IN THE NAME OF ALLAH, MOST GRACIOUS, MOST MERCIFUL

All types of perfect praise belong to Allah alone The Lord of all the worlds Most Gracious, Ever Merciful Master of the Day of Judgement Thee alone do we worship and Thee alone do we implore for help Guide us along the straight path-the path of those on whom Thou hast bestowed Thy favours, those who have not incurred Thy displeasure and those who have not gone astry

Allah
is He save whom none is worthy of worship, the Ever-Living, the Self-Subsisting and All-Sustaining. Slumber seizes Him not, nor sleep. To Him belongs whatsoever is in the Heaven and whatsoever in the earth. Who is he that dareintercede with Him, except by his permission? He knows all that is before them and all that is behind them, and they cannot compass aughtof His knowledge, except that which He please. His knowledge extends over the heavens and the earth, and the care of them wearis Him not. He is the Most High, the Most Great

The Messenger
has full faith in that which has been sent down to him from his Lord and so have the believers: all of them believe in Allah, and His angels, and in His Books and in His Messengers, affirming : we make no distinction between any of of His Messengers; we have heard Allah’s command and we have submitted ourselves wholly to Him.They supplicate: We implore Thy forgiveness, Lord, and to Thee is our return.Allah requires not of any one that which is beyond his capacity; each shall have the benefit of the good he does and shall suffer the consequences of the ill he works. Supplicate, therefore: Lord, take us not to task if we forget or fall into error; Lord place us not under responsibility in the manner of those whom Thou didst place under responsibility before us; Lord, burden us not with that which we have not strength to bear; overlook our defaults and grant us forgiveness and have mercy on us; Thou art our master, so grant us succour against those who reject thee.


“Surely, We ourself have sent down this Exhortation, We will, most surely, safeguard it.” (Al-Hijr : 9)

“I Perfected your religion for your benefit, and have completed My favour unto you, and have chosen for you Islam as your faith.”(Al-Maidah :3)

“Have
We not expanded thee thy breast?. And removed from thee thy burden. The which
did gall thy back? And raised high the esteem (in which) thou (art held)? So,
verily, with every difficulty, there is relief. Verily, with every difficulty
there is relief. Therefore, when thou art free (from thine immediate task),
still labour hard, And to thy Lord turn
(all) thy attention.”
(Al-Insyirah-As-Syarh.)

Proclaim: He is Allah, the Single; Allah, the Self-Existing and Besought of all. He begets not, nor is He begotten; and there is none equal to Him in His attributes(Al-ikhlash)

Proclaim: I seek the protection of the Lord of the break of dawn, from the mischief of every created thing, from the mischief of the darkness when the moon is eclipsed, from the mischief of those who seek to promote discord, and from the mischief of every persistently envious person.(al-Falaq)

Proclaim: I seek the protection of the Lord of mankind, the King of mankind, the God of mankind, against the mischief of every sneaking whisperer, who whispers into the mind of people, whether he (Jin)behidden from sight or be one of the common people.(an-Naas)

Proclaim : Hearken ye who disbelieve! ! I don not worship as you worship, nor do you worship as I worship. I do not worship those that you worship, nor do you worship Him Whom I worship; that is because you follow one faith and I follow another faith.(Al-Kaafiruun)


KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH NABI MUHAMMAD S.A.W

Khutbah Terakhir Nabi Muhammad SAW
9 ZULHIJJAH TAHUN 10 HIJRAH, DI LEMBAH URANAH, GUNUNG 'ARAFAH

"Wahai manusia dengarlah baik-baik apa yang hendak ku katakan !!! Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu dengarlah dengan teliti kata-kataku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir di sini pada hari ini.

Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak.

Janganlah kamu sakiti sesiapapun agar orang lain tidak menyakiti kamu pula. Ingatlah bahwa sesungguhnya kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti akan membuat perhitungan atas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba', oleh itu segala urusan yang melibatkan riba' hendaklah dibatalkan mulai sekarang.

Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara-perkara kecil.

Wahai manusia, sebagaimana kamu mempunyai hak atas para isteri kamu, mereka juga mempunyai atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan mereka ke atas kamu maka mereka juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang.

Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik! dan berlemah lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu ke atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.

Wahai manusia, dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini. Sembahlah Allah, dirikanlah solat lima kali sehari, berpuasalah di Bulan Ramadhan, tunaikanlah zakat dan harta kekayaan kamu dan kerjakanlah ibadah haji sekiranya mampu.

Ketahuilah bahawa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama; tidak ada seorangpun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam taqwa dan amal soleh.

