The Alien - Link Select

Selasa, 29 Januari 2013

NABI MUHAMMADURRASULULLAH ???

Wahyu Terakhir Kapada Rasulullah SAW Diriwayatkan bahwa surah Al-Maaidah ayat 3 diturunkan pada sesudah waktu asar yaitu pada hari Jumaat di padang Arafah pada musim haji penghabisan [Wada']. Pada masa itu Rasulullah SAW berada di Arafah di atas unta. Ketika ayat ini turun Rasulullah SAW tidak begitu jelas penerimaannya untuk mengingati isi dan makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Kemudian Rasulullah SAW bersandar pada unta beliau, dan unta beliau pun duduk perlahan-lahan. Setelah itu turun malaikat Jibril AS dan berkata: "Wahai Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu, maka terputuslah apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan demikian juga apa yang terlarang olehnya. Oleh itu kamu kumpulkan para sahabatmu dan beritahu kepada mereka bahwa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu dengan kamu." Setelah Malaikat Jibril AS pergi maka Rasulullah SAW pun berangkat ke Mekah dan terus pergi ke Madinah.Setelah Rasulullah SAW mengumpulkan para sahabat beliau, maka Rasulullah SAW pun menceritakan apa yang telah diberitahu oleh malaikat Jibril AS. Apabila para sahabat mendengar hal yang demikian maka mereka pun gembira sambil berkata: "Agama kita telah sempurna. Agama kila telah sempurna." Apabila Abu Bakar ra. mendengar keterangan Rasulullah SAW itu, maka ia tidak dapat menahan kesedihannya maka ia pun kembali ke rumah lalu mengunci pintu dan menangis sekuat-kuatnya. Abu Bakar ra. menangis dari pagi hingga ke malam. Kisah tentang Abu Bakar ra. menangis telah sampai kepada para sahabat yang lain, maka berkumpullah para sahabat di depan rumah Abu Bakar ra. dan mereka berkata: "Wahai Abu Bakar, apakah yang telah membuat kamu menangis sehingga begini sekali keadaanmu? Seharusnya kamu merasa gembira sebab agama kita telah sempuma." Mendengarkan pertanyaan dari para sahabat maka Abu Bakar ra. pun berkata, "Wahai para sahabatku, kamu semua tidak tahu tentang musibah yang menimpa kamu, tidakkah kamu tahu bahwa apabila sesualu perkara itu telah sempuma maka akan kelihatanlah akan kekurangannya. Dengan turunnya ayat tersebut bahwa ia menunjukkan perpisahan kita dengan Rasulullah SAW. Hasan dan Husin menjadi yatim dan para isteri nabi menjadi janda." Selelah mereka mendengar penjelasan dari Abu Bakar ra. maka sadarlah mereka akan kebenaran kata-kata Abu Bakar ra., lalu mereka menangis dengan sekuat-kuatnya. Tangisan mereka telah didengar oleh para sahabat yang lain, maka mereka pun terus memberitahu Rasulullah SAW tentang apa yang mereka lihat itu. Berkata salah seorang dari para sahabat, "Ya Rasulullah SAW, kami baru kembali dari rumah Abu Bakar ra. dan kami dapati banyak orang menangis dengan suara yang kuat di depan rumah beliau." Apabila Rasulullah SAW mendengar keterangan dari para sahabat, maka berubahlah muka Rasulullah SAW dan dengan bergegas beliau menuju ke rumah Abu Bakar ra.. Setelah Rasulullah SAW sampai di rumah Abu Bakar ra. maka Rasulullah SAW melihat kesemua mereka yang menangis dan bertanya, "Wahai para sahabatku, kenapakah kamu semua menangis?." Kemudian Ali ra. berkata, "Ya Rasulullah SAW, Abu Bakar ra. mengatakan dengan turunnya ayat ini membawa tanda bahwa waktu wafatmu telah dekat. Adakah ini benar ya Rasulullah?." Lalu Rasulullah SAW berkata: "Semua yang dikatakan oleh Abu Bakar ra. adalah benar, dan sesungguhnya waktu untuk aku meninggalkan kamu semua telah dekat". Setelah Abu Bakar ra. mendengar pengakuan Rasulullah SAW, maka ia pun menangis sekuat tenaganya sehingga ia jatuh pingsan. Sementara 'Ukasyah ra. berkata kepada Rasulullah SAW, 'Ya Rasulullah, waktu itu saya anda pukul pada tulang rusuk saya. Oleh itu saya hendak tahu apakah anda sengaja memukul saya atau hendak memukul unta baginda." Rasulullah SAW berkata: "Wahai 'Ukasyah, Rasulullah SAW sengaja memukul kamu." Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada Bilal ra., "Wahai Bilal, kamu pergi ke rumah Fathimah dan ambilkan tongkatku ke mari." Bilal keluar dari masjid menuju ke rumah Fathimah sambil meletakkan tangannya di atas kepala dengan berkata, "Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk dibalas [diqishash]." Setelah Bilal sampai di rumah Fathimah maka Bilal pun memberi salam dan mengetuk pintu. Kemudian Fathimah ra. menyahut dengan berkata: "Siapakah di pintu?." Lalu Bilal ra. berkata: "Saya Bilal, saya telah diperintahkan oleh Rasulullah SAW unluk mengambil tongkat beliau."Kemudian Fathimah ra. berkata: "Wahai Bilal, untuk apa ayahku minta tongkatnya." Berkata Bilal ra.: "Wahai Fathimah, Rasulullah SAW telah menyediakan dirinya untuk diqishash." Bertanya Fathimah ra. lagi: "Wahai Bilal, siapakah manusia yang sampai hatinya untuk menqishash Rasulullah SAW?" Bilal ra. tidak menjawab perlanyaan Fathimah ra., Setelah Fathimah ra. memberikan tongkat tersebut, maka Bilal pun membawa tongkat itu kepada Rasulullah SAW Setelah Rasulullah SAW menerima tongkat tersebut dari Bilal ra. maka beliau pun menyerahkan kepada 'Ukasyah. Melihatkan hal yang demikian maka Abu Bakar ra. dan Umar ra. tampil ke depan sambil berkata: "Wahai 'Ukasyah, janganlah kamu qishash baginda SAW tetapi kamu qishashlah kami berdua." Apabila Rasulullah SAW mendengar kata-kata Abu Bakar ra. dan Umar ra. maka dengan segera beliau berkata: "Wahai Abu Bakar, Umar dudukiah kamu berdua, sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan tempatnya untuk kamu berdua." Kemudian Ali ra. bangun, lalu berkata, "Wahai 'Ukasyah! Aku adalah orang yang senantiasa berada di samping Rasulullah SAW oleh itu kamu pukullah aku dan janganlah kamu menqishash Rasulullah SAW" Lalu Rasultillah SAW berkata, "Wahai Ali duduklah kamu, sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan tempatmu dan mengetahui isi hatimu." Setelah itu Hasan dan Husin bangun dengan berkata: "Wahai 'Ukasyah, bukankah kamu tidak tahu bahwa kami ini adalah cucu Rasulullah SAW, kalau kamu menqishash kami sama dengan kamu menqishash Rasulullah SAW" Mendengar kata-kata cucunya Rasulullah SAW pun berkata, "Wahai buah hatiku duduklah kamu berdua." Berkata Rasulullah SAW "Wahai 'Ukasyah pukullah saya kalau kamu hendak memukul." Kemudian 'Ukasyah berkata: "Ya Rasulullah SAW, anda telah memukul saya sewaktu saya tidak memakai baju." Maka Rasulullah SAW pun membuka baju. Setelah Rasulullah SAW membuka baju maka menangislah semua yang hadir. Setelah 'Ukasyah melihat tubuh Rasulullah SAW maka ia pun mencium beliau dan berkata, "Saya tebus anda dengan jiwa saya ya Rasulullah SAW, siapakah yang sanggup memukul anda. Saya melakukan begini adalah sebab saya ingin menyentuh badan anda yang dimuliakan oleh Allah SWT dengan badan saya. Dan Allah SWT menjaga saya dari neraka dengan kehormatanmu." Kemudian Rasulullah SAW berkata, "Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu hendak melihat ahli syurga, inilah orangnya." Kemudian semua para jemaah bersalam-salaman atas kegembiraan mereka terhadap peristiwa yang sangat genting itu. Setelah itu para jemaah pun berkata, "Wahai 'Ukasyah, inilah keuntungan yang paling besar bagimu, engkau telah memperolehi derajat yang tinggi dan bertemankan Rasulullah SAW di dalam syurga." Apabila ajal Rasulullah SAW makin dekat maka beliau pun memanggil para sahabat ke rumah Aisyah ra. dan beliau berkata: "Selamat datang kamu semua semoga Allah SWT mengasihi kamu semua, saya berwasiat kepada kamu semua agar kamu semua bertaqwa kepada Allah SWT dan mentaati segala perintahnya. Sesungguhnya hari perpisahan antara saya dengan kamu semua hampir dekat, dan dekat pula saat kembalinya seorang hamba kepada Allah SWT dan menempatkannya di syurga. Kalau telah sampai ajalku maka hendaklah Ali yang memandikanku, Fadhl bin Abbas hendaklah menuangkan air dan Usamah bin Zaid hendaklah menolong keduanya. Setelah itu kamu kafanilah aku dengan pakaianku sendiri apabila kamu semua menghendaki, atau kafanilah aku dengan kain yaman yang putih. Apabila kamu memandikan aku, maka hendaklah kamu letakkan aku di atas balai tempat tidurku dalam rumahku ini. Setelah itu kamu semua keluarlah sebentar meninggalkan aku. Pertama yang akan menshalatkan aku ialah Allah SWT, kemudian yang akan menshalat aku ialah Jibril AS, kemudian diikuti oleh malaikat Israfil, malaikat Mikail, dan yang akhir sekali malaikat lzrail berserta dengan semua para pembantunya. Setelah itu baru kamu semua masuk bergantian secara berkelompok bershalat ke atasku." Setelah para sahabat mendengar ucapan yang sungguh menyayat hati itu maka mereka pun menangis dengan nada yang keras dan berkata, "Ya Rasulullah SAW anda