, menakluki Madain, Tus dan Balk iaitu tempat suci bagi orang-orang Zoroaster dan yang berjiran dengan mere ka. Dan Nabi mereka sesungguhnya adalah bijak bercakap, ia bercakap dengan mukjizat-mukjizat.

Kitab-kitab tersebut adalah merupakan kitab-kitab yang sangat dihormati dan disanjung tinggi oleh penganut-penganutnya. Ramalan-ramalan dalam kitab-kitab tersebut kemudiannya telah menjadi kenyataan. Nabi Muhammad sebagaimana yang dipaparkan dalam kitab-kitab itu kemudiannya telah lahir, membuka fikiran manusia ke sinaran yang terang benderang.

1. Didalam ramalan Prophecy Hindus Purana (Buku suci hindu) telah dinukilkan bahawa Kalki Avatar adalah pesuruh tuhan yang terakhir dimuka bumi ini untuk pertunjuk bagi seluruh dunia dan seluruh manusia dialam ini. Alqur'an telah memberitahu bahawa Nabi Muhammad s.a.w. adalah nabi yang terakhir buat pertunjuk seisi alam termasuk Jin dan manusia.

2. Menuruk ramalan ugama hindu, kelahiran Kalki Avatar akan berlaku disuatu tempat menyerupai pulau (negeri dikelilingi padang pasir) dan mengikut ugama hindu ianya di kawasan bumi Arab.

3. Didalam buku hindu, nama bapa dan emak Kalki Avatar dikenali sebagai VISHNUBHAGAT dan SUMAANI. Jika kita lihat makna bagi kedua nama tersebut, akan kedapatan sesuatu yang menarik untuk direnungi. Lihat, VISHNUBHAGAT = Vishnu beerti tuhan + Bhagat beerti hamba, diterjemah dalam bahasa arab, tuhan itu ALLAH + hamba itu Abdul = Dicantumkan akan menjadi ABDULLAH (bapa kepada Nabi Muhammad s.a.w) Manakala SUMAANI beerti aman atau tenang yang didalam bahasa arab AMINAH (nama emak Nabi Muhammad s.a.w).
1. Dalam buku buku ugama hindu, dinukilkan bahawa bahan makanan asas Kalki Avatar ialah buah korma dan zaitun. Beliau merupakan seorang yang amanah lagi jujur dan paling dipercayai seluruh masyarakatnya. Tak dapat disangsikan bahawa makanan asas Nabi ialah buah Korma dan zaitun. Nabi Muhammad s.a.w juga mempunyai akhlak sebegini tinggi dan dipercayai oleh setiap orang dan masyarakatnya.

2. Dinukilkan juga dalam Vedas, bahawa kelahiran Kalki Avatar akan berlaku ditengah tengah kalangan keturunan yang dihormati. Ini bertepatan dengan dimana Nabi Muhammad dilahir dari golongan Quraish yang terkenal sangat dihormati oleh masyarakat ketika itu.

3. Dalam buku tersebut juga dinukilkan bahawa Tuhan akan mengajar Kalki Avatar melalui malaikat didalam Gua. Bertepatan dimana Allah telah mengajar Nabi Muhammad s.a.w dengan memerintahkan Malaikat Jabrail untuk mengunjungi serta mengajar nabi berupa Wahyu didalam gua yang bernama Gua Al Hira.

4. Juga dinukilkan bahawa tuhan akan memberi kenderaan yang pantas buat Kalki Avatar untuk mengembara keseluruh alam maya serta naik kelangit hingga kelangit ke 7. Ini bertepatan dengan apa yang dialami oleh Nabi Muhammad s.a.aw dalam peristiwa Isyra' dari masjidi haram diMekah ke masjidil al aqsa diPelestin Dan Mi'raj nabi kelangit ke 7 dengan menunggang seekor Burak dalam satu malam.

5. Dinukilkan juga dalam buku tersebut bahawa Kalki Avatar akan diberikan pertolongan yang luar biasa oleh tuhan, ini terbukti jelas bahawa Allah telah memberi bantuan luar biasa kepada Nabi Muhammad s.a.w didalam peperangan Uhud dan yang lain lain.

6. Yang menakjubkan dinukilkan juga bahawa Kalki Avatar akan dilahirkan pada 12 haribulan. Ini bertepatan sekali bahawa Nabi Muhammad s.a.w telah dilahirkan pada 12hb Rabiulawal (kelendar Islam).

7. Dinukilkan juga dalam Vedas bahawa Kalki Avatar adalah merupakan seorang penunggang kuda yang baik dan ahli main pedang yang cekap, ini bertepatan dengan Nabi Muhammad s.a.w yang terkenal dalam bidang berkenaan. Lagipun pengarang mengajak penganut ugama hindu berfikir bahawa zaman kuda dan pedang telah berlalu dan kini manusia menggunakan senapang dan roket. Adalah sesuatu yang dangkal mengharapakan datangnya Kalki Avatar yang ditunggu tanpa penghujung, walhal ia telah pun muncul 1400 tahun yang lalu.
Dalam alqur'an telah diceritakan tentang ciri ciri dan tanda tanda mengenai Nabi Muhammad s.a.w dengan jelas dan bertepatan apa yang dinantikan oleh penganut hindu terhadap Kalki Avatar. Pengarang telah memberi hujah hujah yang mengatakan Kalki Avatar yang dimaksudkan itu adalah Nabi Muhammad s.a.w dan kepada yang masih lagi menunggu akan kedatangan Kalki Avatar? sewajarnya berfikir semula dan renungilah akan kebenarannya.




NABI MUHAMMAD DALAM KITAB ZOROSTER (MAJUSI)

Sementara itu pula di dalam kitab Dasatir salah sebuah kitab suci agama Zoroaster (Zoroastrianism) iaitu kitab agama orang-orang Parsi purba ada menyebut seperti berikut:
“Bahawa umat Zoroaster ketika mereka membuang agama mereka, mereka menjadi hina dan lemah, kemudian bangkitlah seorang di Tanah Arab menewaskan pengikutnya (pengikut-pengikut Zoroaster) dan orang-orang Parsi dan menundukkan pula orang-orang Parsi yang sombong. Selepas daripada api dalam kuil-kuil mereka, mereka mengarahkan pula muka mereka ke arah Kaabah Ibrahim yang telah dibersihkan daripada berhala-berhala, ketika itu mereka menjadi pengikut-pengikut bagi Nabi (Muhammad) yang menjadi rahmat bagi seluruh alam, dan menguasai orang-orang Parsi, menakluki Madain, Tus dan Balk iaitu tempat suci bagi orang-orang Zoroaster dan yang berjiran dengan mere ka. Dan Nabi mereka sesungguhnya adalah bijak bercakap, ia bercakap dengan mukjizat-mukjizat



NABI MUHAMMAD DALAM KITAB TAURAT

DalaM kitab Taurat Ulangan iaitu kitab suci agama Yahudi fasal 18 Tuhan telah berFirman kepada Nabi
Musa, katanya:
“Bahawa aku (tuhan) akan bangkitkan bagi mereka itu (dan seluruh insan di dunia ini) seorang Nabi dari kalangan saudara mereka (orang-orang Arab) yang seperti engkau (Musa) dan aku akan menjadikan segala flrmanku dalam mulutnya, dan ia pun akan menyatakan kepada mereka segala yang aku pesankan.

Teranglah dalam ayat ini Tuhan telah menyuruh Nabi Musa supaya beliau menyatakan kepada kaumnya Bani Israel bahawa kelak Tuhan akan mengutuskan seorang Rasul kepada mereka dan seluruh manusia yang bukan daripada keturunan Bani Israel, tetapi daripada bangsa yang bersaudara dengan mereka, iaitu keturunan Nabi Ismail putera Nabi Ibrahim atau ketuninan Arab Muda (al-Arab ul-Musta'ribah). Dan Rasul yang dimaksudkan itu tidak lain tidak bukan ialah Nabi Muhammad. Bagi mencari asal-usul keturunan Arab Muda itu yang dikatakan bersaudara dengan Bani Israel, kajian tentang susur-galur keturunan Nabi Ibrahim perlu sekali dibuat. Mengikut sejarah Nabi Ibrahim mempunyai dua orang putera, selain Nabi Ismail iaitu Nabi Ishak yang mempunyai seorang putera bernama Nabi Yaakub atau Israel. Inilah sebabnya mereka itu dikatakan bersaudara.


“Hikko mamittakim we kullo Muhammadîm zehdoodeh wa zehraee bayna Jerusalem.”

Potongan ayat tersebut berasal dari Song of Songs 5:16 atau Kidung Agung 5:16, yang artinya berbunyi sebagai berikut :

“Teramat manis tutur katanya, ia adalah Muhammadîm. Inilah kekasihku dan sahabatku, O puteri-puteri Yerusalem.”

Secara signifikan, Kidung Agung 5:16 menyebut nama Muhammad dengan imbuhan “îm” (agung). Karena menurut Kamus Ben Yehuda : Ibrani-Inggris, itu benar diucapkan sebagai “Muhammad”. Kenapa mengartikannya harus langsung dari Bahasa Ibraninya? Karena saya nggak mau pakai bibel yang versinya ada ribuan dan hingga kini sudah mengalami ratusan ribu revisi. Para rabbi (pendeta yahudi) bahkan mengakui bahwa yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah Nabi Muhammad.



NABI MUHAMMAD DALAM INJIL YAHYA

KITAB INJIL YAHYA LAMA

Dalam kitab Injil Yahya yang digunakan oleh orang-orang Kristian dahulu atau boleh juga disebut kitab Injil Yahya Lama, fasal 18 ada menyatakan berikut:

"Tetapi aku (Isa) ini mengatakan yang benar kepadamu (pengikut-pengikut Isa) bahawa berfaedahlah bagi kamu jika aku ini pergi, kerana jika aku tiada pergi tiadalah Paraclete itu akan datang kepadamu, tetapi jika aku pergi aku akan men yuruh dia kepadamu.