Ingatlah bahawa kamu akan mengadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggungjawabkan atas segala apa yang telah kamu lakukan. Oleh itu, awasilah tindak-tanduk kamu agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku.

Wahai manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah disampaikan kepada kamu.

Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Al-Quran dan Sunnahku.

Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku ini menyampaikannya pula kepada orang lain dan hendaklah orang yang lain itu menyampaikannya pula kepada orang lain dan begitu seterusnya.

Semoga orang yang terakhir yang menerimanya lebih memahami kata-kataku ini dari mereka yang mendengar terus dariku. Saksikanlah Ya Allah, bahawasanya aku telah sampaikan risalah-Mu kepada hamba-hamba- Mu. "

"Dan, Ingatlah... hanya dengan mengingati Allah... hati akan menjadi tenang."


“Semoga ALLAH
melindungiku dari keburukan dan kejahatan kamu serta melindungi kamu dari
keburukanku dan kejahatanku... Semoga Allah melindungimu dari kemurkaan-Nya dan
neraka-Nya... Semoga Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, melindungi
kita semua dari Azab Neraka, Azab Kubur, Fitnah-fitnah kehidupan dan kematian,
Fitnah-fitnah Dajjal laknatullah, Fitnah-fitnah Syaitan jin dan manusia dann
seluruh fitnah-fitnah dosa-dosa silam kita...
Dan, Semoga Allah
memberkati kamu dan mengampuni segala dosa kamu dan sesiapa pun yang bersama
kamu buat selama-lamanya... amin”

CUKUPLAH ALLAH SEBAGAI WAKILKU ATAS SEGALA URUSAN. TIADA DAYA UPAYA DAKU
MELAINKAN DENGAN KEKUASAAN ALLAH YANG MAHA AGUNG, YANG TIADA TUHAN YANG
DISEMBAH MELAINKAN ALLAH SEMATA-MATA.MAHA SUCI ALLAH, SEGALA PUJI BAGI ALLAH,
TIADA TUHAN YANG DISEMBAH MELAINKAN ALLAH DAN ALLAH MAHA BESAR.

:: ALLAH & DAN RASULULLAH ::

:: ALLAH & DAN RASULULLAH ::

:: ISLAM ::

:: ISLAM ::
"Sesungguhnya Matahari, Bulan, Bumi dan Langit dan Bintang, terdapat tanda-tanda KeIslaman makhluk kepada ALLAH dan menjadi tanda Kebesaran dan Kekuasaan ALLAH, Tuhan seluruh alam, bagi mereka yang berfikir dengan akal dan Iman." IMAM MUHAMMAD JIBRIL AL-KHAIR B.A