adalah seorang Rasul yang diutus kepada kami dan untuk semua, yang mana selama ini anda memberi kekuatan dalam penemuan kami dan sebagai penguasa yang menguruskan perkara kami. Apabila anda sudah tiada nanti kepada siapakah akan kami tanya setiap persoalan yang timbul nanti?." Kemudian Rasulullah SAW berkata, "Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepada kamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang, dan telah aku tinggalkan kepada kamu semua dua penasihat yang satu daripadanya pandai bicara dan yang satu lagi diam sahaja. Yang pandai bicara itu ialah Al-Quran dan yang diam itu ialah maut. Apabila ada sesuatu persoalan yang rumit di antara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada Al-Quran dan Hadis-ku dan sekiranya hati kamu itu berkeras maka lembutkan dia dengan mengambil pelajaran dari mati." Setelah Rasulullah SAW berkata demikian, maka sakit Rasulullah SAW bermula. Dalam bulan safar Rasulullah SAW sakit selama 18 hari dan sering diziaiahi oleh para sahabat. Dalam sebuah kitab diterangkan bahwa Rasulullah SAW diutus pada hari Senin dan wafat pada hari Senin. Pada hari Senin penyakit Rasulullah SAW bertambah berat, setelah Bilal ra. menyelesaikan azan subuh, maka Bilal ra. pun pergi ke rumah Rasulullah SAW. Sesampainya Bilal ra. di rumah Rasulullah SAW maka Bilal ra. pun memberi salam, "Assalaarnualaika ya rasulullah." Lalu dijawab oleh Fathimah ra., "Rasulullah SAW masih sibuk dengan urusan beliau." Setelah Bilal ra. mendengar penjelasan dari Fathimah ra. maka Bilal ra. pun kembali ke masjid tanpa memahami kata-kata Fathimah ra. itu. Apabila waktu subuh hampir hendak lupus, lalu Bilal pergi sekali lagi ke rumah Rasulullah SAW dan memberi salam seperti permulaan tadi, kali ini salam Bilal ra. telah di dengar oleh Rasulullah SAW dan baginda berkata, "Masuklah wahai Bilal, sesungguhnya penyakitku ini semakin berat, oleh itu kamu suruhlah Abu Bakar mengimamkan shalat subuh berjemaah dengan mereka yang hadir." Setelah mendengar kata-kata Rasulullah SAW maka Bilal ra. pun berjalan menuju ke masjid sambil meletakkan tangan di atas kepala dengan berkata: "Aduh musibah." Setelah Bilal ra. sarnpai di masjid maka Bilal ra. pun memberitahu Abu Bakar tentang apa yang telah Rasulullah SAW katakan kepadanya. Abu Bakar ra. tidak dapat menahan dirinya apabila ia melihat mimbar kosong maka dengan suara yang keras Abu Bakar ra. menangis sehingga ia jatuh pingsan. Melihatkan peristiwa ini maka riuh rendah tangisan sahabat dalam masjid, sehingga Rasulullah SAW bertanya kepada Fathimah ra.; "Wahai Fathimah apakah yang telah berlaku?." Maka Fathimah ra. pun berkata: "Kekecohan kaum muslimin, sebab anda tidak pergi ke masjid." Kemudian Rasulullah SAW memanggil Ali ra. dan Fadhl bin Abas ra., lalu Rasulullah SAW bersandar kepada kedua mereka dan terus pergi ke masjid. Setelah Rasulullah SAW sampai di masjid maka beliau pun bershalat subuh bersama dengan para jemaah. Setelah selesai shalat subuh maka Rasulullah SAW pun berkata, "Wahai kaum muslimin, kamu semua senantiasa dalam pertolongan dan pemeliharaan Allah, oleh itu hendaklah kamu semua bertaqwa kepada Allah SWT dan mengerjakan segala perintahnya. Sesungguhnya aku akan meninggalkan dunia ini dan kamu semua, dan hari ini adalah hari pertama aku di akhirat dan hari terakhir aku di dunia." Setelah berkata demikian maka Rasulullah SAW pun pulang ke rumah beliau. Kemudian Allah SWT mewahyukan kepada malaikat lzrail AS, "Wahai lzrail, pergilah kamu kepada kekasihku dengan sebaik-baik rupa, dan apabila kamu hendak mencabut ruhnya maka hendaklah kamu melakukan dengan cara yang paling lembut sekali. Apabila kamu pergi ke rumahnya maka minta izinlah lerlebih dahulu, kalau ia izinkan kamu masuk, maka masukiah kamu ke rumahnya dan kalau ia tidak mengizinkan kamu masuk maka hendaklah kamu kembali padaku." Setelah malaikat lzrail mendapat perintah dari Allah SWT maka malaikal lzrail pun turun dengan menyerupai orang Arab Badwi. Setelah malaikat lzrail sampai di depan rumah Rasulullah SAW maka ia pun memberi salam, "Assalaamu alaikum yaa ahla baitin nubuwwati wa ma danir risaalati a adkhulu?" (Mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kamu semua sekalian, wahai penghuni rumah nabi dan sumber risaalah, bolehkan saya masuk?) Apabila Fathimah mendengar orang memberi salam maka ia-pun berkata; "Wahai hamba Allah, Rasulullah SAW sedang sibuk sebab sakitnya yang semakin berat." Kemudian malaikat lzrail berkata lagi seperti dipermulaannya, dan kali ini seruan malaikat itu telah didengar oleh Rasulullah SAW dan Rasulullah SAW bertanya kepada Fathimah ra., "Wahai Fathimah, siapakah di depan pintu itu." Maka Fathimah ra. pun berkata, "Ya Rasulullah, ada seorang Arab badwi memanggil mu, dan aku telah katakan kepadanya bahwa anda sedang sibuk sebab sakit, sebaliknya dia memandang saya dengan tajam sehingga terasa menggigil badan saya." Kemudian Rasulullah SAW berkata; "Wahai Fathimah, tahukah kamu siapakah orang itu?." Jawab Fathimah,"Tidak ayah." "Dia adalah malaikat lzrail, malaikat yang akan memutuskan segala macam nafsu syahwat yang memisahkan perkumpulan-perkumpulan dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan kubur." Fathimah ra. tidak dapat menahan air matanya lagi setelah mengetahui bahwa saat perpisahan dengan ayahandanya akan berakhir, dia menangis sepuas-puasnya. Apabila Rasulullah SAW mendengar tangisan Falimah ra. maka beliau pun berkata: "Janganlah kamu menangis wahai Fathimah, engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku akan bertemu dengan aku." Kemudian Rasulullah SAW pun mengizinkan malaikat lzrail masuk. Maka malaikat lzrail pun masuk dengan mengucap, "Assalamuaalaikum ya Rasulullah." Lalu Rasulullah SAW menjawab: "Wa alaikas saalamu, wahai lzrail engkau datang menziarahi aku atau untuk mencabut ruhku?" Maka berkata malaikat lzrail: "Kedatangan saya adalah untuk menziarahimu dan untuk mencabut ruhmu, itupun kalau engkau izinkan, kalau engkau tidak izinkan maka aku akan kembali." Berkata Rasulullah SAW, "Wahai lzrail, di manakah kamu tinggalkan Jibril?" Berkata lzrail: "Saya tinggalkan Jibril di langit dunia, para malaikat sedang memuliakan dia." Tidak beberapa lama kemudian Jibril AS pun turun dan duduk di dekat kepala Rasulullah SAW. Apabila Rasulullah SAW melihat kedatangan Jibril AS maka Rasulullah SAW pun berkata: "Wahai Jibril, tahukah kamu bahwa ajalku sudah dekat" Berkata Jibril AS, "Ya aku tahu." Rasulullah SAW bertanya lagi, "Wahai Jibril, beritahu kepadaku kemuliaan yang menggembirakan aku disisi Allah SWT" Berkata Jibril AS, "Sesungguhnya semua pintu langit telah dibuka, para malaikat bersusun rapi menanti ruhmu dilangit. Kesemua pintu-pintu syurga telah dibuka, dan kesemua bidadari sudah berhias menanti kehadiran ruhmu." Berkata Rasulullah SAW: "Alhamdulillah, sekarang kamu katakan pula tentang umatku di hari kiamat nanti." Berkata Jibril AS, "Allah SWT telah berfirman yang bermaksud, "Sesungguhnya aku telah melarang semua para nabi masuk ke dalam syurga sebelum engkau masuk terlebih dahulu, dan aku juga melarang semua umat memasuki syurga sebelum umatmu memasuki syurga." Berkata Rasulullah SAW: "Sekarang aku telah puas hati dan telah hilang rasa susahku." Kemudian Rasulullah SAW berkata: "Wahai lzrail, mendekatlah kamu kepadaku." Selelah itu Malaikat lzrail pun memulai tugasnya, apabila ruh beliau sampai pada pusat, maka Rasulullah SAW pun berkata: "Wahai Jibril, alangkah dahsyatnya rasa mati." Jibril AS mengalihkan pandangan dari Rasulullah SAW apabila mendengar kata-kata beliau itu. Melihatkan telatah Jibril AS itu maka Rasulullah SAW pun berkata: "Wahai Jibril, apakah kamu tidak suka melihat wajahku?" Jibril AS berkata: "Wahai kekasih Allah, siapakah orang yang sanggup melihat wajahmu dikala kamu dalam sakaratul maut?" Anas bin Malik ra. berkata: "Apabila ruh Rasulullah SAW telah sampai di dada beliau telah bersabda, "Aku wasiatkan kepada kamu agar kamu semua menjaga shalat dan apa-apa yang telah diperintahkan ke atasmu." Ali ra. berkata: "Sesungguhnya Rasulullah SAW ketika menjelang saat-saat terakhir, telah mengerakkan kedua bibir beliau sebanyak dua kali, dan saya meletakkan telinga, saya dengan Rasulullah SAW berkata: "Umatku, umatku." Telah bersabda Rasulullah SAW bahwa: "Malaikat Jibril AS telah berkata kepadaku; "Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan sebuah laut di belakang gunung Qaf, dan di laut itu terdapat ikan yang selalu membaca selawat untukmu, kalau sesiapa yang mengambil seekor ikan dari laut tersebut maka akan lumpuhlah kedua belah tangannya dan ikan tersebut akan menjadi batu."