Perkataan Paraclete' ini berasal daripada bahasa Greek Tua iaitu Parakletos' yang bermakna Penolong' atau Wakil' yang boleh juga diertikan sebagai Utusan' atau Rasul'. Tetapi perkataan ini kemudiannya ditafsirkan oleh padri-padri Kristian sebagai Roh alQudus (The Holy Ghost). Dalam bahasa Greek Tua itu juga terdapat satu perkataan yang hampir sama dengan perkataan itu iaitu Paraklutos' ertinya Yang Sangat Terpuji' atau dalam bahasa Arab disebut Ahmad atau Muhammad. Perkataan Paraklutos ini yang sebenamya dicatatkan dalam kitab Injil bahasa Greek Tua, tetapi kemudiannya telah berubah menjadi Paraclete, kerana mungkin kecuaian penyalin-penyalinnya, sebab penyalin-penyalmn itu kebanyakannya terdiri daripada penuntut-penuntut padri yang kurang mahir dalam bahasa itu. Atau mungkmn juga perkataan itu sengaja diubah oleh padri-padn untuk memberi keyakinan kepada penganut-penganut Kristian.



KJTAB INJIL YAHYA SEKARANG

Kitab Injil Yahya yang digunakan oleh gereja-gereja Kristian pada masa ini juga membayangkan tentang kedatangan Nabi Akhir Zaman itu. Dalam fasal 16 ayat 12, 13, 14, 15, 16 dan 17 kitab tersebut Nabi Isa telah menegaskan kepada murid-muridnya, katanya:

"Dart hal hukuman sebab penghulu dunia ini sudah dihukumkan. Maka ada lagi banyak perkara-perkara yang hendak kukatakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada boleh kamu menanggung dia. Melainkan apabila ia pun datang, iaitu Roh Kebenaran, maka ia akan membawa kamu pada jalan segala kebenaran, kerana tiada dengar kelak iaitu akan dikatakannya, dan dikhabarkannya kelak kepadamu perkara-perkara yang akan datang. Maka ia akan memuliakan aku kerana dtambilnya kelak perkaraku lalu dikhabarkannya kepada kamu (manusia kemudian). Barang sesuatu yang ada kepada Bapa (Tuhan Bapa) iaitu semuanya aku punya, itulah sebabnya aku sudah berkata bahawa diambilnya kelak perkaraku lalu dikhabarkannya kepadamu (manusia kemudian). Lagi seketika maka tiada kamu akan memandang aku lagi, kemudian seketika lagi kamu akan memandang aku pula.

(Injil Yahya 16: 12-17)

Kesimpulan ayat-ayat di atas bolehlah seperti berikut:

"Darihal hukuman sebab penghulu dunia ini sudah dihukumkan. Maka ada lagi banyak perkara yang hendak kukatakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada boleh kamu menanggung dia. Melainkan apabila ia pun datang, iaitu Roh Kebenaran, maka ia akan membawa kamu (manusia kemudian) pada jalan segala kebenaran. Ayat ini menghuraikan bahawa Roh Kebenaran yang dikatakan datang tadi akan melanjutkan kerja-kerja Nabi Isa.

2. "Kerana tiada Ia akan berkata-kata daripada kuasa dirlnya sendiri melainkan barang yang didengrnya kelak iaitu akan dikatakannya, dan dikhabarkannya kelak kepadamu (manusia kemudian) perkara-perkara yang akan datang . Umumnya ayat ini menyatakan yang Roh Kebenaran yang akan muncul itu akan menerangkan kepada seluruh manusia perkara-perkara yang diwahyukan oleh Tuhan terhadapnya (barang yang didengarkan kelak), dan akan menerangkan perkara-perkara yang akan datang seumpamanya tentang Hari Qiamat dan sebagamnya.

3. "Maka Ia akan memuliakan aku kerana diambilnya kelak perkaraku lalu dikhabarkannya kepadamu (manusIa kemudian) . Ayat ini membayangkan bahawa Roh Kebenaran itu akan memberI kemuliaan kepada Nabi Isa kerana ia akan menerima keterangan-keterangan tentangnya daripada Tuhan untuk umatnya sebagai contoh tauladan dan ajaran-aj arannya. Mengikut ajaran-ajaran Kristian sekarang, Nabi Isa adalah penjelmaan Tuhan di muka bumi ini atau Nabi Isa itu adalah Tuhan Anak (The Son of God), sebab itulah ayat Injil di atas menyatakan, "Barang yang ada kepada Bapa (Tuhan Bapa) iaitu semuanya aku punya, itulah sebabnya aku sudah berkata bahawa diambilnya kelak perkaraku lalu dikhabarkannya kepadamu (manusia kemudian) . Ayat ini boleh ditafsirkan bahawa apa yang ada pada Tuhan Bapa (Allah) terdapat juga Tuhan Anak (Isa), dan ini bermakna bahawa ajaran-ajaran Tuhan Bapa (Allah) juga.

4. Lagi seketika maka tiada kamu akan memandang aku lagi, kemudian seketika lagi kamu akan memandang aku pula. Ayat ini membayangkan bahawa Nabi Isa selepas daripada menyatakan kenyataan-kenyataan itu akan lenyap, tetapi kemudian akan menjelma di dunia ini.

Dan kenyataan-kenyataan dan tafsiran-tafsiran di atas menunjukkan dengan jelas bahawa Roh Kebenaran yang dikatakan akan menyambung usaha-usaha Nabi Isa tersebut, tidak salah kalau dikatakan seorang Pesuruh Allah atau Rasulullah, kerana tugas-tugas yang dibayangkannya adalah tugas seorang Rasul. Roh Kebenaran itu tidaklah menyeleweng kalau dikatakan Nabi Muhammad, kerana bayangan-bayangan yang tersebut di dalam ayat tersebut kemudiannya telah menjadi kenyataan apabila Nabi Muhammad lahir. Cuma yang agak berbeza yang juga mungkin boleh menimbulkan salah faham ialah ayat, "Barang sesuatu yang ada kepada Bapa (Tuhan Bapa) iaitu semuanya aku punya, itulah sebabnya aku sudah berkata bahawa diambilnya kelak perkaraku lalu dikhabarkannya kepadamu. Ayat ini harus telah menenima perubahan bagi menyesuaikan dengan konsep tritung gal (trinity) agama Knistian. Huraian ayat ini telah pun dijelaskan di atas.




NABI MUHAMMAD DALAM INJIL BARNABAS
Kitab Injil Barnaba ini ialah salah sebuah kitab Injil yang telah dibatalkan pengesahannya oleh padri-padri Kristian dalam satu persidangan tidak lama dahulu, kerana isi kitab Injil tersebut tidak jauh perbezaannya dengan kitab suci al-Quran, banyak menyebut atau sekurang-kurangnya membayangkan tentang ketibaan Nabi Muhammad sebagai Nabi Akhir Zaman di antaranya kenyataan-kenyataan dan bayangan-bayangan (Khabar Gembira) tentang ketibaan Nabi Muhammad itu adalah seperti yang disenaraikan di bawah ini:

"Sesungguhnya telah datang Nabi-Nabi semuanya melainkan seorang Rasul yang akan datang sesudahku (Isa) nanti.

2. "Jesus Christ (Isa) berkata, Janganlah bergoncang hati kamu (murid-murid Isa) dan janganlah kamu takut, kerana bukan aku menjadikan kamu, tetapi Tuhan (Allah) yang men] adikan kamu. Adapun tentang diriku sesungguhnya aku datang untuk menyediakan jalan bagi Utusan Tuhan (Rasulullah) yang akan datang membawa kelepasan bagi dunia. Tetapi awas kamu ditipu orang kerana akan datang beberapa banyak Nabi dusta, mereka mengambil perkataanku dan mengaturkan Injilku.

Ketika itu berkata Andraus, "Wahai Guruku, sebutkanlah bagi kami satu tanda supaya kami (manusia kemudian) kenal akan dia. Maka jawab Isa, "Sesungguhnya dia tidak datang pada masa kamu ini tetapi ia akan datang kelak berbilang tahun selepas masa kamu, iaitu di waktu dirosakkan orang Injilku dan hampir tidak didapati lagi tiga puluh orang mukmin (pengikut-pengikut Isa yang tulen). Di waktu itulah Tuhan (Allah) merahmati dunia ini, maka diutus-Nya-lah Rasul-Nya yang tetap, awan putih di atas kepalanya mengenal akan dia salah seorang pilihan Tuhan (Allah) dan dialah yang akan menzahirkan kepada dunia. Dan ia akan datang dengan kekuatan yang besar untuk menewaskan orang-orang jahat dan ia akan menghapuskan penyembahan berhala dari dunia ini.



Sesungguhnya aku menyukai yang demikian, kerana dengan perantaraannya akan diterangkan dan dimuliakan orang akan Tuhan (Allah) dan Ia menyatakan kebenaranku. Dan ia akan menghukum sekalian orang yang berkata bahawa aku orang yang lebih besar daripada manusia (sama dengan Tuhan).

3. Satu rombongan Yahudi telah datang menemui Isa mereka bertanya tentang Nabi yang akan dibangkitkan di akhir zaman nanti. Maka Isa berkata, "Tuhan (Allah) telah menjadikan Nabi di akhir zaman dan telah meletakkan dalam sebuah qandil' daripada cahaya dan menamakannya Muhammad'. Berkata ia, Wahai Muhammad, sabarlah. Lantaran engkaulah aku jadikan makhluk yang banyak dan aku anugerahkan untuk engkau semuanya. Barangsiapa yang rela kepada engkau maka rela pula kepadanya dan barangsiapa yang marahkan engkau maka aku terlepas daripadanya.

(Injil Barnaba, 97).