SKROL UNTUK UMAT ISLAM

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG SEGALA PUJI BAGI ALLAH, TUHAN SELURUH ALAM SALAWAT DAN SALAM KE ATAS RASULULLAH NABI MUHAMMAD S.A.W ”SESUNGGUHNYA AKU BERSAKSI BAHAWA TIADA TUHAN YANG PATUT DISEMBAH SELAIN ALLAH DAN MUHAMMAD ITU RASULULLAH.” ASSALAAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WAL BARAKAATU WAHAI SAUDARA KU, UMAT ISLAM BERTAKWALAH KEPADA ALLAH, TUHAN SELURUH ALAM INI SESUNGGUHNYA AKU MENYERU KAMU DENGAN NAMA ALLAH DAN RASUL-NYA NABI MUHAMMAD S.A.W BERPEGANGLAH KEPADA DUA PERKARA IAITU KITABULLAH AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH NABI MUHAMMAD S.A.W SESUNGGUHNYA AKU BERIMAN KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA, MALAIKAT-MALAIKATNYA, KITAB-KITABNYA, HARI AKHIRAT DAN SEGALA QADA’DAN QADAR ITU DARI ALLAH SEMATA-MATA. WAHAI SAUDARA KU, UMAT ISLAM BERSYAHADAHLAH DAN PATUHI DENGAN SABAR DAN REDHA AKAN PERSAKSIAN MU ITU, TUNAIKAN SOLAT FARDHU PADA WAKTUNYA, BERPUASALAH SEBULAN DI BULAN RAMADHAN, KELUARKAN ZAKAT DARI HARTA-HARTA YANG ALLAH PINJAMKAN KEPADA KAMU DAN TUNAIKAN HAJI APABILA KAMU MAMPU. INGATLAH SEMUA ITU LAKUKANLAH DENGAN IHSAN YAKNI KAMU MELAKUKAN IBADAH ITU SEOLAH-OLAH ALLAH MELIHAT KAMU DAN KAMU MELIHAT ALLAH. DAN, BERIKHLASLAH DALAM BERAGAMA AGAR KAMU SELAMAT DI DUNIA DAN DI AKHIRAT. WAHAI SAUDARA KU, UMAT ISLAM ISLAMLAH DENGAN KEISLAMAN YANG MENYELURUH NESCAYA KAMU SELAMAT. SESUNGGUHNYA AGAMA ISLAM INI ADALAH SATU-SATUNYA JALAN YANG MENJADIKAN KAMU DIREDHAI ALLAH DAN BERSATU SEBAGAI UMAT ISLAM YANG SELAMAT DI DUNIA DAN DI AKHIRAT. JANGANLAH KAMU MEMILIH JALAN SELAIN ISLAM ATAU KAMU AKAN ROSAK BINASA DAN DIMURKAI ALLAH. WAHAI SAUDARA KU, UMAT ISLAM BERSATULAH KAMU SEMUA DI BAWAH SATU KALIMAH IMAN. TEGAKKAN BENDERA ISLAM AL-LIWA’ DAN AR-RAYAH. BERHUKUMLAH DENGAN HUKUM ALLAH ATAU KAMU DIPANDANG ALLAH SEBAGAI KAFIR KEPADA-NYA JANGANLAH KAMU KAFIR KEPADA ALLAH DAN JANGANLAH KAMU MENJADI MUNAFIK KERANA BERTUHANKAN NAFSU DIRI YANG MEMBINASA. DAN JANGANLAH KAMU MATI KECUALI DALAM ISLAM. WAHAI SAUDARA KU, UMAT ISLAM AMALKAN SUNNAH NABI YANG DIAJARKAN KEPADA KAMU MELALUI HADIS-HADIS NABI MUHAMMAD S.A.W YANG DISAMPAIKAN KEPADA MU OLEH ULAMA-ULAMA YANG TAKUT KEPADA ALLAH DAN YANG BERAMAL DENGAN SUNNAH NABI MUHAMMAD S.A.W SERTA TINGGALKANLAH SELAIN YANG DEMIKIAN ITU WAHAI SAUDARA KU, UMAT ISLAM CUKUPLAH ALLAH SEBAGAI WAKIL BAGI KU ATAS SEGALA URUSAN. KEPADA-NYA KITA SEMUA BERTAKWA DAN BERTAWAKKAL SESUNGGUHNYA TIADA DAYA DAN UPAYA MELAINKAN KEKUATAN DAN PERTOLONGAN ALLAH YANG MAHA AGUNG LAGI MAHA MULIA. SEMOGA ALLAH MENGHIMPUNKAN KITA SEMUA DALAM KEBAIKAN DAN KESELAMATAN DI DUNIA DAN DI AKHIRAT. AMIN SESUNGGUHNYA PERUTUSAN INI DARIPADAKU IMAM MUHAMMAD JIBRIL AL-KHAIR B.A HAMBA ALLAH

CUKUPLAH ALLAH SEBAGAI WAKILKU ATAS SEGALA URUSAN. TIADA DAYA UPAYA DAKU MELAINKAN DENGAN KEKUASAAN ALLAH YANG MAHA AGUNG, YANG TIADA TUHAN YANG DISEMBAH MELAINKAN ALLAH SEMATA-MATA.MAHA SUCI ALLAH, SEGALA PUJI BAGI ALLAH, TIADA TUHAN YANG DISEMBAH MELAINKAN ALLAH DAN ALLAH MAHA BESAR.

SKROL BUAT UMAT KRISTIAN

DENGAN

NAMA ALLAH

YANG MAHA PENGASIH LAGI

MAHA PENYAYANG

SESUNGGUHNYA PERUTUSAN INI DARIPADAKU :

“SESUNGGUHNYA AKU BERSAKSI BAHAWA

TIADA TUHAN YANG DISEMBAH MELAINKAN ALLAH S.W.T

DAN

NABI MUHAMMAD S.A.W ITU PESURUH-NYA”

SEGALA PUJI BAGI ALLAH, TUHAN SELURUH ALAM.

KESELAMATAN BAGI MEREKA YANG MENGIKUT CAHAYA PENTUNJUK

AMMA BA’DU

WAHAI UMAT KRISTIAN

Aku memuji Allah SWT untukmu dan aku bersaksi bahawa Nabi Isa a.s ( Jesus ) adalah Roh Allah SWT dan Kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam yang tidak pernah kahwin, yang suci, baik dan terjaga. Ia telah mengandungkan Isa a.s lalu Allah SWT menciptakan dari Roh-Nya dan tiupan-Nya sebagaimana Dia telah menciptakan Adam a.s dengan tangan-Nya dan tiupan-Nya.