Selasa, 15 Januari 2013

BAWANG PUTIH ???

3 biji Bawang putih mentah setiap hari (24 jam) akan ... 1. Mengurangkan risiko sakit jantung DAN Mengurangkan risiko strok 2. berfungsi Anti bakteria dan antivirus Sejenis bahan Allicin yang terkandung di dalam bawang putih ini bertindak sebagai antivirus dan antibakteria dalam memusnahkan beberapa mikrob. Jadi, ianya amat baik untuk jangkitan perut, jangkitan influenza dan sebagainya. 3. membantu dalam membunuh parasit, membantu dalam sistem pernafasan, perbaiki sistem penghadaman dan kandungan tenaga yang rendah 4. mengurangkan tekanan darah tinggi dan penyakit kanser 5. Mengurangkan kolesterol dalam tubuh 6. mengurangkan kandungan gula dalam badan 7. memulihkan batuk 8. Menjadi antibiotik alami di dalam tubuh manusia 9. membantu menyegarkan pernafasan sekalipun tempat yang banyak karbon monoksida (asap kenderaan). 10. Antiinflamasi Kajian juga menunjukkan bawang putih mempunyai bahan antiinflamasi yang dapat membantu mengurangkan penyakit asma, mengurangkan inflamasi pada arhritis pada sendi seperti rheumatoid atau pun osteoarthritis. 11. Membantu sistem pencernaan 12. Memulihkan Hypertiroid 13. Meningkatkan sistem imunisasi 14. Menyembuhkan Tulang Patah 15. Membunuh Cacing Perut 16. Mengatasi Insomnia dan meningkatkan Stamina tubuh DISEBABKAN... setiap 100 gram bawang putih mengandungi 623 kJ kalori, karbohidrat (33 g), gula (1 g), serat (2.1 g), lemak (0.5 g), protein (6.39 g), beta karotin ( 5 microgram), thiamine (vitamin B1) (0.2 microgram), riboflavin (vitamin B2) (0.11 microgram), niacin (0.7 mucrogram), asid panthitenik (0.59 microgram), Vitamin B6 (1.2535 micragram), folate (3 microgram), vitamin C (31.2 mg), kalsium (181 mg), zat besi (1.7 mg), magnesium (25 mg), fosforus (153 mg), kalium (401 mg), natrium (17 mg) dan zink (1.16 mg). Kandungan zat lain ialah seperti mangan (1.672 mg) dan selenium (14 micrograms)

Selasa, 4 Disember 2012

ISLAM, IMAN DAN IHSAN ???