4. Bertanya murid-murid (murid-murid Isa), "Wahai Guru. Siapakah gerangannya laki-laki itu yang engkau (Isa) katakan yang akan datang ke alam ini? Menjawab Isa dengan perasaan gembiranya, "Sebenamya itulah "Muhammad Rasulullah . Dia datang ke alam ini untuk berbuat balk di kalangan manusia dengan membawa rahmat yang banyak, seperti mana hujan mencurah bumi yang mengeluarkan buah-buahan sesudah menempuh kemarau panjang. Maka dia merupakan awan putih yang dipenuhi rahmat Tuhan, iaitu rahmat yang dicurahkan Tuhan (Allah) terhadap orang mukmin laksana huj an.

(Injil Bamaba, 163)

5. Nabi Isa berkata kepada murid-muridnya, tatkala manusia memanggil aku Tuhan (Allah) dan Tuhan Anak (Anak Allah) aku tidak ada lagi di dalam alam mi. Tuhan (Allah) mengolok-olokkan manusia di alam ini dengan kematian Yahuda. Mereka beriktikad bahawa akulah yang mati tersalib itu, supaya tidak lagi syaitan mengolok-lokkan aku di hari Qiamat nanti. Aku tetapkan begini selamanya hingga datang "Muhammad Rasulullah . Apabila Muhammad datang terbukalah rahsia tipuan ini bagi mereka yang beriman dengan agama Tuhan (Allah).

(Injil Bamaba, 220: 19 - 20)

6. Dalam Injil Barnaba itu juga Nabi Isa pemah berkata, "Nabi Adam pemah melihat di udara satu tulisan La ilaha illallah wa Muhammad darRasulullah,' Maka Adam berkata kepada Tuhan (Allah); Aku bersyukur kepada Engkau wahai Tuhanku kerana Engkau telah jadikan aku, dan berilah kepada aku apakah maknanya, "Muhammad dar Rasulullah itu? Tuhan (Allah) menjawab, "Selamat datang engkau wahai hamba-Ku Adam. Sesungguhnya aku katakan kepada engkau adalah mula pertamanya manusia yang aku jadikan dan tulisan yang engkau lihat ini sebenamya itulah anak engkau yang akan datang ke alam ini sesudah beberapa tahun nanti. Dia akan menjadi UtusanKu (Rasul-Ku). Kerananyalah Aku jadikan segalanya. Apabila dia datang kepada alam. Adalah dirinya itu terletak di dalam satu tempat yang indah, kira-kira 60,000 tahun sebelum aku jadikan engkau.

7. Di lembaran laIn kitab Injil Barnaba itu Nabi Isa pemah berkata, "Di waktu Nabi Adam keluar daripada syurga (bersama-sama Hawa) ia nampak tulisan di atas pintu syurga. "La ilaha illalLah wa Muhamma dar Rasulullah. Sebagaimana yang telah dinyatakan di atas tadi ketibaan Nabi Muhammad adalah sebagai mentaksid atau untuk membaiki penyelewengan yang terdapat di dalam agama Nasrani (Knistian) dan juga agama Yahudi, di samping untuk mempenlengkapkan lagi ajaran-ajaran yang diwahyukan kepada Rasul-Rasul yang terdahulu danipadanya sesuai bagi seluruh manusia dan sepanjang zaman. Nabi Muhammad telah membawa agama Islam sebagai agama yang benar, agama yang diredai oleh Allah dan agama yang menyelamatkan manusia daripada ajaran-ajanan agama yang telah menyeleweng daripada asal.

Sesungguhnya telah datang Nabi-Nabi semuanya melainkan seorang Rasul yang akan datang sesudahku (Isa) nanti.

2. “Jesus Christ (Isa) berkata, Janganlah bergoncang hati kamu (murid-murid Isa) dan janganlah kamu takut, kerana bukan aku menjadikan kamu, tetapi Tuhan (Allah) yang men] adikan kamu. Adapun tentang diriku sesungguhnya aku datang untuk menyediakan jalan bagi Utusan Tuhan (Rasulullah) yang akan datang membawa kelepasan bagi dunia. Tetapi awas kamu ditipu orang kerana akan datang beberapa banyak Nabi dusta, mereka mengambil perkataanku dan mengaturkan Injilku.
Ketika itu berkata Andraus, “Wahai Guruku, sebutkanlah bagi kami satu tanda supaya kami (manusia kemudian) kenal akan dia. Maka jawab Isa, “Sesungguhnya dia tidak datang pada masa kamu ini tetapi ia akan datang kelak berbilang tahun selepas masa kamu, iaitu di waktu dirosakkan orang Injilku dan hampir tidak didapati lagi tiga puluh orang mukmin (pengikut-pengikut Isa yang tulen). Di waktu itulah Tuhan (Allah) merahmati dunia ini, maka diutus-Nya-lah Rasul-Nya yang tetap, awan putih di atas kepalanya mengenal akan dia salah seorang pilihan Tuhan (Allah) dan dialah yang akan menzahirkan kepada dunia. Dan ia akan datang dengan kekuatan yang besar untuk menewaskan orang-orang jahat dan ia akan menghapuskan penyembahan berhala dari dunia ini.
Sesungguhnya aku menyukai yang demikian, kerana dengan perantaraannya akan diterangkan dan dimuliakan orang akan Tuhan (Allah) dan Ia menyatakan kebenaranku. Dan ia akan menghukum sekalian orang yang berkata bahawa aku orang yang lebih besar daripada manusia (sama dengan Tuhan
Injil Bamaba, 163)
5. Nabi Isa berkata kepada murid-muridnya, tatkala manusia memanggil aku Tuhan (Allah) dan Tuhan Anak (Anak Allah) aku tidak ada lagi di dalam alam mi. Tuhan (Allah) mengolok-olokkan manusia di alam ini dengan kematian Yahuda. Mereka beriktikad bahawa akulah yang mati tersalib itu, supaya tidak lagi syaitan mengolok-lokkan aku di hari Qiamat nanti. Aku tetapkan begini selamanya hingga datang “Muhammad Rasulullah . Apabila Muhammad datang terbukalah rahsia tipuan ini bagi mereka yang beriman dengan agama Tuhan (Allah).

NABI MUHAMMAD DALAM KITAB AGAMA BUDDHA

Tradisi Budha
Maksud Buddha ialah Orang yang diberi petunjuk
Dalam tradisi Budha, pemimpinnya sendiri Sidharta Gautama telah meramalkan kedatangan seorang manusia yang diberi wahyu. Dalam Doktrin Budha (The Gospel of Buddha) oleh Caras (hal.217-8) tercantum bahwa Budha agung yang akan datang ke dunia ini dikenal sebagai “Maitreya”. Cakkavatti-Sihanada Suttana memberinya nama “Meteyya”. Kedua kata ini bermakna “pemberi rahmat”. Dengan merujuk kepada sejarah kehidupan Muhammad saw, kentara sekali beliau adalah orang sangat penyayang dan al-Quran juga menyebut-nyebut fakta ini.
Ada sejumlah kesamaan lebih jauh, seperti yang terbaca dalam kitab suci kaum Budha: “Para pengikutnya (Maitreya) berjumlah ribuan orang, sementara jumlah pengikutku ratusan orang.” Faktanya, pengikut Nabi Muhammad saw berjumlah ribuan orang (sekarang tentunya jutaan). Ada sejumlah kesamaan lain yang akan diuraikan di bawah.
seorang Budha yang tercerahkan itu dilukiskan sebagai memiliki kulit yang amat terang dan bahwa seorang Budha memperoleh “pandangan yang luhur di malam hari”. Dalam kenyataan sejarah, Nabi saw acap melakukan shalat malam (tahajjud) sebagai pantulan cintanya yang mendalam kepada Sang Pencipta. Selama hayatnya, Nabi saw tidak pernah meninggalkan shalat malam. Buahnya, beliau mendapatkan pandangan yang tajam untuk merekonstruksi peradaban baru manusia, peradaban Islam.
Gautama Buddha berkata
Dalam Chakkavantti Sinhnad Suttanta D. 111, 76, menyatakan yang bermaksud,” Akan lahir ke dunia ini seorang Buddha yang dikenali dengan nama “Maitreya”. Maitreya ini ialah seorang yang suci, seorang yang tertinggi dalam kuasa, yang dikurniakan dengan kebijaksanaan, yang bertuah dan yang mengenali alam ini dan apa yang Maitreya ini dapat daripada alam ghaib beliau akan sebarkan risalah ini ke seluruh alam. Maitreya ini akan dakwahkan agama beliau yang agong ini daripada awal hingga keakhir. Buddha berkata bahawa Maitreya ini akan memperkenalkan satu cara hidup yang sempurna dan suci sebagaimana aku (Buddha) memperkenalkan agama aku. Pengikut Maitreya ini lebih ramai daripada pengikut aku (Buddha)”.
Gautama Buddha sendiri berkata :
Ini dijawab oleh Gautama Buddha yang bermaksud, “Saya bukanlah Buddha yang pertama atau yang akhir yang didatangkan ke dunia ini. Selepas aku seorang Buddha lagi akan dihantar ke dunia ini. Dialah seorang yang kudus atau suci, yang mempunyai kesedaran yang tinggi, yang dikurniakan dengan kebijaksanaan, mempunyai akhlak yang baik, yang mengenali alam ini, pemimpin manusia yang bijaksana , yang dikasihi oleh malaikat dan makhluk lain. Dia akan mengajar kepada kamu semua satu agama atau kebenaran yang kekal abadi serta terpuji. Agama yang diajar oleh Buddha ini akan menjadi satu cara hidup yang sempurna dan suci. Kalau anak murid aku beratus-ratus tetapi anak murid Buddha ini ialah beribu-ribu”.


ALLAHUMMA SHALLI ALAA MUHAMMAD

Khamis, 7 Oktober 2010

KERATON PULA KENA SERBU!!!

Hari itu CAKRA ALAM jadi isu.. kini Keraton pula kena... macam-macam laaa... ada je orang jeles ya... siapa yang dakwa??? ORANG MELAYU!
Siapa yang mendakwa??? ORANG MELAYU!!! alahai.... bilalah orang melayu ni berhenti bergaduh! Saman menyaman la, dengki mendengkilaa... bomoh membomoh laa... udah2 la tu... mari kita masing2 majukan diri dengan ilmu dan agama... semoga diberkati Allah...