Aku berdoa kepada Allah SWT semata, yang tiada sekutu bagi-Nya dan berserah diri dan taat kepada-Nya. Hendaklah kamu mengikuti Muhammad Rasulullah SAW, beriman kepadanya dan apa-apa yang telah datang kepadanya sepertimana para Rasul dan para Nabi Allah SWT sebelum baginda Rasulullah SAW.

Sesungguhnya aku menyeru kamu dengan seruan Islam dan Allah SWT akan mendatangkan padamu dua kali pahala di dunia dan di Akhirat yang kekal abadi selamanya. Maka apabila kamu berpaling maka kamu kuserahkan kepada Allah SWT, Tuhan seluruh alam ini.

Yakni ,

Allah SWT,

tiada Tuhan selain-Nya yang hidup kekal dan berkuasa dengan sendiri-Nya.Tiada mengantuk dan tiada pula tidur, kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at dan pertolongan di sisi Allah SWT tanpa izin-Nya? Allah SWT mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka dan mereka hanya dapat mengetahui sedikit sahaja dari ilmu Allah SWT dengan kehendak-Nya. Qursyi-Syiar Allah SWT itu meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara kedua-duanya. Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Marilah kita berpegang teguh pada satu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu. Bahawa tidak kita sembah kecuali Allah SWT dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu apa pun selain-Nya. Tidak pula sebahagian kita menjadikan sebahagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah SWT.

KETAHUILAH !

AGAMA YANG BENAR DI SISI ALLAH, TUHAN SELURUH ALAM HANYALAH ISLAM DAN BARANG-SIAPA YANG MEMILIH SELAIN ISLAM SESUNGGUHNYA DIA TELAH RUGI DI DUNIA DAN DI AKHIRAT. SESUNGGUHNYA TELAH TERANG DAN JELAS KEPADA KAMU YANG MANA SALAH YANG MANA BETUL. ISLAMLAH NESCAYA KAMU SELAMAT... SEKIRANYA KAMU BERPALING MAKA SAKSIKANLAH BAHAWA KAMI ADALAH ORANG-ORANG ISLAM YANG BERSERAH DIRI KEPADA ALLAH SWT.

IKHLAS DARI

IMAM MUHAMMAD JIBRIL AL-KHAIR B.A

PANDUAN

PANDUAN
KIBLAT WAKTU SOLAT DAN INFO LAIN

:: SUMPAH DAN DOA ::


DENGAN NAMA ALLAH
YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG
SEGALA PUJI BAGI ALLAH , TUHAN SEMESTA ALAM
SALAWAT DAN SALAM KEPADA NABI MUHAMMAD S.A.W
DENGAN INI
SESIAPA PUN DARI KALANGAN MANUSIA DAN JIN YANG BERNIAT DAN BERBUAT
ZALIM KE ATAS BLOG INI. AKU SUMPAH DAN
AKU BERDOA, SEMOGA ALLAH MELUMPUHKAN TANGANNYA YANG MELAKUKAN KEZALIMAN APA
SAHAJA ITU KE ATAS BLOG INI. SUMPAH DAN
DOA INI BERLANDASKAN HAK ORANG YANG DIZALIMI.
SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK SUKA KEPADA PENZALIM-PENZALIM.
CUKUPLAH ALLAH SEBAGAI WAKILKU ATAS SEGALA URUSAN. TIADA DAYA DAN UPAYA MELAINKAN
KEKUASAAN ALLAH YANG MAHA AGUNG.
SALAWAT DAN SALAM KEPADA NABI MUHAMMAD S.A.W
DAN AHLUL-BAIT DAN PARA SAHABAT R.A
SEGALA PUJI BAGI ALLAH , TUHAN SEMESTA ALAM
KUN FAYA KUN
AMIN

The Alien - Link Select

Ahad, 4 Disember 2011

IBLIS LAKNATULLAH???