Mencapai tahap Makrifatullah (mengenal Allah) sehingga kita bisa menyembah Allah yang Maha Nyata dengan benar bukanlah persoalan yang mudah, memerlukan proses yang panjang, sekian banyak pengorbanan dan tentu saja harus ada pemandu jalan sehingga tidak tersesat. Kalau hanya sekedar menyembah Allah Yang Maha Gaib, meyakini bahwa Allah ada dan Dia mengetahui apa yang kita perbuat, itu tidak memerlukan Guru secara khusus, pelajaran-pelajaran seperti itu akan mudah kita dapatkan dimana saja, baik lewat ceramah di mesjid maupun lewat buku-buku yang jumlahnya sangat banyak. Ada 3 hal penting dalam hubungan manusia dengan Allah yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Rukun Iman dan Rukun Islam telah kita pelajari sejak kecil dan tentu saja esensi Iman dan Islam itu tidak bisa dipelajari dengan begitu saja. Disana ada faktor keyakinan dan keyakinan itu ada dalam hati. Itulah sebabnya ada orang yang begitu mahir pengetahuan tentang Islam tetapi dia tidak sampai ke tahap Iman, tidak menjadi muslim sepenuhnya. Artinya orang yang mempunyai pengetahuan banyak tentang Agama Islam (contohnya orientalis) belum tentu dia meyakini bahwa Islam sebagai agama yang paling benar. Kemudian ada juga orang yang pengetahuan Islamnya pas-pasan atau ala kadarnya, karena dia terlahir dari orang tua Islam maka dia meng-imani Islam dengan sepenuh hati. Ketika agamanya direndahkan maka jiwanya akan terpanggil untuk membelanya. Dalam keseharian dia tidak pernah melaksanakan shalat 5 waktu dan puasa Ramadhan pun sering bolong-bolong, tapi kalau Nabi nya dihina, agamanya direndahkan maka nyawapun mau dijadikan taruhan untuk membela agamanya. Kenapa? Karena dalam hatinya telah tertanam keimanan dan kecintaan kepada Agama. Kalau dia kemudian belajar Agama Islam lebih dalam maka rasa cintanya semakin dalam dan fanatisme nya semakin tumbuh dan terkadang kalau tasfir Agama yang di dapat salah maka tanpa sadar dia menjadi ekstrim masuk kepada kelompok-kelompok garis keras yang hanya fokus kepada Nahi Munkar. Kemudian ada orang yang dasar pengetahuan agamanya bagus, kemudian dia belajar agama islam ke negara-negara sekuler yang disana Agama hanya semata-mata sebagai ilmu dan tidak dibahas dari sudut keimanan. Mengkaji islam dari segi ilmu dan memisahkan dengan keimanan ini dikenal sebagai Islam Liberal. Positifnya kita akan lebih realistis memandang agama, tidak hanya sebagai dogma semata tapi melihat dari sudut pandang ilmiah. Kekurangannya adalah tanpa sadar kita mengkritik nilai-nilai yang sudah baku dalam agama dan tentu saja menyakitkan bagi sebagian besar ummat Islam dan tentu saja tidak semua dalam agama itu bisa dikaji oleh akal. Kalau sekedar hanya memakai akal maka akan kita temui hal-hal aneh dalam ibadah agama sebagai contoh, kita akan aneh melihat orang keliling ka’bah, sebuah bangunan batu, apalagi ada kewajiban mencium Batu Hitam, dimana letak ilmiahnya? Tapi itulah Agama, Tuhan memerintahkan manusia dengan tujuan tertentu dan akal tidak akan bisa menjangkaunya. Pilar ke-3 yang paling penting dalam hubungan dengan Allah adalah Ihsan, ilmu yang secara khusus menjelaskan hubungan manusia dengan Allah. Kalau Islam dan Iman ada rukunnya maka Ihsan tidak memiliki rukun, disana hanya ada rasa. “Shalatlah engkau seolah-olah melihat Tuhan dan jika engkau belum melihat Tuhan maka yakinlah Tuhan melihat dirimu”. Dalam sebuah tafsir lain kata “seolah-olah” itu bermakna juga “sebenar-benarnya”, jadi “Shalatlah kamu dengan sebenar-benarnya melihat Tuhan” maka sambungan kalimat akan menjadi benar yaitu “Jika engkau belum sebenar-benarnya melihat Allah maka yakinlah Allah melihat dirimu”. Saya disini tidak membahas tentang apakah Tuhan bisa dilihat atau tidak karena nanti kalau saya bahas panjang lebar akan terjadi perdebatan panjang yang tidak ada gunanya. Bagi saya Tuhan itu Nyata dan Dia disembah dengan nyataNya. Kita disuruh mengingat Allah, coba fikir dalam-dalam, bisakah kita mengingat sesuatu yang tidak pernah dilihat? Bisakah kita mengingat sesuatu yang abstrak, tidak terfikirkan? Itu hal hal yang sangat mustahil. Maka ketika seseorang mencapai tahap Marifatullah maka dia bisa mengingat karena sudah melihat dengan mata bathinnya. Cara yang paling mudah untuk mengenal dan menjumpai Allah bukan dengan membaca tapi dengan mendekati orang yang telah pernah berjumpa dengan Allah. Siapakah orang yang telah pernah berjumpa dengan Allah? Tentu saja Beliau adalah Rasulullah SAW, kekasih-Nya, penutup para Nabi. Nabi Muhammad SAW telah lama wafat, lalu bagaimana cara kita berguru kepada Beliau? Dengan cara berguru kepada orang yang pernah berjumpa dengan Rasulullah SAW yaitu para sahabat-sahabat Beliau yang sangat memahami Beliau. Karena sahabat telah tiada maka berguru kepada orang yang pernah berjumpa langsung dengan sahabat, seterusnya sambung menyambung sampai kepada Ulama yang mempunyai jalur keguruan (Tali Silsilah) bersambung langsung dengan Rasulullah SAW sehingga ilmu yang kita terima tanpa keraguan sedikitpun. Membaca Al-Qur’an, hadist dan buku-buku agama itu sangat bagus, tapi harus disadari bahwa kita tidak cukup hanya dengan membaca saja, kita tidak akan pernah bisa berjumpa dengan Allah lewat bacaan karena bacaan hanya sampai kepada otak/akal fikiran sedangkan akal fikiran bersifat baharu (berubah), bagaimana mungkin yang baharu bisa sampai kepada Qadim (Allah)? Semakin banyak kita membaca maka akan semakin banyak bantahan-bantahan yang keluar dari akal kita, dan akal meyakini bahwa Allah bisa dijumpai semasa kita hidup di dunia ini karena memang hanya sampai disitu saja kemampuan akal. Allah SWT dengan sifat-Nya yang Pengasih dan Penyayang mengutus sekian banyak Nabi dan Rasul dengan tujuan agar manusia bisa mengenal dan menjumpai-Nya setiap saat, mendengar suara-Nya yang Agung dan bisa memandang wajah-Nya yang Maha Indah. Salah satu sifat Allah adalah Kalam (berkata) dan Dia akan berkata-kata sampai akhir zaman, diperlukan telinga bathin yang terlatih untuk bisa mendengarkan kata-kata-Nya yang Agung, diperlukan mata bathin yang tajam untuk bisa memandang wajah-Nya yang Mulia dan diperlukan hati yang telah disucikan agar bisa merasakan kehadiran-Nya setiap saat. Semoga Allah SWT berkenan memperkenalkan kepada kita seorang kekasih-Nya, orang yang dekat dengan-Nya yang bisa membimbing kita mengenal-Nya dengan baik dan bisa mendekatkan diri kepada-Nya dengan cara yang dikehendaki-Nya. Lewat bimbingan kekasih-Nya itulah kita akan bisa masuk menyeluruh kedalam Iman, Islam dan Ihsan secara sempurna. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

Selasa, 20 November 2012

REKAAN KULIT KITAB ISLAM???

KITAB SUNNAH NABI-HADIS2 NABI HIMPUNAN SHEIKUL HADIS BUKHAIR DAN MUSLIM DLL.
KITABULLAH... AL-QUR'ANUL KARIIM ---
KITAB FADHILAT AMAL- KARANGAN MAULANA MUHAMMAD ZAKARIA RAH. ALAIHI... REKAAN KULIT OLEH IMAM MUHAMMAD JIBRIL B.A

Ahad, 18 November 2012

KEBEBASAN BERAGAMA DI MALAYSIA???