Pusat Rawatan Keraton hadapi tuduhan
JOHOR BAHRU 7 Okt. - Pemilik Pusat Rawatan Keraton yang melakukan rawatan 'pembedahan' secara tradisional atau batin didakwa di Mahkamah Sesyen di sini hari ini atas tuduhan menjalankan operasi pusat jagaan kesihatan swasta tanpa lesen, Jun lalu.

Johari Mansor, 52, dan Rusnani Rahaman, 49, bagaimanapun mengaku tidak bersalah sebaik sahaja pertuduhan tersebut dibacakan di hadapan Hakim Norazlan Ahmad.

Mengikut kertas pertuduhan, mereka didakwa menjalankan operasi pusat jagaan ambulatori swasta tanpa lesen mengikut perenggan 3(c) Akta Kemudahan dan Perkhidmatan Jagaan Kesihatan Swasta 1998.

Kesalahan itu didakwa dilakukan di No. 34, Jalan Padi Emas 32, Bandar Baru Uda di sini kira-kira pukul 6.30 petang, 9 Jun lalu.

Dakwaan terhadap mereka dibuat mengikut Subseksyen 5(1) Akta Kemudahan dan Perkhidmatan Jagaan Kesihatan Swasta 1998 (Akta 586) dan boleh dihukum mengikut Subseksyen 5(1)(b)(i) akta sama.

Jika sabit kesalahan, pusat rawatan berkenaan boleh didenda maksimum RM500,000 dan pemiliknya boleh didenda tidak melebihi RM300,000 atau penjara tidak lebih enam tahun atau kedua-duanya.

Norazlan menetapkan 29 November ini untuk perbicaraan kes tersebut.

Pendakwaan dikemukakan oleh Timbalan Pendakwa Raya, Amira Suriati Zainal manakala tertuduh diwakili peguam bela, Zamri Idrus.

Sementara itu, Ketua Pengarah Kesihatan, Tan Sri Dr. Mohd. Ismail Merican dalam satu kenyataan di sini hari ini berkata, pusat rawatan berkenaan diserbu pihak kementerian pada 6 Jun lalu kerana didakwa melakukan rawatan 'pembedahan' secara tradisional atau batin.

Beliau berkata, hasil serbuan yang dijalankan Unit Kawalan Amalan Perubatan Swasta (UKAPS) Johor dan Selangor, pihaknya merampas beberapa perkakas dan peralatan yang dipercayai digunakan dalam pembedahan batin tersebut.

Mohd. Ismail mengingatkan semua pusat rawatan swasta yang menawarkan rawatan perubatan supaya mendapatkan lesen daripada Kementerian Kesihatan sebelum memulakan operasi seperti yang diperuntukkan di bawah akta tersebut.

ISLAMULMUKMININ

Hari ini aku rasa happy dan bersyukur sangat. Adamus dah bab 5... hehehe.. Insyallah dalam sedikit masalagi Adamus akan masuk ke bab 6 untuk memulakn adventurenya bagi mencari 6 mutiara Nekulus Tarasis dab Padawa Naldo yang bakal mengubah alam Fiara dan sekaligus memulihkan dan emngubati bisa sihir Hemluksia. bertemu Panterasis di lembah Danur dan Adasil di perkampungan pari2 Bunga dan akhirnya bertemu semula dengan Nimgaro setelah pengembaraan di Piramid batu sebelumnya. Setelah itu,ke gua yang diami oleh isteri panglima Orzulud untuk mendapatkan kristal Alianur.

begitulah cerita sedikit sebanyak dalam bab 6-10 nanti... buat masa ini Adamus masih di Desa Rauna untuk berlatih beberapa jurus Ulgaikendo dengan pedang kristal Hijau pemberian Tok Kiril

ok.... kita tutup cite fantasi ni... mari berbincang pasal siapa Bible... Injil dalam bahasa Arabnya... maksud Injil ialah KHABAR GEMBIRA. ini kerana Nabi Isa a.s tidaklah diberi hukum baru atau agama baru setelah nabi Musa dan Nabi Daud(Zabur) . nabi Isa dan nabi Daud tidak diberi peraturan atau hukum baru setelah nabi Musa membawa Taurat. Adapun Injil tadi ia bermakna khabar gembira kerana Nabi Isa ditugas membawa 3 perkara dalam hayat baginda... iaitu, menuhankan Allah SWT, mengajar kasih sayang sesama manusia(kaumnya sahaja) dan akhir sekali Injil(khabar gembira) mengkhabarkan akan kehadiran nabi akhir zaman(Nabi Muhammad SAW)yang bernama Ahmad atau Muhammad yang bakal memimpin manusia dan jin keseluruhannya dibawah satu agama yang rasmi dalam kerajaan langit iaitu Islam.

Bermula dari
Nabi Adam a.s @ Prophet Adam
Nabi Ibrahim a.s @ Prophet Abraham
Nabi Musa a.s @ Prophet Moses
Nabi Harun a.s @ Prophet Aaron
Nabi Isa a.s @ Prophet Jesus @Yesus
Nabi Idris a.s@ Prophet Enoch
Nabi Nuh a.s@ Prophet Noah
Nabi Yusuf a.s@ Prophet Joseph
Nabi Sith a.s @ Prophet Sheth
Nabi Yaqub a.s @ Prophet Jacob
Nabi Sulaiman a.s @ Prophet Solomon
Nabi Ismail a.s @ Prophet Ishmael
Nabi Ishak a.s @ Prophet Isaac
Nabi Luth a.s @Prophet Lot
Nabi Daud a.s @ Prophet David
Nabi Salleh a,s @ Prophet Salleh
Nabi Ayub a.s @ Prophet Job
Nabi Syu’aib a.s @Prophet Jethro
Nabi Hud a.s @ Prophet Eber
Nabi Zulkifli a.s @ Prophet Ezekiel
Nabi Ilyas a.s. @ Prophet Elijah
Nabi Ilyasa a.s @ Prophet Elisha
Nabi Yunus a.s @ Prophet Jonah
Nabi Zakaria a.s. @ Prophet Zechariah
Nabi Yahya a.s @ Prophet John the Baptist


NABI-NABI LAIN
Nabi Armiya a.s @ Prophet Aramaia
Nabi Danial a.s @ Prophet Daniel
Nabi Uzair a.s @ Prophet Uzaier
Nabi Khidir a.s @ Prophet Chaieder
Nabi Siddaharta @ Prophet Sidh
Nabi Confucius @ Prophet Confucius

sehinggalah ke Nabi dan rasul terakhir iaitu Rasulullah SAW-Nabi Muhammad yang dibangkitkan dari saudara bani Israel iaitu bangsa Arab. (Ini kerana ismail dan Ishak adalah dua adik beradik dan anak-anak mereka adalah bersaudara di antara satu sama lain. ini dinyatakan dalam Ulangan 18 :18 yang meramalkan kedatangan seorang nabi akhir zaman.

mari kita lihat Ulangan 18 : 18
Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh Allah, . (Ul 18:18)

nabi Musa menegaskan bahawa seorang nabi akan dibangkitkan sepertinya...(seperti Musa) siapa seperti Musa??? kristian mendakwa itulah Jesus, dan sebagai orang Islam aku mendakwa itulah Muhammad.

kenapa aku katakan itulah Muhammad?
sebelum itu mari kita selidiki dulu mengapa kristian katakan itulah Jesus?
Tanpa segan-silu dan tanpa banyak cakap, mereka mendakwa itulah dia Jesus Christ. Untuk memnuhi ramalan Nabi Musa tersebut mari kita lihat... tentang apa yang dikatakan oleh Musa "seorang nabi dari tengah-tengah kamu, dari antara saudara-saudaramu"- Nabi Musa ialah seorang hebrew atau yahudi- maka siapa ditengah-tengah yahudi? dan pula adalah antara saudara-saudaranya? Siapa saudara Musa?

kita tinggalkan persoalan itu dulu... mari kita lihat mengapa Jesus diletakkan dalam ramalan tersebut. Mereka mendakwa... Jesus serupa dengan Musa... kerana Musa adalah seorang Nabi dan yahudi... dan Jesus kjuga seorang nabi dan yahudi... dua kriteria ini tidaklah boleh dipakai macam tu sahaja.... setelah Musa ada banyak nabi dari kalangan yahudi antaranya, nabi Sulaiman, Nabi Daud, Nabi Yahya... dan bukan nabi Isa calon seorang sahaja yang boleh diletakkan dalam ramalan ini. mengapa kita nak letak Isa di dalamnya sedang lain juga layak menepati ramalan ini? mengapa kita menganggap yang satu itu IKAN dan yang lainnya UNGGAS???

Maka seperti yang akui sudah beri sebelum ini... ada 12 Argument yang tidak terbantah yang memberi solusi bahawa Nabi Muhammad serupa dengan Nabi Musa,.... Nabi Isa @ Jesus adalah TIDAK SERUPA DENGAN NABI MUSA!(Sila rujuk artikel sebelum ini... http://unikorndragon.blogspot.com/2010/10/nabi-muhammad-nabi-musa-dan-nabi-isa.html)

Kita berbalik pada saudara Musa... Keturunan Ismail dan Keturunan Ishak adalah bersaudara di antara satu sama lain... inilah yang dimaksudkan sebagai "di antara saudara-saudaramu"

Ingat Ismail adalah putra Ibrahim dan pada Usia 13 tahun disunatkan (perjanjian antara Ibrahim dan Tuhan)- Inilah yang benar-benar sah..kerana masa itu Ishak baru sahaja lahir dan tentulah tidak sah perjanjian itu pada seorang bayi... makanya... yang dikorbankan itu juga adalah Ismail... yang akhirnya diganti oleh Malaiakat Jibril dengan seekor kambing dengan perintah Allah SWT... maka di sini, Ishak tetap mendapat berkat dari perjanjiann ini dengan akhirnya menumbuhkan keturunannya dengan ramainya nabi dan rasul diangkat melalui keturunan Ishak... semantara Ismail akhirnya menruunkan Nabi akhir zaman iaitu nabi Muhammad SAW yang bersaudara dengan Nabi Isa a.s...