RAHSIA TIPU MUSLIHAT IBLIS

Allah swt telah memerintahkan seorang Malaikat berjumpa Iblis supaya dia berjumpa dengan Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahsianya; samada yang disukai mahupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan darjat Nabi Muhammad saw dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia. Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, "Hai Iblis! Bahawa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar menyuruh engkau menghadap ke hadrat Rasullullah saw. Hendaklah engkau buka segala rahsia engkau dan apa-apa yang disoal oleh Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, nescaya akan diputuskan segala suku-suku anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat keras.
Demi mendengar sahaja kata Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah saw dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai; panjangnya seperti ekor lembu. Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. Maka sembah Iblis(alaihi laknat),"Ya Rasulullah! Mengapa tuan hamba tidak mejawab salam hamba? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?" Maka jawab Nabi dengah marah "Hai Aduwullah seteru Allah! Kepada aku engkau menunjuk baikmu? Jangan engkau cuba hendak tipu aku sebagimana engkau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutan engkau, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap racun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya kerana engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendita yang telah menanggung sengsara akibat hasutan engkau. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salam engkau saja aku tidak hendak menjawabnya kerana diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendak engkau datang berjumpa aku?" Sembah Iblis,"Ya Nabi Allah! Janganlah tuan hamba marah. Kerana tuan adalah Khatamul Anbiya maka tuan dapat kenal akan hamba. Kedatangan hamba adalah disuruh Allah untuk memberitahu segala tipu daya hamba terhadap umat tuan dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang tuan tanya hamba sedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah hamba berani sembunyikan." Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata "Ya Rasulullah! Sekiranya hamba berdusta barang sepatah pun nescaya hancur leburlah badan hamba menjadi abu"
Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluang aku untuk menyiasat segala perbuatannya agar didengar oleh sekelian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada sekelian umatku.

Soalan Nabi (1) –
"Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuh engkau dan bagaimana aku terhadap engkau?"

Jawab Iblis - "Ya Nabi Allah! Tuanlah musuh hamba yang paling besar di antara segala musuh hamba di muka bumi ini" Maka Nabi pun memandang muka Iblis,dan Iblis pun mengeletar kerana ketakutan. Sambung Iblis,"Ya Khatamul Anbiya! Adapun hamba dapat merupakan diri hamba seperti sekelian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak salah sepertinya, kecuali diri tuan sahaja yang tidak dapat hamba tiru kerana ditegah oleh Allah. Kiranya hamba menyerupai diri tuan, maka terbakarlah diri hamba menjadi abu. Hamba cabutkan iktikad anak Adam supaya menjadi kafir kerana tuan berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam; begitu jugalah hamba berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Hamba akan tarik sekelian umat Islam dari jalan benar kepada jalan yang salah supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersama hamba"

Soalan Nabi ke 2 –
"Hai Iblis! Betapa perbuatanmu kepada makhluk Allah"

Jawab Iblis - "Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pehanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Hamba goda segala manusia supaya meninggalkan sembahyang, leka dengan makan minum, berbuat durhaka, hamba lalaikan dengan harta benda drp emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan kejalan haram. Demikian juga ketika temasya yang bercampur lelaki perempuan. Di situ hamba lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang maruah dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu hamba hulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari wang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau amal ibadat, hamba akan galang mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras hamba goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datang lah rasa riak, takbur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah hamba goda mereka setiap saat."

Soalan Nabi ke 3 –
"Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah dan berpenat melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai kutuk Allah! Siapa yang menjadikan engkau? Siapa yang melanjutkan usia engkau? Siapa yang menerangkan mata engkau? Siapa yang memberi pendengaran engkau? Siapa yang memberi kekuatan anggota badan engkau?"

Jawab Iblis - "Sekelian itu adalah anugerah drp Tuhan Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takbur menceburkan hamba menjadi sebesar-besar jahat. Tuan lebih tahu bahawa hamba telah beribu-ribu tahun menjadi ketua kepada sekelian Malaikat dan pangkat hamba telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yg tinggi. Kemudian hamba tinggal di dunia ini beribadat bersama sekelian Malaikat beberapa lama. Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka hamba pun membantah. Lalu Allah mencipta lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan sekelian Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali hamba yang ingkar. Oleh itu Allah murka kepada hamba dan muka hamba yang cantik molek dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan hodoh. Hamba berasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah sekelian bidadari. Hamba bertambah dengki dan berdendam kepada mereka. Akhirnya dapat juga hamba tipu melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya dihalau dari syurga ke dunia. Kedua mereka berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun hamba masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya hamba lakukan hingga Hari Kiamat. Sebelum tuan lahir ke dunia, hamba serta bala tentera hamba dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahsia serta tulisan yg menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian hamba turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya hamba dapat, dgn berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bidaah dan karut-marut. Tetapi apabila tuan lahir sahaja ke dunia ini, maka hamba tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahsia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika hamba berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontar dengan anak panah drp api yang menyala. Sudah banyak bala tentera hamba yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahan hamba dan tentera hamba untuk menjalankan tugas hasutan."

Soalan Nabi ke 4 –
"Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu akan manusia?"

Jawab Iblis - "Pertama sekali hamba palingkan iktikadnya, imannya kepada kafir sama ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berjaya juga, hamba akan tarik dengan cara mengurangkan pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemahuan jalan hamba"

Soalan Nabi ke 5 –
"Hai Iblis! Jika umatku sembahyang kerana Allah, bagaimana hal engkau?"