MALAYSIA Perlembagaan membenarkan kebebasan beragama. Perkara 11 menyatakan, “Tiap-tiap orang berhak menganuti dan mengamalkan agamanya,” tetapi perkara ini juga memberi kuasa kepada kerajaan-kerajaan negeri dan persekutuan untuk “mengawal atau menyekat pengembangan apaapa doktrin atau kepercayaan agama di kalangan orang yang menganuti agama Islam.” Perkara 3 dalam Perlembagaan menyatakan bahawa, “Islam ialah agama bagi Persekutuan” dan “Parlimen boleh melalui undang-undang membuat peruntukan-peruntukan bagi mengawal selia hal ehwal agama Islam.” Perkara 160 dalam Perlembagaan mentakrifkan orang Melayu sebagai seseorang yang menganuti agama Islam. Mahkamah sivil biasanya menyerahkan kuasa kepada mahkamah Syariah bagi kes-kes berkaitan keluar daripada agama Islam, dan mahkamah Syariah pula enggan membenarkan sesiapa keluar daripada agama Islam. Undang-undang dan dasar-dasar lain mengenakan beberapa sekatan terhadap kebebasan beragama. Sepanjang tempoh laporan ini, tiada sebarang perubahan dari segi status menghormati kebebasan beragama oleh Kerajaan. Kerajaan mengekalkan senarai rasmi 56 ajaran yang dianggap “sesat” dan mengancam keselamatan negara. Kerajaan boleh menahan orang Islam yang menyimpang daripada ajaran asas Ahli Sunnah Waljamaah dan diwajibkan menjalani “pemulihan” di pusatpusat yang mengajar dan menguatkuasakan amalan-amalan Islam yang dibenarkan pihak kerajaan. Umumnya, orang Islam tidak boleh keluar daripada agama Islam untuk menganut agama lain secara sah tetapi penganut agama lain boleh menganut agama Islam. Pegawaipegawai di peringkat persekutuan dan negeri memantau kegiatan agama Islam, dan mereka kadang-kadang mempengaruhi kandungan khutbah, menggunakan masjid untuk menyampaikan mesej politik, dan menghalang imam-imam tertentu daripada berucap di dalam masjid. Kerajaan mengekalkan dua sistem perundangan, di mana mahkamah Syariah mempunyai kuasa ke atas isu-isu agama dan kekeluargaan yang melibatkan orang Islam, dan mahkamah sekular mempunyai kuasa ke atas isu-isu lain berkaitan penduduk keseluruhan. Dasar-dasar kerajaan menggalakkan Islam mengatasi agama-agama lain. Kumpulan agama minoriti umumnya bebas mengamalkan kepercayaan mereka; tetapi beberapa tahun kebelakangan ini, ramai telah menyuarakan kebimbangan bahawa sistem mahkamah sivil secara beransur-ansur menyerahkan bidang kuasa kepada mahkamah Syariah, terutama dalam hal-hal berkaitan undang-undang keluarga yang melibatkan pertikaian di antara orang Islam dan bukan Islam. Penganut agama minoriti terus menghadapi sekatan dalam menzahirkan agama mereka dan mendakwa berlaku pencabulan hak-hak harta. Kerajaan mengehadkan pengedaran bahan-bahan agama Kristian berbahasa Melayu di semenanjung Malaysia dan melarang pendakyahan agama lain kepada orang Islam oleh orang bukan Islam.Terdapat sedikit laporan penganiyaan atau diskriminasi masyarakat berdasarkan pertalian, kepercayaan atau amalan agama. Kerajaan A.S. berbincang tentang kebebasan beragama bersama Kerajaan Malaysia sebagai sebahagian daripada dasarnya menggalakkan hak asasi manusia secara menyeluruh. Wakil-wakil Kedutaan mengekalkan dialog yang aktif dengan para pemimpin dan wakil kumpulan-kumpulan agama, termasuk mereka yang tidak diiktiraf secara rasmi oleh Kerajaan Malaysia. Bahagian I. Demografi Agama Negara Malaysia mempunyai kawasan 127,000 batu persegi dan penduduk berjumlah 27.7 juta. Menurut bancian tahun 2000, 60 peratus daripada penduduk mengamalkan agama Islam; 19 peratus agama Buddha; 9 peratus agama Kristian; 6 peratus agama Hindu; dan 3 peratus Konfusianisme, Taoisme, dan kepercayaan-kepercayaan tradisi kaum Cina lain. Kumpulan agama minoriti lain termasuk animisme, Sikh dan Baha’i. Orang Melayu beragama Islam merangkumi lebih kurang 55 peratus daripada jumlah penduduk. Tiga daripada lima parti politik utama adalah berlandaskan bangsa dan agama. Majoriti penganut Kristian tinggal di negerinegeri di timur Malaysia iaitu Sabah dan Sarawak. Bahagian II. Status Kebebasan Beragama Kerangka Undang-undang/Dasar Perlembagaan membenarkan kebebasan beragama. Perkara 11 menyatakan “tiap-tiap orang berhak menganuti dan mengamalkan agamanya,” tetapi perkara ini juga memberi kuasa kepada kerajaan-kerajaan negeri dan persekutuan untuk “mengawal atau menyekat pengembangan apaapa doktrin atau kepercayaan agama di kalangan orang yang menganuti agama Islam.” Undangundang membenarkan orang ramai atau pertubuhan menyaman kerajaan bagi pencabulan perlembagaan dalam kebebasan beragama. Tetapi mahkamah persekutuan lazimnya menyebelahi kerajaan dalam perkara-perkara yang berkaitan dengan agama Islam. Perkara 3 menyatakan “Islam ialah agama bagi Persekutuan” dan bahawa “Parlimen boleh melalui undangundang membuat peruntukan-peruntukan bagi mengawal selia hal ehwal agama Islam.” Perkara 160 Perlembagaan mentakrifkan orang Melayu sebagai seseorang yang menganuti agama Islam. Mahkamah sivil umumnya menyerahkan bidang kuasa kepada mahkamah Syariah dalam kes-kes yang berkaitan dengan keluar daripada agama Islam, dan mahkamah Syariah pula enggan membenarkan sesiapa keluar daripada agama Islam. Perlembagaan mengenalpasti raja-raja sebagai “Ketua Agama Islam” di negeri mereka masing-masing. Undang-undang dan dasardasar lain meletakkan beberapa sekatan dalam kebebasan beragama. Masjid-masjid ditadbir di peringkat negeri, dan bukan oleh Kerajaan Persekutuan. Pihak berkuasa agama negeri melantik imam masjid dan memberikan garis panduan bagi kandungan khutbah. Kerajaan tidak mengiktiraf perkahwinan di antara pasangan Islam dan bukan Islam. Pihak berkuasa negeri mentadbir undang-undang Syariah melalui mahkamah Syariah yang mempunyai bidang kuasa ke atas semua orang Islam. Undang-undang Syariah dan sejauh mana penguatkuasaannya berlainan di antara negeri. Kerajaan negeri mengenakan undang-undang Islam ke atas orang Islam dalam beberapa hal-hal budaya dan sosial tetapi lazimnya tidak mencampuri amalan keagamaan masyarakat bukan Islam; tetapi perdebatan berterusan tentang memasukkan unsur-unsur undang-undang Syariah seperti khalwat (berdua-duaan di antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrim), ke dalam undang-undang sivil. Pegawai penguatkuasa agama mempunyai kuasa untuk menyerbu premis-premis persendirian serta tempat-tempat awam. Kerajaan tidak menyediakan maklumat jumlah serbuan yang dibuat oleh pegawai penguatkuasa agama. Mahkamah Syariah tidak memberikan pertimbangan sama rata terhadap testimoni wanita. Beberapa pertubuhan bukan kerajaan yang memajukan hak-hak wanita mengadu bahawa golongan wanita tidak menerima layanan adil mahkamah Syariah dalam halhal berkaitan perceraian dan hak penjagaan anak. Pindaan Kanun Jenayah adalah prerogatif eksklusif Kerajaan Persekutuan. Walaupun bertentangan dengan undang-undang persekutuan, kerajaan negeri Kelantan dan Terengganu menjadikan murtad, iaitu keluar daripada agama Islam untuk menganut agama lain, satu kesalahan yang membawa kepada hukum bunuh. Tiada siapa telah disabitkan atau dihukum di bawah undang-undang ini, kerana