"Sesungguhnya kami para nabi-nabi Allah adalah bersaudara..."- Rasulullah SAW.

ini menunjukkan kepada kita bahawa kerajaan langit itu mengutus ribuan nabi dan rasul untuk umat manusia. bermula Nabi Adam sehinggalah kepada Nabi Muhammad SAW... kesemua mereka membawa satu agama itu agama Tauhid...agama mengESAkan Allah... menyembah Allah semata-mata .. bukan pada yang lain seperti Nabi2 atau patung berhala atau lain-lain...

Pada Akhirnya disempurnakan agama Tauhid ini dan diberi nama ISLAM... inilah agama Allah yang diredhai Allah... agama lain adalah batil dan tidak diredhai Allah...setelah islam dirasmikan di mata dunia oleh Allah dan rasul-Nya...

kalau kita lihat agama Kristian- asalnya menyembah Allah... dan berkasih sayang walaupun itu musuh( contoh kasih sayang ialah, apabila Nabi isa disalib dan hendak di bunuh, nabi Isa tidak mendoakan kebinasaan buat kaumnya dan tentera Rom walaupun dikhianati oleh pengikutnya sendiri.) malah sebaliknya redha serta memberi tahu bahawa kerajaannya bukan di Bumi tetapi di langit...yang merujuk kepada kerajan spiritual...

Kristian bukanlah agama...tetapi satu sebutan MENGHINA... ada 3 ayat sahaja dalam Bible yang menyebut KRISTIAN, itu semuanya dari mulut musuh dan bukan dari mulut Nabi isa atau 12 pengikutnya... makanya Kristian itu bukanlah agama... tetapi NASRANI adalah adalah sebuah agama yang disebutkan oleh Allah... mereka inilah yang mebaca kitab dan beriman kepada Allah SWT... Inilah sebenar2 ahli kitab dan boleh dikahwini oleh orang Islam...(Sebab ahli kitab ini adalah Islam sebenarnya) cuma zaman ini sudah tiada ahli kitab yang benar2 ahli kitab... semuanya berguru pada syaitan berhala patung Jesus! inilah dakyah Dajal Laknatullah untuk memecahbelahkan manusia keseluruhannya...

Dengan kerosakan pada ayat2 dalam Bible memberi sokongan kesesatan kristian hari ini... dan ada pula antara mereka yang menyesatkan umat Islam yang kurang faham agama Islam... maka dengan mudahnya mereka menurut dan memeluk agama Kristian... banyak pertentangan yang berlaku dalam kitab Bible dan banyak kesilapan penulis-penulisnya yang hanya mementingkan nafsu semata-mata... Taurat, zabur dan Injil telah rosak sejak pemergian Nabi Isa ke hadirat Allah SWT... untuk menggantikan semua itu .. maka diutus Nabi Muhammad dan Al-Qur'an utnuk menegaskan kebenaran kitab-kitab terdahulu dan menegaskan dirinya sebagai nabi terakhir umat manusia dan akhirnya umat Jin...

demikian buat masa ini..

Rabu, 6 Oktober 2010

MUKJIZAT NABI MUHAMMAD SAW

ANTARA 300 MUKJIZAT NABI MUHAMMAD S.A.W(SHALLALLAHU ALAIHI WASSALAM)

Semua orang Islam tahu mukjizat Nabi Muhammad yang terbesar ialah Al Quran…kalau ada orang Islam yang tidak tahu mungkin maknanya dia dibesarkan dalam suasana tidak islamik iaitu mengikut cara sekular atau barat…ibu-bapanya mungkin tidak mementingkan pengajaran agama Islam pada anak-anaknya…ada kemungkinan juga satu keluarga itu jarang bersolat atau tidak bersolat langsung…semoga Allah swt memberi taufik dan hidayah pada mereka untuk kembali pada ajaran Islam yang sebenar.

Mukjizat Nabi Muhammad dan perisitiwa aneh yang pernah berlaku pada baginda…Selawat dan salam untuk Nabi Muhammad S.A.W,ahli keluarga dan para sahabat baginda.

Masa Kecil Muhammad S.A.W.


1.Aminah binti Wahab, ibu Muhammad pada saat mengandung Muhammad tidak pernah merasa lelah seperti wanita pada umumnya.
2.Saat melahirkan Muhammad, Aminah binti Wahab tidak merasa sakit seperti wanita sewajarnya.
3.Muhammad dilahirkan dalam keadaan sudah berkhitan.
4.Pada usia 5 bulan ia sudah pandai berjalan, usia 9 bulan ia sudah mampu berbicara dan pada usia 2 tahun ia sudah bisa dilepas bersama anak-anak Halimah yang lain untuk menggembala kambing.
5.Halimah binti Abi-Dhua’ib, ibu susuan Muhammad dapat menyusui kembali setelah sebelumnya ia dinyatakan telah kering susunya. Halimah dan suaminya pada awalnya menolak Muhammad karena yatim. Namun, karena alasan ia tidak ingin dicemooh Bani Sa’d, ia menerima Muhammad. Selama dengan Halimah, Muhammad hidup nomaden bersama Bani Sa’d di gurun Arab selama empat tahun.
6.Abdul Muthalib, kakek Muhammad menuturkan bahwa berhala yang ada di Ka’bah tiba-tiba terjatuh dalam keadaan bersujud saat kelahiran Muhammad. Ia juga menuturkan bahwa ia mendengar dinding Ka’bah berbicara, “Nabi yang dipilih telah lahir, yang akan menghancurkan orang-orang kafir, dan membersihkan dariku dari beberapa patung berhala ini, kemudian memerintahkan untuknya kepada Zat Yang Merajai Seluruh Alam Ini.”
7.Dikisahkan saat Muhammad berusia empat tahun, ia pernah dibedah perutnya oleh dua orang berbaju putih yang terakhir diketahui sebagai malaikat. Peristiwa itu terjadi di ketika Muhammad sedang bermain dengan anak-anak Bani Sa’d dari suku Badui. Setelah kejadian itu, Muhammad dikembalikan oleh Halimah kepada Aminah. Sirah Nabawiyyah, memberikan gambaran detai bahwa kedua orang itu, “membelah dadanya, mengambil jantungnya, dan membukanya untuk mengelurkan darah kotor darinya. Lalu mereka mencuci jantung dan dadanya dengan salju.” Peristiwa seperti itu juga terulang 50 tahun kemudian saat Muhammad diisra’kan ke Yerusalem lalu ke Sidratul Muntaha dari Mekkah.
8.Dikisahkan pula pada masa kecil Muhammad, ia telah dibimbing oleh Allah. Hal itu mulai tampak setelah ibu dan kakeknya meninggal. Dikisahkan bahwa Muhammad pernah diajak untuk menghadiri pesta dalam tradisi Jahiliyah, namun dalam perjalanan ke pesta ia merasa lelah dan tidur di jalan sehingga ia tidak mengikuti pesta tersebut.
9.Pendeta Bahira menuturkan bahwa ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad. Muhammad saat itu berusia 12 tahun sedang beristirahat di wilayah Bushra dari perjalannya untuk berdagang bersama Abu Thalib ke Syiria. Pendeta Bahira menceritakan bahwa kedatangan Muhammad saat itu diiringi dengan gumpalan awan yang menutupinya dari cahaya matahari. Ia juga sempat berdialog dengan Muhammad dan menyaksikan adanya sebuah “stempel kenabian” (tanda kenabian) di kulit punggungnya.
10.Mukjizat lain adalah Muhammad pernah memperpendek perjalanan. Kisah ini terjadi saat pulang dari Syiria. Muhammad diperintahkan Maisarah membawakan suratnya kepada Khadijah saat perjalanan masih 7 hari dari Mekkah. Namun, Muhammad sudah sampai di rumah Khadijah tidak sampai satu hari. Dalam kitab as-Sab’iyyatun fi Mawadhil Bariyyat, Allah memerintahkan pada malaikat Jibril, Mikail, dan mendung untuk membantu Muhammad. Jibril diperintahkan untuk melipat tanah yang dilalui unta Muhammad dan menjaga sisi kanannya sedangkan Mikail diperintahkan menjaga di sisi kirinya dan mendung diperintahkan menaungi Muhammad.


Karisma Muhammad S.A.W.
1.Tatapan mata yang menggetarkan Ghaurats bin Harits, yaitu seorang musuh yang sedang menghunus pedang kearah leher Muhammad.
2.Menjadikan tangan Abu Jahal kaku.
3.Jin yang bernama Muhayr bin Habbar membantu dakwah Muhammad, kemudian jin itu diganti namanya menjadi Abdullah bin Abhar.


Menghilang Dan Menidurkan Musuh
1.Menghilang saat akan dibunuh oleh utusan Amr bin at-Thufail dan Ibad bin Qays utusan dari Bani Amr pada tahun 9 Hijriah atau Tahun Utusan.
2.Menghilang saat akan dilempari batu oleh Ummu Jamil, bibi Muhammad ketika ia duduk di sekitar Ka’bah dengan Abu Bakar.
3.Menghilang saat akan dibunuh Abu Jahal dimana saat itu ia sedang shalat.
4.Menidurkan 10 pemuda Mekkah yang berencana membunuhnya dengan taburan pasir.