Jawab Iblis - "Sebesar-besar kesusahan kepada hamba. Gementarlah badan hamba dan lemah tulang sendi hamba. Maka hamba kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sembahyang, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis solat, hilangkan khusyuknya matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya sentiasa mendengar orang brcakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud lama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya sentiasa hendak cepat habis sembahyang, itu semua membawa kepada kurang pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka hamba sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman"

Soalan Nabi ke 6 –
"Jika umatku membaca Al-Quran kerana Allah, apalah rasa engkau?"

Jawab Iblis - "Jika mereka membaca Al-Quran kerana Allah, maka rasa terbakarlah tubuh hamba, putus-putus segala urat hamba lalu hamba lari daripadanya."

Soalan Nabi ke 7 –
"Jika umatku mengerjakan haji kerana Allah, bagaimana rasa engkau?" Jawab Iblis - "Binasalah diri hamba, gugurlah daging dan tulang hamba kerana mereka telah mencukupkan rukun Islamnya"

Soalan Nabi ke 8 –
"Jika umatku berpuasa kerana Allah, bagaimana hal engkau?"

Jawab Iblis - "Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepada hamba. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan sekelian Malaikat menyambut dengan kesukaan. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hati hamba ialah segala isi langit dan bumi; yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan keampunan orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umat tuan mula berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekelian Malaikat dengan garangnya menangkap hamba dan tentera hamba; jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umat tuan berpuasa barulah hamba dilepaskan dengan amaran agar tidak mengganggu umat tuan. Umat tuan sendiri telah merasa ketenangan berpuasa seperti mana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut berbanding bulan biasa."

Soalan Nabi ke 9 –
"Hai Iblis! Bagaimana sekelian sahabatku kepada engkau?"

Jawab Iblis - "Sekelian sahabat tuan hamba juga adalah sebesar-besar seteru hamba. Tiada upaya hamba melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Kerana tuan sendiri telah berkata yang "Sekelian sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikut mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk." Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersama tuan lagi, hamba tidak dapat hampir kepadanya inikan pula setelah berdamping dengan tuan. Beliau begitu percaya atas kebenaran tuan hingga dia menjadi wazirul a'zam. Bahkan tuan sendiri telah mengatakan jika ditimbang sekelian isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertua tuan kerana tuan berkahwin dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafaz Hadis tuan.
Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani hamba pandang akan wajahnya kerana dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan saksama. Jika hamba pandang wajahnya, maka gementarlah segala tulang sendi hamba kerana sangat takut. Ini kerana imannya sangat kuat apatah lagi tuan telah mengatakan, "Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku" kerana dia adalah orang harapan tuan serta pandai membezakan antara kafir dan Islam hingga digelar 'Al-Faruq'.
Saidina Usman Al-Affan lagi hamba tidak boleh hampir, kerana lidahnya sentiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantu tuan sebanyak dua kali. Kerana taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya kerana Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga tuan mengatakan,"Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid"
Saidina Ali Abi Talib pun itu hamba sangat takut kerana hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat bersopan, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka kerana dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah budak pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. Digelar 'Ali Karamullahu Wajhahu' dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga 'Harimau Allah' dan tuan sendiri berkata "Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya". Tambahan pula dia menjadi menantu kepada tuan, lagilah hamba ngeri kepadanya.

Soalan Nabi ke 10 –
"Bagaimana tipudaya engkau kepada umatku?"

Jawab Iblis - "Umat tuan itu ada tiga macam.
Yang pertama seperti bersambung hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan iaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibrail a.s "Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat"
Yang kedua umat tuan seperti tanah iaitu orang yang sabar, syukur dan redha dengan kurniaan Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan.
Yang ketiga umat tuan seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka hamba pun sukacita lalu masuk kedalam badannya, hamba putarkan hatinya ke lautan derhaka dan hamba hela ke mana sahaja mengikut kehendak hamba. Jadi dia sentiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat. Lalu hamba godanya minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umat tuan terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia sentiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, cakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat perjudian dan perempuan pelacur"

Soalan Nabi ke 11 -
"Siapa yang serupa dengan engkau?"

Jawab Iblis - "Orang yang meringankan syariat tuan hamba dan membenci orang belajar agama Islam"

Soalan Nabi ke 12 -
"Siapa yang mencahayakan muka engkau?"

Jawab Iblis - "Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji"

Soalan Nabi ke 13 -
"Apakah rahsia engkau kepada umatku?"

Jawab Iblis - Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka hamba gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sedari"

Soalan Nabi ke 14 –
"Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal
engkau?"