undang-undang ini tidak boleh dikuatkuasakan. Di peringkat nasional, orang Islam yang mahu menukar agama hendaklah terlebih dahulu meminta kebenaran daripada mahkamah Syariah untuk mengisytiharkan mereka “murtad.” Ini secara langsung melarang penukaran agama bagi orang Islam kerana mahkamah Syariah jarang membenarkan permintaan tersebut dan boleh mengenakan hukuman ke atas si murtad. Pada bulan April 2009, seorang menteri di Jabatan Perdana Menteri mengumumkan beliau mahu melaksanakan undang-undang Islam yang satu bagi menggantikan undang-undang Islam yang berbeza-beza di antara negeri.Kerajaan menyediakan bantuan kewangan kepada institusi keagamaan Islam tetapi bantuan kewangan yang lebih terbatas kepada masyarakat bukan Islam. Pada bulan Januari 2009, kerajaan negeri Selangor di bawah pemerintahan Pakatan Rakyat, memperuntukkan RM6 juta (US$1.7 juta) bagi tempat ibadat orang bukan Islam. Kerajaan persekutuan memperuntukkan RM428 (US$125.9) juta bagi membina tempat ibadat orang Islam, dan RM8.1 juta (US$2.4 juta) bagi membina tempat ibadat orang Kristian, Buddha, Hindu dan kumpulan agama minoriti lain di antara tahun 2005 dan 2008. Kerajaan meraikan Hari Raya Puasa, Hari Raya Qurban, Maulud Nabi, Awal Muharram, Hari Wesak, Deepavali, Thaipusam, dan Krismas sebagai hari kelepasan am. Good Friday diraikan secara rasmi di Malaysia Timur. Semasa laporan ini dibuat, kerajaan negeri di Kelantan, yang dipimpin oleh Parti Islam SeMalaysia (PAS) mengekalkan larangan ke atas teater tarian Melayu asli, larangan ke atas iklan wanita yang tidak menutup aurat, dan penguatkuasaan pemakaian tudung ke atas wanita, dan denda ke atas mereka yang melanggar peraturan-peraturan ini. Kod pakaian di Kelantan menghendaki wanita Islam memakai pakaian yang hanya mendedahkan muka dan tangan mereka. Peraturan ini juga menghendaki wanita bukan Islam mengelak daripada memakai pakaian yang “seksi atau tidak sopan.” Mereka yang melanggar kod pakaian ini boleh didenda sehingga RM500 (US$146). Para pemimpin hak asasi wanita dan Menteri Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat mengkritik peraturan tersebut yang terlalu menekan. Pihak berkuasa juga menghendaki lelaki dan wanita membuat barisan berasingan di pasar raya dan mengenakan denda ke atas pasangan yang duduk terlalu dekat di kawasan awam seperti di bangku taman. Pada akhir bulan Jun 2008, di Kota Bharu, ibu negeri Kelantan, pihak berkuasa bandar mengeluarkan risalah dan kenyataan am yang menggalakkan wanita Islam tidak memakai kasut tumit tinggi, gincu berwarna terang, atau tudung yang jarang, bagi “menjaga maruah mereka dan mengelakkan daripada dirogol.” Pendaftar Pertubuhan, di bawah Kementerian Hal Ehwal Dalam Negeri, menentukan sama ada sesebuah pertubuhan agama itu boleh didaftarkan untuk layak menerima bantuan kewangan dan faedah-faedah lain daripada Kerajaan. Pihak Pendaftar tidak mempunyai dasar yang konsisten untuk mengenalpasti pelbagai pertubuhan agama ataupun kriteria yang digunakan untuk membuat penentuan tersebut. Pihak Kerajaan enggan mengiktiraf pelbagai pertubuhan agama, dan untuk memastikan supaya pertubuhan ini dapat bergiat secara sah, kumpulan-kumpulan tersebut telah mendaftarkan pertubuhan mereka bawah Akta Syarikat. Antara contoh termasuk Jehovah’s Witnesses dan Church of Jesus Christ of Latter-day Saints (Mormon). Pendaftaran di bawah Akta Syarikat memberikan perlindungan dari segi kebebasan beragama seperti yang dinikmati oleh kumpulan-kumpulan lain di negara ini tetapi tidak layak mendapat bantuan kewangan Kerajaan. Kerajaan negeri mempunyai kuasa ke atas pembinaan tempat ibadat bukan Islam dan peruntukan tanah perkuburan bukan Islam. Kedua-dua Kerajaan di peringkat pusat dan negeri sering melengah-lengahkan kebenaran untuk membina atau mengubahsuai tempat ibadat bukan Islam sementara agak cepat membenarkan pembinaan masjid, menurut pertubuhan-pertubuhan bukan kerajaan tempatan. Kerajaan terus menghendaki semua kakitangan kerajaan Islam menghadiri kelas agama yang dibenarkan, dan beberapa agensi kerajaan memberi tekanan kepada wanita bukan Islam supaya memakai skarf kepala semasa menghadiri majlis rasmi. Sekolah kerajaan umumnya menawarkan pendidikan agama Islam yang wajib bagi semua kanakkanak Islam; pelajar-pelajar bukan Islam pula diwajibkan mengambil kelas moral dan etika. Di sekolah rendah dan menengah, perhimpunan pelajar selalunya bermula dengan bacaan doa oleh guru atau ketua pelajar. Sekolah persendirian bebas untuk menawarkan kurikulum agama bukan Islam sebagai pilihan kepada orang bukan Islam. Tiada sekatan bagi pembelajaran di rumah. Kerajaan menawarkan geran hanya kepada sekolah persendirian Islam yang setuju membenarkan kawalselia Kerajaan dan menerima pakai kurikulum yang diluluskan oleh Kerajaan. Kad pengenalan negara memberi identiti orang Islam dengan cetakan jelas di atas permukaan kad, tetapi bagi penganut agama lain yang dikenalpasti, agama mereka dikodkan ke dalam cip pintar kad pengenalan mereka dan tidak dicetak dengan jelas. Orang Islam juga hendaklah membawa kad pengenalan diri bergambar bersama pasangan mereka sebagai bukti perkahwinan. Kerajaan menggunakan kad ini untuk menentukan warga mana yang tertakluk kepada peraturan Syariah, terutamanya khalwat. Khalwat adalah kesalahan jenayah di bawah Syariah dan boleh dihukum dua tahun penjara, denda RM3,000 (US$940) atau kedua-duanya sekali. Pihak penguatkuasa agama boleh melakukan serbuan ke atas hotel dan bar untuk menangkap orang Islam yang berpakaian kurang sopan, meminum arak, atau berdua-duaan di antara lelaki dan wanita bukan muhrim dan mendakwa mereka di bawah undang-undang Syariah.Pada bulan Ogos 2008, Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) mengeluarkan 100 saman kepada pengunjung dan pekerja Islam kerana meminum arak apabila ia menyerbu sebuah pub di sebuah hotel di Selangor. Pesalah diarahkan datang ke pejabat JAIS untuk program kaunseling. Pihak yang terlibat di dalam industri pelancongan mengkritik serbuan ini kerana mendatangkan ketakutan. Sekatan ke atas Kebebasan Beragama Kerajaan menguatkuasakan sekatan perundangan yang ada ke atas kebebasan beragama secara pilih kasih. Kerajaan mengharamkan 56 ajaran yang dianggap sebagai “sesat” di dalam Islam, dengan berpendapat ajaran “sesat” ini membahayakan keselamatan negara dan boleh memecah belahkan masyarakat Islam. Kumpulan yang diharamkan termasuk Ahmadiyyah, Ismailiah, Syiah, dan Baha’i. Jabatan Kemajuan Islam Malaysia membuat garis panduan persekutuan tentang apa yang dikatakan kelakuan atau kepercayaan yang “sesat.” Pihak berkuasa negeri lazimnya menurut garis panduan ini dalam memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan perkara tersebut. Dengan kebenaran mahkamah Syariah, Kerajaan boleh menangkap dan menahan anggota kumpulan “sesat” bagi “pemulihan” ke “jalan sebenar Islam.” Pada bulan November 2008, Kerajaan mengumumkan ia mengawasi kumpulan Qadiani, satu cabang gerakan Ahmadiyah yang sudah aktif sejak empat tahun lepas. JAIS mengisytiharkan