Binatang, Tumbuhan, Alam Dan Benda Mati.
1.Seekor srigala berbicara kepada Muhammad.
2.Berbicara dengan unta yang lari dari pemiliknya yang menyebabkan masyarakatnya meninggalkan shalat Isya’.
3.Berbicara dengan unta pembawa hadiah raja Habib bin Malik untuk membuktikan bahwa hadiah tersebut bukan untuk Abu Jahal melainkan untuk Muhammad.
4.Mengusap kantung susu seekor kambing untuk mengeluarkan susunya yang telah habis.
5.Dua Sahabat Nabi saw dibimbing oleh cahaya.
6.Mimbar menangis setelah mendengar bacaan ayat-ayat Allah.
7.Pohon kurma dapat berbuah dengan seketika.
8.Batang pohon kurma meratap kepada Muhammad.
9.Pohon menjadi saksi dan dibuat berbicara kepada Muhammad.
10.Berhala-berhala runtuh dengan hanya ditunjuk oleh Muhammad.
11.Mendatangkan hujan dan meredakan banjir saat musim kemarau tahun 6 Hijriah di Madinah yang saat itu mengalami kekeringan.
12.Berbicara dengan gunung untuk mengelurkan air bagi Uqa’il bin Abi Thalib yang kehausan.
13.Berbicara dengan gilingan tepung Fatimah yang takut dijadikan batu-batu neraka.
14.Merubah emas hadiah raja Habib bin Malik menjadi pasir di gunung Abi Qubaisy.
15.Memerintahkan gilingan tepung untuk berputar dengan sendirinya.
16.Tubuh Muhammad memancarkan petir ketika hendak di bunuh oleh Syaibah bin ‘Utsman pda Perang Hunain.


Makanan Dan Minuman.
1.Makanan yang di makan oleh Muhammad mengagungkan Nama Allah.
2.Makanan sedikit yang bisa dimakan sebanyak 800 orang pada Perang Khandaq.
3.Roti sedikit cukup untuk orang banyak.
4.Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang.
5.Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat.
6.Menjadikan beras merah sebanyak setengah kwintal yang diberikan kepada orang Badui Arab tetap utuh tidak berkurang selama berhari-hari.
7.Menjadikan minyak samin Ummu Malik tetap utuh tidak berkurang walau telah diberikan kepada Muhammad.
8.Air memancar dari sela-sela jari. Kemudian air itu untuk berwudhu 300 orang sahabat hanya dengan semangkuk air.
9.Susu dan kencing unta bisa menyembuhkan penyakit atas ijin Allah.


Mendoakan Dan Menyembuhkan.
1.Menyembuhkan betis Ibnu Al-Hakam yang terputus pada Perang Badar, kemudian Muhammad meniupnya, lalu sembuh seketika tanpa meresakan sakit sedikit pun.
2.Mata Qatadah terluka pada Perang Uhud, sehingga jatuh dari kelopaknya, kemudian oleh Muhammad mata tersebut dimasukkan kembali dan menjadi lebih indah dari sebelumnya.
3.Mendo’akan untuk menumbuhkan gigi salah seorang sahabatnya bernama Sabiqah yang rontok sewaktu perang.
4.Mendo’akan Anas bin Malik dengan banyak harta dan anak.
5.Menyembuhkan daya ingat Abu Hurayrah yang pelupa.
6.Menyembuhkan penyakit mata Ali bin Abi Thalib saat pemilihan pembawa bendera pemimpin dalam perang Khaibar.
7.Menyembuhkan luka gigitan ular yang diderita Abu Bakar dengan ludahnya saat bersembunyi di Gua Tsur dari pengejaran penduduk Mekah.
8.Menyembuhkan tangan wanita yang lumpuh dengan tongkatnya.
9.Menyambung tangan Badui yang putus yang dipotongnya sendiri setelah menampar Muhammad.
10.Mendoakan supaya Kerajaan Kisra hancur, kemudian do’a tersebut dikabulkan.
11.Mendoakan Ibnu Abbas menjadi orang yang faqih dalam agama Islam.




Hal Ghaib dan Ramalan.
1.Mengetahui siksa kubur dua orang dalam makam yang dilewatinya karena dua orang tersebut selalu shalat dalam keadaan kotor karena kencingnya selalu mengenai pakaian shalat.
2.Mengetahui ada seorang Yahudi yang sedang disiksa dalam kuburnya.
3.Meramalkan seorang istrinya ada yang akan menunggangi unta merah, dan disekitarnya ada banyak anjing yang menggonggong dan orang tewas. Hal itu terbukti pada Aisyah pada saat Perang Jamal di wilayah Hawwab yang mengalami kejadian yang diramalkan Muhammad.
4.Meramalkan istrinya yang paling rajin bersedekah akan meninggal tidak lama setelahnya dan terbukti dengan meninggalnya Zainab yang dikenal rajin bersedekah tidak lama setelah kematian Muhammad.
5.Meramalkan Abdullah bin Abbas akan menjadi “bapak para khalifah” yang terbukti pada keturunah Abdullah bin Abbas yang menjadi raja-raja kekhalifahan Abbasiyah selama 500 tahun.
6.Meramalkan umatnya akan terpecah belah menjadi 73 golongan.


Mukjizat Terbesar Nabi Muhammad S.A.W.

-Al-Qur'an- yang masih tulen dan asli tidak berubah sedikit pun hingga ke hari ini dan selamanya...
1.Membelah bulan dua kali untuk membuktikan kenabiannya pada penduduk Mekkah.
2.Isra ke Masjidil Aqsa dari Masjidil Haram lalu Mi’raj ke Sidratul Muntaha dari Baitul Maqdis tidak sampai satu malam pada tanggal 27 Rajab tahun 11 Hijriah.
3.Menerima Al-Qur’an sebagai Firman Tuhan terakhir padahal ia seorang yang buta huruf.

DEMIKIANLAH SEDIKIT SEBANYAK MUKJIZAT NABI MUHAMMAD YANG MELEBIH SEGALA NABI DAN RASUL SEBELUM BAGINDA S.A.W.

"ALLAHUMMA SHALLI 'ALAA MUHAMMAD"


MANAKALA 8 MUKJIZAT NABI ISA @ JESUS a.s(Alaihi Salam)

Allah SWT berfirman:“(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: ‘Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan roh kudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat, dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: ‘Ini tidak lain hanya sehir yang nyata.’ Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: ‘Berimanlah kepada-Ku dan kepada rasul-Ku.’ Mereka menjawab: ‘Kami telah beiiman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu).’” (QS. al-Maidah: 110-111)

Ayat-ayat tersebut menyebutkan lima mukjizat Nabi Isa. Pertama, bahwa beliau mampu berbicara dengan manusia saat beliau masih di buaian. Kedua, beliau diajari Taurat dan Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa telah tersembunyi dan telah mengalami perubahan yang dilakukan oleh orang-orang cerdik dari kaum Yahudi. Ketiga, beliau membentuk tanah seperti burung kemudian meniupkannya lalu tanah itu menjadi burung. Keempat, beliau mampu menghidupkan orang-orang yang mati. Kelima, beliau mampu menyembuhkan orang yang buta dan orang yang belang. Terdapat mukjizat yang keenam yang disebutkan dalam Al-Qur’an al-Karim:

“(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: ‘Hai Isa putra Maryam, bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?’ Isa menjawab: ‘Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orangyang beriman.’ Mereka berkata: ‘Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu.’ Isa putra Maryam berdoa: ‘Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu: beri rezekilah kami dan Engkaulah Pemberi rezeki Yang Paling Utama.’ Allah berfirman: ‘Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan) itu, maka sesungguhnya Aku ahan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia.’” (QS. al-Maidah: 112-115)

Mukjizat yang keenam itu adalah turunnya makanan dari langit karena permintaan Hawariyin. Juga terdapat mukjizat yang ketujuh yang terdapat surah Ali ‘Imran yaitu beliau diberi kemampuan melihat hal-hal yang gaib melalui panca inderanya meskipun beliau tidak menyaksikannya secara langsung. Oleh karena itu, beliau memberitahu kepada sahabat-sahabatnya dan murid-muridnya apa yang mereka makan dan apa yang mereka simpan di rumah-rumah mereka: “Dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu benar-benar beriman. ” (QS. Ali ‘Imran:: 49)

Inilah mukjizat Nabi Isa yang ketujuh yang didahului oleh mukjizat kelahirannya yang sangat mengagumkan. Beliau lahir tanpa seorang ayah, lalu diikuti mukjizat berikutnya di mana beliau diangkat dari bumi ke langit ketika penguasa yang zalim berusaha menyalibnya. Barangkali pembaca akan bertanya-tanya: mengapa mukjizat-mukjizat seperti ini diperoleh oleh Nabi Isa? Kita mengetahui bahwa mukjizat adalah hal yang luar biasa yang Allah SWT berikan kepada nabi-Nya. Tetapi pemberian itu menjadi sempurna jika mukjizat itu disesuaikan dengan keadaan zaman diutusnya nabi tersebut sehingga mukjizat itu sangat berpengaruh dalam jiwa kaum dan mampu menggoncangkan hati mereka dan menjadikan mereka berimana kepada pemilik mukjizat ini. Jadi, mukjizat menjadi suatu hal yang luar biasa. Oleh karena itu, Allah SWT berkehendak agar mukjizat ini sesuai dengan zaman diutusnya nabi tersebut.

ALLAH, TUHAN SELURUH ALAM


Allah adalah perkataan dalam bahasa Arab yang merujuk kepada Tuhan Yang Satu. Kata Allah adalah kata ganti nama khas yang khusus untuk merujuk kepada Tuhan Yang Esa, yang telah mencipta, mentadbir dan memiliki alam semesta ini beserta isinya. Kata Allah banyak dikenalkan didalam ajaran Islam, namun masyarakat Arab Kristian juga menggunakannya. Bagaimanapun kini, masyarakat Arab Kristian cuba menjauhkan penggunaan perkataan Allah dalam kitab suci mereka. Di Indonesia dan Malaysia, terjemahan Kitab Bible dalam bahasa tempatan menggunakan perkataan "Allah" bagi menggambarkan God the Father walaupun dalam pengucapan seharian mereka lebih gemar menggunakan perkataan "Tuhan", "Lord" atau "God". Dalam terjemahan kitab Bible versi bahasa Melayu contohnya, perkataan "Allah" digunakan sebagai ganti kepada perkataan Bahasa Inggeris "God", dan ini masih lagi diperdebatkan. Impak jangka panjang jika ini dibenarkan adalah sangat besar dari apa yang sesetengah orang jangkakan, kerana terjemahan lain seperti the Pagan gods atau Zeus, King of the God boleh diterjemahkan sebagai allah-allah Pagan juga Zeus, Raja Segala Allah.