Jawab Iblis - "Jika umat tuan hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah hamba dari mereka. Jika tidak hamba akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benih hamba dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua kerana kealpaan ibu bapanya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa Bismillah, hamba yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah rasa kenyang."

Soalan Nabi ke 15 –
"Dengan jalan apa boleh menolak tipu daya engkau?"

Jawab Iblis - "Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis kesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air sembahyang, maka padamlah marahnya."

Soalan Nabi ke 16 -
"Siapakah orang yang paling engkau lebih suka?"

Jawab Iblis - "Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situ lah hamba mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu"

Soalan Nabi ke 17 -
"Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?"

Jawab Iblis - "Orang yang tidur meniarap, orang yang matanya celik di waktu subuh tetapi menyambung tidur semula. Lalu hamba ulit dia lena hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zohor, asar, maghrib dan isyak, hamba beratkan hatinya untuk solat"

Soalan Nabi ke 18 -
"Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?"

Jawab Iblis - "Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan solat tengah malam"

Soalan Nabi ke 19 -
"Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?"

Jawab Iblis - "Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya"

Soalan Nabi ke 20 -
"Apa lagi yang memecahkan mata engkau?"

Jawab Iblis - "Orang yang taat kepada kedua ibubapanya, mendengar kata mereka, membantu makan-pakai mereka selama mereka hidup, kerana tuan telah bersabda, 'Syurga itu di bawah tapak kaki ibu' "

Soalan Nabi ke 21 -
"Hai Iblis! Apakah yang merantai engkau?"

Jawab Iblis - "Orang yang berjual beli dengan betul timbangan, sukatan, ukuran dan tukarannya"

Soalan Nabi ke 22 -
"Hai Iblis! Apabila umatku memberi salam antara satu sama lain, betapa hal engkau?"

Jawab Iblis - "Apabila bertemu dua Islam di tengah perjalanan memberi salam serta dijawab oleh yang lain, maka rasa pecah dada hamba dan hamba pun meratap kerana keduanya mendapat ampun sehingga keduanya berpisah"

Soalan Nabi ke 23 -
"Hai Iblis! Siapa pula yang hampir kepada engkau?"

Jawab Iblis - "Orang yang meminum arak, tuak, penghisap candu, ganja kerana bahaya zahirnya membawa kepada pecah-belah, perkelahian, penceraian dan pembunuhan"

Soalan Nabi ke 24 –
"Siapa pula yang sekutu dan sekedudukan dengan engkau?"

Jawab Iblis - "Apabila bertemu lelaki dengan perempuan-perempuan muda, hamba akan duduk pada leher perempuan itu, hamba hiaskan mukanya dengan jeling dan senyum yang menarik. Apabila dipandang dari belakang nampak lehernya yang halus, pinggang dan punggung yang bergerak-gerak yang mana membangkitkan nafsu. Dari hadapan pula hamba hiaskan dadanya dengan buah dada yang melekap. Lalu hamba panah pada jantung hati salah seorang atau keduanya hingga bergerak nafsu syahwatnya. Orang yang tidak memelihara hatinya tidaklah terpelihara farajnya atau kemaluannya. Oleh itu tidaklah terpelihara imannya."

Soalan Nabi ke 25 –
"Hai Iblis! Di mana engkau diam?"

Jawab Iblis - "Pada rumah berhala dan pada mana-mana batu, kayu, tembaga dan sebagainya. Apabila mereka menyembah, hamba cenderungkan hatinya supaya bertambah yakin pada kerja syiriknya itu. Sudah banyak umat tuan yang telah hamba pesongkan masuk ke rumah berhala Majusi dan Hindu walaupun sekadar melawat, menunjukkan sangat tipis imannya"

Soalan Nabi ke 26 -
"Hai Iblis! Di mana tempat perhimpunan engkau?"

Jawab Iblis - "Setiap rumah wayang, tempat joget dan seumpamanya yang bercampur pemuda dan pemudi"

Soalan Nabi ke 27 –
"Hai Iblis! Aku lihat engkau mengintai di dalam masjid. Apa yg engkau hendak buat?"

Jawab Iblis - "Hamba hendak mengacau dan merosakkan sembahyang orang di situ, tetapi hamba takutkan seorang yang tidur di situ" Nabi bertanya, "Mengapa engkau tidak takut kepada orang yang sembahyang itu, padahal dia bermunajat kepada Allah. Kenapa pula engkau takut pada orang yang tidur itu padahal dia lalai dan tidak memandang satu apa pun?" Jawab Iblis, "Orang yg sembahyang itu jahil dan amat mudah hamba goda, tetapi orang yang tidur itu alim. Jika hamba goda juga, hamba takut orang yang tidur itu bangun lalu menegur dan membetulkan sembahyang si jahil itu"

Soalan Nabi ke 28 -
"Hai Iblis! Apakah puji-pujian engkau?"