kumpulan itu sesat kerana mempunyai doktrin Islam yang berbeza dengan tafsiran rasmi. Di antara perbezaannya, Qadiani percaya pengikutnya hendaklah mengerjakan Haji di India. Kerajaan memberi amaran kepada pengikut kumpulan tersebut yang ia akan mengambil tindakan tegas ke atas mereka; bagaimanapun tiada tindakan diambil sepanjang masa laporan dibuat. Menurut kumpulan agama dan NGO tempatan, proses kebenaran bagi permit membina tempat ibadat kadang-kadang mengambil masa yang lama. Kumpulan agama minoriti juga melaporkan kerajaan negeri kadang-kadang menggunakan sekatan zon dan peraturan pembinaan bagi menghalang pembinaan atau pengubahsuaian tempat ibadat orang bukan Islam.Pihak berkuasa tempatan kadang-kadang merobohkan tempat ibadat bukan Islam, di antaranya ada yang berusia lebih 100 tahun, terletak di tanah kerajaan atau tanah ladang yang ditukar bagi pembangunan. Bagaimanapun, dalam beberapa kes kerajaan negeri memperuntukkan tanah di tempat lain dan menampung kos pembinaan tempat ibadat baru. Sekumpulan tujuh orang asli yang memeluk agama Kristian menyaman kerajaan Kelantan selepas pihak berkuasa negeri merobohkan sebuah gereja yang terletak di tanah yang dihuni oleh orang asli pada bulan Januari 2008. Kes ini masih tertunggak pada akhir laporan ini. Menurut Majlis Perunding bagi Agama Buddha, Kristian, Hindu, Sikh dan Tao Malaysia (MPBKHSTM), kerajaan mengehadkan visa bagi ahli agama Islam dan bukan Islam di bawah umur 40 tahun untuk mengelakkan daripada “ahli agama militan” memasuki negara. Walaupun wakil kumpulan bukan Islam tidak duduk di dalam jawatan kuasa imigrasi yang meluluskan permintaan visa, cadangan MPBKHSTM diambil kira dalam kebanyakan kes. Mahkamah Syariah tidak pernah mengiktiraf penukaran agama orang Melayu daripada Islam kepada agama lain. Satu-satunya penukaran yang diiktiraf semasa laporan dibuat adalah bagi wanita yang dulunya memeluk Islam kerana berkahwin tetapi mahu kembali kepada agama asal selepas perkahwinan mereka dibubarkan. Pada 19 Mac 2009, Mahkamah Rayuan Syariah mengekalkan keputusan Mahkamah Syariah Negeri Pulau Pinang yang membenarkan Tan Ean Huang untuk kembali kepada agama Buddha, walaupun ditentang oleh majlis agama Islam negeri. Tan memohon menukar agama pada tahun 2006 selepas ditinggalkan oleh suami berbangsa Iran yang beragama Islam. Tiada perbincangan tentang melindungi individu yang mahu keluar daripada agama Islam. Anggota keluarga bukan Islam, termasuk pasangan dan kanak-kanak, kehilangan semua hak-hak ke atas pewarisan dalam kes terbabit. Penilaian semula mahkamah berdasarkan kes bagi status agama kanak-kanak di bawah umur di mana salah seorang ibu bapa atau penjaga masuk Islam dan seorang lagi tidak, cenderung memihak kepada penjaga beragama Islam. Kerajaan mengharamkan dan merampas bahan-bahan agama yang didapati menyeleweng atau menghina. Semasa laporan dibuat, Kerajaan telah mengharamkan 57 buah buku bertemakan agama, termasuk Muslim Women and the Challenge of Islamic Extremism (Wanita Islam dan Cabaran Ektremisme Islam), oleh Norani Othman, pengasas bersama Sisters In Islam (SIS), sebuah pertubuhan bukan kerajaan tempatan yang memperjuangkan hak asasi wanita. Pihak berkuasa kastam merampas enam judul buku kanak-kanak Kristian yang mengandungi perkataan yang dianggap eksklusif untuk agama Islam. Penggunaan perkataan “Allah” (Tuhan), “Baitullah” (Rumah Tuhan), dan “Solat” (sembahyang) dihadkan penggunaannya bagi orang Islam oleh Bahagian Kawalan Penerbitan dan Teks Al-Quran di bawah Kementerian Dalam Negeri yang mendakwa perkataan-perkataan ini di bawah bidang kuasa masyarakat Islam. Pada bulan November 2008, Majlis Fatwa Kebangsaan mengeluarkan arahan mengharamkan orang Islam daripada mengamalkan Yoga, dengan mendakwa unsur-unsur Hindu dalam Yoga boleh merosakkan minda dan kepercayaan orang Islam. Pada bulan Oktober 2008, Majlis Fatwa Kebangsaan mengeluarkan fatwa mengharamkan “tomboi,” atau perempuan yang berlagak dan berpakaian seperti lelaki, kerana melanggar hukum Islam dan menggalakkan homoseksualiti. Di bawah fatwa ini, perempuan tidak boleh berambut pendek atau berpakaian, berjalan, dan berlagak seperti lelaki. Fatwa ini sah di sisi undangundang, walau bagaimanapun penguatkuasaannya bergantung kepada pihak berkuasa Islam di setiap negeri. Walaupun amalannya berbeza di antara negeri ke negeri, kedua-dua pihak Kerajaan dan pembangkang PAS cuba menggunakan masjid di negeri yang mereka perintah untuk menyampaikan mesej berbaur politik. Pada tahun-tahun kebelakangan ini, beberapa negeri yang dikawal oleh parti Barisan Nasional (BN) mengharamkan imam yang mempunyai pertalian dengan pembangkang daripada bercakap di masjid, dan menguatkuasakan sekatan sedia ada ke atas kandungan khutbah, menggantikan pemimpin dan jawatankuasa pentadbir masjid yang dianggapkan bersimpati kepada pembangkang, dan mengancam untuk merobohkan masjid haram yang mempunyai pertalian dengan pembangkang. Seperti Kerajaan BN, Kerajaan negeri yang dikawal pembangkang di Kelantan juga dilaporkan menyekat imam yang mempunyai pertalian dengan parti BN daripada bercakap di masjid sepanjang tempoh laporan ini. Hanya orang Melayu, yang semuanya dianggap orang Islam oleh undang-undang, dan orang bukan Islam tertentu di Sabah boleh menjadi ahli pertubuhan United Malays National Organization (UMNO) yang menjadi tunggak parti pemerintah. Kerajaan terus memantau kegiatan-kegiatan minoriti kecil golongan Syiah.Kerajaan mengehadkan pengedaran terjemahan Kitab Bible berbahasa Melayu dan bahan bercetak lain di semenanjung Malaysia, serta pita Kristian. Sejak tahun 2005, satu dasar yang dilaksanakan oleh Perdana Menteri menghendaki Kitab Bible berbahasa Melayu dicetak dengan perkataan “Bukan untuk Orang Islam” di kulit hadapan dan hanya boleh diedarkan di gereja dan kedai buku Kristian. Pengedaran bahan-bahan Kristian berbahasa Melayu tidak menghadapi banyak kesulitan di Malaysia Timur. Pada bulan April 2009, JAIS membuat laporan polis ke atas video Youtube yang didakwa menghina Islam. Kandungan video menunjukkan seorang lelaki sujud menyembah sekeping ayat Quran, dan mempersendakan panggilan azan. Pada bulan Mac 2009, Kerajaan mengeluarkan kembali larangan ke atas penggunaan perkataan “Allah” di dalam Kitab Bible dan penerbitan Kristian yang lain. Sebagai tindak balas kepada pertikaian perundangan di antara Kerajaan dan Gereja Katolik, sepuluh buah negeri mengeluarkan fatwa mengharamkan perkataan “Allah” bagi penggunaan selain untuk agama Islam. Pada bulan Disember 2009, Kementerian Dalam Negeri memperbaharui permit percetakan tahunan bagi Catholic Herald, sebuah akhbar mingguan Gereja Katolik Malaysia, dengan tiga syarat: berhenti menerbitkan bahagian bahasa Melayu (bahasa kebangsaan), mengehadkan jualan di tempat kepunyaan Gereja Katolik, dan mencetak penafian di muka hadapan yang menyatakan akhbar ini dikhususkan untuk orang Kristian. Kerajaan kemudian membatalkan lesen akhbar tersebut berikutan kritikan daripada Majlis Agama Islam negara kerana membenarkan Gereja Katolik