Perkataan Allah tidak boleh digunakan untuk menggambarkan jamak (banyak) atau melambangkan apa-apa jantina, atau dinamakan untuk apa-apa yang selain dari Tuhan. Asal perkataan Allah dari dua perkataan Arab; (Al-) yang memberi erti khusus dan (-ilaah) memberi erti Tuhan. Bagaimanapun terdapat pendapat yang berbeza dengan menekankan bahawa perkataan "Allah" itu kata khusus dan bukan terbentuk dari "al" dan "ilaah". Sebaik-baik translasi perkataan Allah itu ialah Tuhan yang Esa.

Mengikut kepercayaan Islam, Allah ialah Tuhan yang satu, yang disembah oleh umat Islam adalah Tuhan yang sama yang disembah oleh pengikut Yahudi, Nasrani dan seluruh umat manusia sebelum kedatangan Muhammad. Islam menolak penjelmaan Tuhan di dalam rupa bentuk manusia atau sesuatu apa jua pun.


Perkataan 'Allah' tidak wujud dalam Versi Bible King James tetapi perkatan Lord dan God memang ada... cuma di Indonesia, mereka gemar meniru dan akhirnya menetapkan perkataan itu dalam Bible mereka. apakh maksud GOD? apakah maksud LORD? apakah sama dengan perkataan ALLAH?

sama sekali tidak!

Dari segi teknikal linguastik, perkataan Allah adalah jamid iaitu ia unik tidak diambil dari mana-mana perkataan. Perkataan Allah bukan terbina dari "al-ilaah" sebagaimana yang dianggap oleh kebanyakan orang. Kerana itu perkataan Allah adalah khusus dan bebas. Dua abjab pertama iaitu "Al" dalam perkataan "Allah" tidak dapat dipisahkan dengan yang lain. Ia bukan seperti artikel pasti (definite article) "al-" dalam bahasa Arab (yang sama seperti "the" dalam bahasa Inggeris). Menurut tatabahasa Arab, perkataan "Allah" ini tidak boleh diumum, dikecil, dilelaki, diperempuan atau diterbitkan nama-nama lain daripadanya. Kalimah ‘Allah’ adalah bebas dari segi struktur tatabahasa dan maknanya.

Jika "Al" di dalam perkataan Allah adalah awalan tambahan, sebutan biasa "Ya Allah" adalah salah dari segi tatabahasa Arab kerana bentuk "Ya Al-Rahman" atau "Ya Al-Ilah" tidak dibenarkan dalam Bahasa Arab. Lagipun dengan mengatakan "Al-" sebagai awalan bermakna ada banyak tuhan yang berbeza yang boleh dipanggil Alihah (jamak bagi ilah). Ini tidak betul kerana Allah selama-lamanya nama bagi Tuhan yang Esa dan tidak pernah digunakan ke atas sesiapa kecuali Tuhan yang Esa. Arab musyrikin mempunyai banyak ilah atau tuhan tetapi tiada satu pun yang dipanggil Allah.

Contoh kata-kata yang menggunakan kata Allah:

Allahu Akbar (الله أكبر) (Allah Maha Besar)
Bismillah (بسم الله ) (Dengan nama Allah)
Ya Allah (يا الله) (Wahai Allah)
Insya Allah (إن شاء الله) (Jika dikehendaki Allah)
Masya Allah (ما شاء الله) (Apa yang Allah kehendaki)
Subhan Allah (سبحان الله) (Maha Suci Allah)
Alhamdulillah (الحمد لله) (Pujian bagi Allah)
Allahu A`lam (الله أعلم) (Allah lebih mengetahui)
Jazaka Allahu Khairan (جزاك الله خيراً) (Semoga Allah membalas kamu dengan kebaikan)

Orang Islam tidak cuba menggambarkan Allah dalam apa cara sekalipun. Sebaliknya mereka hanya dituntut supaya beriman iaitu percaya dan membenarkan segala nama serta sifat Allah yang dinyatakan dalam nas-nas al-Quran dan Hadith yang jelas tanpa sebarang perincian, pengurangan, penyerupaan atau pengubahsuaian, sebaliknya beriman dengan semua nama dan sifat Allah yang telah dijelaskan sendiri oleh Allah dan RasulNya.

Apabila kita melihat kepada segala sesuatu yang bersifat terbatas, akan kita simpulkan bahawa semuanya tidak azali. Sebab bila bersifat azali (tidak berawal dan tidak berakhir), tentu tidak mempunyai keterbatasan. Dengan demikian jelaslah bahawa segala yang terbatas pasti diciptakan oleh sesuatu yang lain. Sesuatu yang lain inilah yang disebut Al-Khaliq. Dialah yang menciptakan manusia, hidup, dan alam semesta.

Dalam menentukan keberadaan Pencipta ini akan kita dapati tiga kemungkinan.

Pertama, Ia diciptakan oleh yang lain.
Kedua, Ia menciptakan diri-Nya sendiri.
Ketiga, Ia bersifat azali dan wajibul wujud.

Kemungkinan pertama bahawa Ia diciptakan oleh yang lain adalah kemungkinan yang bathil, tidak dapat diterima oleh akal. Kerana, bila benar demikian, tentu Ia bersifat terbatas. Begitu pula dengan kemungkinan kedua, yang menyatakan bahawa Ia menciptakan diri-Nya sendiri. Jika memang demikian bererti Dia sebagai makhluk dan Khaliq pada saat yang bersamaan. Suatu perkara yang jelas-jelas tidak dapat diterima. Oleh kerana itu, Al-Khaliq harus bersifat azali dan wajibul wujud. Dialah Allah SWT.

Sesungguhnya siapa saja yang mempunyai akal akan mampu membuktikan hanya dengan adanya benda-benda yang dapat diindera. Bahawa di balik benda-benda itu pasti terdapat Pencipta yang telah menciptakannya. Sebab, kenyataan menunjukkan bahawa semua benda itu bersifat serba kurang, sangat lemah, dan saling memerlukan. Ini saja sudah menunjukkan bahawa segala sesuatu yang ada hanyalah makhluk. Jadi untuk membuktikan adanya Al-Khaliq Yang Maha Pengatur, sebenarnya cukup hanya dengan mengarahkan perhatian manusia terhadap benda-benda yang ada di alam semesta, fenomena hidup, dan diri manusia sendiri. Dengan mengamati salah satu planet yang ada di alam semesta, atau dengan merenungi fenomena hidup, atau meneliti salah satu bagian dari diri manusia, akan kita dapati bukti nyata dan meyakinkan akan adanya Allah SWT.

Beriman kepada Allah adalah Rukun Iman yang pertama. Beriman kepada Allah merangkumi tiga aspek keimanan iaitu:

Tauhid Ar-Rububiyyah
Tauhid Al-Uluhiyyah
Tauhid Al-Asma' Was-Sifat
Tauhid Ar-Rububiyyah

Ia ialah pengesaan Allah dengan penciptaan, kerajaan dan pentadbiran; firman Allah: "Adakah lagi pencipta selain daripada Allah? Dia memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi. Tidak ada Tuhan melainkan Dia" [Fatir: 3], dan berfirman Allah: "Maka adakah sesiapa yang mencipta sama seperti sesiapa yang tidak mencipta? Maka tidakkah kamu semua ingat?" [An-Nahl: 17]

Tauhid Al-Uluhiyyah
Ia ialah pengesaan Allah dengan penyembahan [`ibadah], dengan hendaklah manusia tidak mengambil bersama Allah sesuatu pun yang disembahnya dan didekati kepadanya, sebagaimana dia menyembah Allah Ta`ala dan dia mendekat kepada-Nya, dan jenis inilah daripada tauhid yang orang-orang musyrikun telah sesat padanya, yang Nabi telah memerangi mereka dan menawan wanita-wanita, zuriat, harta, tanah dan negeri mereka, dan inilah tauhid yang dibangkitkan dengannya para rasul, dan diturunkan dengannya kitab-kitab.

Tauhid Al-Asma' Was-Sifat

Ia ialah pengesaan Allah dengan apa-apa yang dinamakan-Nya diri-Nya dengannya, dan disifatkan-Nya diri-Nya dengannya di dalam kitab-Nya, atau di atas lisan Rasulullah; dan hal itu ialah dengan mengisbatkan [mensabitkan, mengesahkan, berpegang dengan] apa-apa yang Allah – subhanahu wata`ala – sabitkannya untuk diri-Nya dengan tanpa pengubahsuaian dan tanpa pengabaian, dan dengan tanpa pindaan dan tanpa penyerupaan.

Contoh hal itu: Bahawa Allah telah menamakan diri-Nya dengan Al-Hayyi l-Qayyum [Yang Hidup, Yang Tertegak]; maka wajib ke atas kita untuk beriman dengan Al-Hayy bahawa ia satu nama daripada nama-nama Allah, dan wajib ke atas kita untuk beriman dengan apa-apa yang dikandungnya oleh nama ini daripada ciri; dan ia ialah kehidupan yang sempurna yang tidak didahuluï dengan tiada, dan tidak diikutinya kebinasaan.

Dan Allah telah menamakan dirinya dengan As-Sami`u l-`Alim [Yang Mendengar, Yang Mengetahuï]; maka wajib ke atas kita untuk beriman dengan As-Sami` sebagai satu nama daripada nama-nama Allah, dan dengan As-Sam`I satu sifat daripada sifat-sifat-Nya, dan dengan sesungguhnya dia Mendengar, dan itulah hukum yang dikehendakinya oleh nama itu dan sifat itu; maka sesungguhnya mendengar tanpa pendengaran atau pendengaran dengan tiada kebolehan mendengar, ini ialah sesuatu yang mustahil, dan di atas hal ini, maka qiyaskanlah. Ibnu `Usaymin Abi Malik Muhammad Bin Hamid Bin `Abdu l-Wahhab (2006/ 1427H). Masa'il Fi l-`Aqidah. Misr: Maktabah `Ibadi r-Rahman & Maktabah Al-`Ulumi Wal-Hikam.