terus menggunakan perkataan “Allah.” Herald terus menggunakan perkataan Allah untuk Tuhan, sepertimana yang digunakan oleh Gereja Katolik di negara ini lebih 400 tahun. Gereja Katolik pertama kali memfail saman terhadap Kerajaan pada bulan Februari 2008, selepas Menteri Keselamatan Dalam Negeri cuba melarang Gereja Katolik daripada menggunakan perkataan Allah. Kerajaan mendakwa rujukan kepada Allah oleh orang Kristian dan di dalam penulisan agama Kristian boleh mengelirukan masyarakat Islam dan menarik mereka kepada agama Kristian. Prosiding mahkamah diteruskan pada akhir laporan ini.Penyalahgunaan Kebebasan Beragama Pada bulan Oktober 2008, Kerajaan mengharamkan Barisan Bertindak Hak-hak Hindu (HINDRAF), sebuah pertubuhan tidak berdaftar yang memayungi pelbagai badan bukan kerajaan bagi kepentingan kaum India. Walaupun bukan organisasi keagamaan, HINDRAF berjuang untuk menangani tanggapan peminggiran kaum India oleh pihak Kerajaan, termasuk perobohan beberapa kuil Hindu. Waytha Moorthy, pengarah HINDRAF, berada di luar negeri kerana takut ditahan apabila dia kembali ke negara. Kerajaan menggunakan Akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA) untuk menahan lima orang pemimpin HINDRAF pada bulan Disember 2007, dengan mendakwa penglibatan mereka dalam menganjurkan bantahan bulan sebelumnya memporak perandakan kesejahteraan di antara kaum dan mengancam keselamatan negara. Kerajaan membebaskan dua orang lelaki pada bulan April 2009 dengan syarat ketat, termasuk tidak mengambil bahagian dalam sidang akhbar, tidak meninggalkan kawasan kediaman mereka tanpa kebenaran polis, dan sentiasa melaporkan diri kepada pihak polis. Tiga lagi banduan HINDRAF yang menolak menerima syarat-syarat ini kekal ditahan di bawah ISA tetapi akhirnya dilepaskan pada bulan Mei 2009. Pada bulan April 2009, Kerajaan mengumumkan rancangan untuk memindahkan 29 kuil Hindu di dalam dan di sekitar Kuala Lumpur ke lokasi pilihan. Kerajaan mengeluarkan notis 30 hari kepada penjaga kuil untuk berpindah ke lokasi baru sebelum kuil sedia ada dirobohkan. Kebanyakan struktur ini sudah dibina di atas ladang persendirian sebelum kemerdekaan. Mahkamah Syariah di peringkat negeri boleh mengarahkan individu yang mahu keluar daripada agama Islam atau mereka yang menganut kepercayaan ajaran “sesat” untuk dimasukkan ke pusat pemulihan agama. Kerajaan menafikan individu kebebasan untuk keluar dari pusat terbabit sehingga mereka menghabiskan program pemulihan. Kerajaan tidak mengeluarkan statistik jumlah mereka yang dimasukkan ke pusat pemulihan agama semasa laporan ini dibuat. Pada akhir laporan dibuat, pihak berkuasa agama terus mencari Ayah Pin dan seorang daripada isterinya, anggota utama Kerajaan Langit, sebuah kumpulan agama bukan keganasan yang diharamkan di Terengganu. Pada bulan Disember 2008, laporan media menyebut Ayah Pin sudah kembali ke Malaysia tetapi Kerajaan tidak bersetuju dan menyatakan dia masih berada di Thailand. Pada bulan Jun 2008, JAIS menahan seorang lelaki yang mendakwa sebagai “utusan dari langit” dan sudah hidup “lebih dari 3,000 tahun.” Lelaki ini menggunakan rumahnya sebagai tempat berhimpun pengikut-pengikutnya.Tiada laporan tentang tahanan atau banduan yang ditahan kerana agama di dalam negara. Penukaran Agama Secara Paksa Terdapat laporan kanak-kanak di bawah umur yang masuk Islam dalam kes di mana salah seorang ibu bapa secara rela masuk agama Islam dan menukar agama anak tanpa kebenaran seorang lagi ibu bapa bukan Islam. Mahkamah Syariah selalunya mengekalkan penukaran agama kanak-kanak di bawah umur walaupun mendapat bantahan salah seorang ibu bapa. Kerajaan selalunya tidak bertindak untuk menghalang penukaran agama tersebut. Pada bulan April 2009, M. Indira Ghandi melaporkan suaminya yang telah berpisah, K. Patmanathan, menukarkan agama tiga anak mereka yang berumur satu hingga 12 tahun secara paksa kepada Islam tanpa pengetahuannya pada bulan Mac dengan membawa surat beranak mereka ke jabatan agama negeri di Ipoh, Perak. Ghandi hanya menyedari penukaran agama itu selepas mahkamah Syariah di Ipoh memberitahunya keputusan mahkamah membenarkan penukaran agama dan memberikan hak penjagaan anak-anak kepada suaminya. Dia merayu keputusan mahkamah di mahkamah sivil. Berikutan bantahan awam, Kerajaan Persekutuan mengumumkan pada bulan April 2009 bahawa jika seorang pasangan masuk Islam, anak-anak akan mengikut kepercayaan yang kedua-dua ibu bapa telah bersetuju pada masa perkahwinan. Kerajaan juga menyatakan mahkamah sivil adalah tempat yang sepatutnya untuk membubarkan perkahwinan apabila salah seorang pasangan memeluk Islam. Pejabat Peguam Negara diarahkan mengkaji semula dan mencadangkan perubahan kepada undang-undang sedia ada untuk mengelakkan kerumitan masa depan apabila seorang pasangan masuk Islam. Persatuan Peguampeguam Mahkamah Syariah Malaysia dan kumpulan Islam lain mengkritik tindakan Kerajaan, menyifatkannya sebagai “campur tangan dalam bidang perundangan” yang “mengancam kebebasan mahkamah.” Pada bulan Jun 2008, Persidangan Raja-Raja, satu badan perlembagaan kanan, memutuskan untuk mendapatkan pandangan daripada majlis agama negeri sebelum membuat keputusan ke atas cadangan pindaan undang-undang pertukaran agama. Tiada laporan penukaran agama kanak-kanak di bawah umur warga Amerika secara paksa yang diculik atau diambil secara tidak sah dari Amerika Syarikat, atau keengganan membenarkan warga tersebut kembali ke Amerika Syarikat.Bahagian III. Status Penghormatan Masyarakat kepada Kebebasan Beragama Terdapat sedikit laporan penganiayaan atau diskriminasi masyarakat berdasarkan pertalian, kepercayaan, atau amalan agama. Pemeluk baru agama, terutamanya mereka yang keluar daripada Islam, mungkin menghadapi stigma yang teruk. Dalam banyak kes, pemeluk baru agama menyorokkan kepercayaan dan amalan yang baru dianut daripada penganut agama dahulu mereka, termasuk rakan taulan dan saudara mara. Teks anti-semitik, termasuk buku The Protocol of the Elders Zion (Protokol Pendeta Yahudi), mudah didapati di kedai-kedai jalanan dan kedai buku di seluruh negara. Kerajaan kadang-kadang menyekat perbincangan awam tentang isu agama kontroversi seperti kebebasan beragama, penukaran agama kanak-kanak di bawah umur, dan dialog di antara agama. Bahagian IV. Dasar Kerajaan A.S. Kerajaan A.S. membincangkan kebebasan beragama dengan Kerajaan Malaysia sebagai sebahagian daripada dasarnya untuk menggalakkan hak asasi manusia menyeluruh. Wakil kedutaan mengekalkan dialog yang aktif dengan para pemimpin dan wakil pelbagai kumpulan agama, termasuk mereka yang tidak secara rasmi diiktiraf oleh Kerajaan. Progam kedutaan termasuk lawatan ke Amerika Syarikat bagi pendidik Islam dan lawatan untuk member syarahan ke Malaysia oleh pemimpin masyarakat Islam Amerika. Kerajaan A.S. juga membiayai geran masyarakat sivil dan geran program pertukaran bagi wakil pertubuhan bukan kerajaan yang berkhidmat untuk menggalakkan tolak ansur agama, menghormati kepelbagaian, hak asasi manusia, dan keterbukaan di dalam negara.