Aqidah tauhid (monotheism) adalah aqidah yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul termasuklah Nabi Nuh, Ibrahim, Daud, Sulaiman, Musa dan Isa. Manakala Nabi Muhammad s.a.w adalah rasul terakhir yang menyempurnakan risalah aqidah tersebut kepada semua kalangan manusia tanpa mengira keturunan, bangsa, bahasa, budaya dan warna kulit.


Para penterjemah kitab Bible dan mubaligh Kristian terutama di dalam masyarakat yang majoritinya beragama Islam menggunakan perkataan "Allah" untuk merujuk kepada tuhan. Tindakan ini dipercayai untuk memudahkan penyebaran agama Kristian dan pemahaman di kalangan masyarakat tempatan.

Bagi umat Kristian Arab dan Indonesia tidak ada perkataan lain untuk 'Tuhan' selain 'Allah'. Arab Kristian misalnya menggunakan istilah-istilah Allāh al-ab (الله الآب) bermakna Tuhan yang Bapa, Allāh al-ibn (الله الابن) bermakna Tuhan yang Anak, dan Allāh al-rūḥ al qudus (الله الروح القدس) bermakna Tuhan yang Roh Kudus. Lihat Tuhan dalam agama Kristian untuk konsep Tuhan Kristian. Bagaimanapun di kalangan masyarakat Kristian Arab sendiri, mereka mula mengelakkan diri daripada menggunakan "Allah" bagi merujuk tuhan dan menggantikannya dengan "Al-Ilaah" untuk Tuhan dan "Rabb" untuk "Lord".

Penganut Kristian di negara barat pula menganggap tidak wajar memanggil nama Tuhan Kristian dengan nama "Allah" kerana doktrin keagamaan yang berbeza di antara orang Islam dan Kristian boleh membawa kepada kekeliruan. Malah sesetengah mereka mendakwa "Allah" berasal daripada Tuhan masyarakat pagan Arab (musyrikin Arab).

Allah mempunyai 99 nama dan 20 sifat yang wajib kita imani sebagai penganut Islam.

Asmaaul Husna 99 NAMA ALLAH.

1 al-Rahman الرحمن Maha Pengasih
2 al-Rahim الرحيم Maha Penyayang
3 al-Malik الملك Maha Merajai/Memerintah
4 al-Quddus القدوس Maha Suci
5 al-Salam السلام Maha Memberi Kesejahteraan
6 al-Mukmin المؤمن Yang Memberi Keamanan
7 al-Muhaimin المهيمن Maha Pemelihara
8 al-Aziz العزيز Maha Gagah
9 al-Jabbar الجبار Maha Perkasa
10 al-Mutakabbir المتكبر Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
11 al-Khaliq الخالق Maha Pencipta
12 al-Barik البارئ Yang Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
13 al-Musawwir المصور Yang Membentuk Rupa (makhluknya)
14 al-Ghaffar الغفار Maha Pengampun
15 al-Qahhar القهار Yang Memaksa
16 al-Wahhab الوهاب Maha Pemberi Kurnia
17 al-Razzaq الرزاق Maha Pemberi Rejeki
18 al-Fattah الفتاح Maha Pembuka Rahmat
19 al-Alim العليم Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20 al-Qabid القابض Yang Menyempitkan (makhluknya)
21 al-Basit الباسط Yang Melapangkan (makhluknya)
22 al-Khafid الخافض Yang Merendahkan (makhluknya)
23 al-Rafik الرافع Yang Meninggikan (makhluknya)
24 al-Muiz المعز Yang Memuliakan (makhluknya)
25 al-Muzil المذل Yang Menghinakan (makhluknya)
26 al-Samik السميع Maha Mendengar
27 al-Basir البصير Maha Melihat
28 al-Hakam الحكم Maha Menetapkan
29 al-Adl العدل Maha Adil
30 al-Latif اللطيف Maha Lembut
31 al-Khabir الخبير Maha Mengetahui Rahasia
32 al-Halim الحليم Maha Penyantun
33 al-Azim العظيم Maha Agung
34 al-Ghafur الغفور Maha Pengampun
35 al-Syakur الشكور Maha Pembalas Budi (Menghargai)
36 al-Ali العلى Maha Tinggi
37 al-Kabir الكبير Maha Besar
38 al-Hafiz الحفيظ Maha Menjaga
39 al-Muqit المقيت Maha Pemberi Kecukupan
40 al-Hasib الحسيب Maha Membuat Perhitungan
41 al-Jalil الجليل Maha Mulia
42 al-Karim الكريم Maha Pemurah
43 al-Raqib الرقيب Maha Mengawasi
44 al-Mujib المجيب Maha Mengabulkan
45 al-Wasik الواسع Maha Luas
46 al-Hakim الحكيم Maka Bijaksana
47 al-Wadud الودود Maha Pencinta
48 al-Majid المجيد Maha Mulia
49 al-Bais الباعث Maha Membangkitkan
50 al-Syahid الشهيد Maha Menyaksikan
51 al-Haq الحق Maha Benar
52 al-Wakil الوكيل Maha Memelihara
53 al-Qawi القوى Maha Kuat
54 al-Matin المتين Maha Teguh
55 al-Wali الولى Maha Melindungi
56 al-Hamid الحميد Maha Terpuji
57 al Muhsi المحصى Maha Menghitung
58 al-Mubdik المبدئ Maha Memulai
59 al-Muid المعيد Maha Mengembalikan Kehidupan
60 al-Muhyi المحيى Maha Menghidupkan
61 al-Mumit المميت Maha Mematikan
62 al-Hai الحي Maha Hidup
63 al-Qayyum القيوم Maha Mandiri
64 al-Wajid الواجد Maha Penemu
65 al-Majid الماجد Maha Mulia
66 al-Wahid الواحد Maha Esa
67 al-Ahad الاحد Maha Esa
68 al-Samad الصمد Tempat Meminta
69 al-Qadir القادر Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70 al-Muqtadir المقتدر Maha Berkuasa
71 al-Muqaddim المقدم Maha Mendahulukan
72 al-Muakhir المؤخر Maha Mengakhirkan
73 al-Awwal الأول Maha Awal (Alfa)
74 al-Akhir الأخر Maha Akhir (Omega)
75 al-Zahir الظاهر Maha Nyata
76 al-Batin الباطن Maha Ghaib
77 al-Wali الوالي Maha Memerintah
78 al-Mutaali المتعالي Maha Tinggi
79 al-Bar البر Maha Penderma
80 al-Tawwab التواب Maha Penerima Taubat
81 al-Muntaqim المنتقم Maha Penyiksa
82 al-Afu العفو Maha Pemaaf
83 al-Rauf الرؤوف Maha Pengasih
84 Malik al-Mulk مالك الملك Penguasa Kerajaan (Semesta)
85 Zu al-Jalal wa al-Ikram ذو الجلال و الإكرام Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86 al-Muqsit المقسط Maha Adil
87 al-Jamik الجامع Maha Mengumpulkan
88 al-Ghani الغنى Maha Berkecukupan
89 al-Mughni المغنى Maha Memberi Kekayaan
90 al-Manik المانع Maha Mencegah
91 al-Dar الضار Maha Memberi Derita
92 al-Nafik النافع Maha Memberi Manfaat
93 al-Nur النور Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94 al-Hadi الهادئ Maha Pemberi Petunjuk
95 al-Badik البديع Maha Pencipta
96 al-Baqi الباقي Maha Kekal
97 al-Waris الوارث Maha Pewaris
98 al-Rasyid الرشيد Maha Pandai
99 al-Sabur الصبور Maha Sabar

SIFAT 20 ALLAH SWT
Wujud ﻭﺟﻮﺩ Ada
Qidam ﻗﺪﻡ Sedia
Baqa ﺑﻘﺎﺀ Kekal
Mukhalafatuhu lilhawadith ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ Bersalahan Allah Ta'ala dengan segala yang baharu.- tidak serupa dengan selain Allah.
Qiamuhu binafsih ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻨﻔﺴﻪ Berdiri-Nya dengan sendiri
Wahdaniat ﻭﺣﺪﺍﻧﻴﺔ Esa Allah Ta'ala pada dzat,pada sifat dan pada perbuatan
Qudrat ﻗﺪﺭﺓ Berkuasa
Iradat ﺇﺭﺍﺩﺓ Berkehendak menentukan
Ilmu ﻋﻠﻢ Mengetahui
Hayat ﺣﻴﺎﺓ Hidup
Sama' ﺳﻤﻊ Mendengar
Basar ﺑﺼﺮ Melihat
Kalam ﻛﻼ ﻡ Berkata-kata
Kaunuhu qaadiran ﻛﻮﻧﻪ ﻗﺎﺩﺭﺍ Keadaan-Nya yang berkuasa
Kaunuhu muriidan ﻛﻮﻧﻪ ﻣﺮﻳﺪﺍ Keadaan-Nya yang berkehendak menentukan
Kaunuhu 'aliman ﻛﻮﻧﻪ ﻋﺎﻟﻤﺎ Keadaan-Nya yang mengetahui
Kaunuhu hayyan ﻛﻮﻧﻪ ﺣﻴﺎ Keadaan-Nya yang hidup
Kaunuhu sami'an ﻛﻮﻧﻪ ﺳﻤﻴﻌﺎ Keadaan-Nya yang mendengar Ma'nawiyah
Kaunuhu basiiran ﻛﻮﻧﻪ ﺑﺼﻴﺭﺍ Keadaan-Nya yang melihat
Kaunuhu mutakalliman ﻛﻮﻧﻪ ﻣﺘﻜﻠﻤﺎ Keadaan-Nya yang berkata-kata

INILAH ALLAH, TUHAN SELURUH ALAM...(YANG ISLAM, BUKAN ISLAM DAN SELURUH JENIS MAKHLUK)