Jawab Iblis - "Orang yang menyanyi, berpantun, berpantun-seloka dan sebagainya kecuali orang yang bernazam, berlagu-lagu, bernasyid memuji Allah serta selawatkan Nabi"

Soalan Nabi ke 29 -
"Hai Iblis! Siapa yang sekaum dengan engkau?"

Jawab Iblis - "Orang yang menipu harta orang, memakan harta anak yatim dan memakan riba' "

Soalan Nabi ke 30 -
"Hai Iblis! Engkau gelapkan hati manusia kerana apa?"

Jawab Iblis - "Sebab mereka makan minum pencarian haram kerana mereka sudah gelap mata untuk mencari rezeki yang halal. Juga mereka yang tidur meninggi hari hingga tertinggal sembahyang subuh serta memenuhkan perut sekenyang-kenyangnya"

Soalan Nabi ke 31 -
"Hai Iblis! Siapa yang menyukakan hati engkau?"

Jawab Iblis - "Orang kaya yang bakhil; tidak mengeluarkan zakat pada hamba Allah yang daif. Zakatnya dihantar pada orang lain, padahal kaumnya miskin. Bahawasanya orang bakhil itu seteru Allah dan yang tak berzakat itu akan masuk ke dalam neraka bersama hamba"

Soalan Nabi ke 32 -
"Hai Iblis! Siapa yang menyuburkan badan engkau?"

Jawab Iblis - "Orang yang hasad dengki, orang yang tak belajar peraturan agama Islam dan semua perempuan jahat, perempuan yang mencabul dirinya sendiri dan menjual maruah"

Soalan Nabi ke 33 -
"Hai Iblis! Jika mati seorang ulama, bagaimana hal engkau?"

Jawab Iblis - "Bertambah subur dan bertunaslah kerja hasutan hamba, Maka kata Nabi, "Sesiapa berdukacita atas kematian seorang ulama, maka dituliskan Allah pahala baginya seperti seribu alim dan seribu syahid." Tambah Nabi, Akan datang umatku akan lari daripada ulama. Setiap orang yang bencikan orang yang mengajar agama itu akan diturunkan oleh Allah dengan 3 bala:
1) Diangkatkan berkat daripada pencariannya.
2) Allah akan mendatangkan raja atau ketua yang zalim.
3) Mereka dikeluarkan daripada dunia dengan tidak beriman.

Soalan Nabi ke 34 -
"Hai Iblis! Jika umatku sembahyang berjemaah, bagaimana hal engkau?"

Jawab Iblis - "Sesungguhnya mereka telah menghuraikan simpulan tipudaya hamba"

Soalan Nabi ke 35 -
"Hai Iblis! Jika umatku membaca selawat keatas ku, betapa hal engkau?"

Jawab Iblis - "Mereka telah membelah muka hamba kerana sangat ingat akan tuan."

Soalan Nabi ke 36 –
"Jika umatku sembahyang Hari Raya, betapa hal engkau? Kerana Allah Maha Besar telah berfirman demikian: "Hai sekelian Malaikat! Saksikan oleh kamu bahawa sesungguhnya Aku telah ampunkan sekelian dosa Nabi Muhammad; lelaki dan perempuan" Apabila telah selesai sembahyang dan kuthbah pula, firman Allah : "Hai umat Muhammad! Pulanglah kamu ke rumah masing-masing. Sesungguhnya Aku telah ampunkan dosa kamu yang terdahulu dan Aku gantikan dosa kamu dengan kebajikan."

Jawab Iblis - "Ya Rasulullah! Apabila umat tuan pergi sembahyang Hari Raya, maka hamba sangat menanggung dukacita dan menyesal. Maka hamba pun bertempik dan datanglah sekelian tentera hamba dan bertanya,"Hai Raja kami! Siapa tuan murkakan? Adakah ia dari langit atau dari bumi? Titahkan kami sekelian untuk membinasakan yang di langit atau di bumi itu!" Maka kata hamba, "Hai bala tenteraku! Apa yg menyebabkan hamba menanggung dukacita ialah kerana Allah Taala telah mengampuni umat Muhammad pada Hari Raya ini. Tidakkah kamu ketahui bahawa Allah telah mengkabulkan puasa mereka? Tuhan sangat sayang akan mereka dan dikasihankan dengan rahmat, diperkenankan doa akan apa yang dipinta dan diampunkan segala kesalahan mereka. Hai tenteraku! Goda mereka supaya malas beramal ibadat, bersuka-suka, bermain-main, memuaskan hawa nafsu dengan pelbagai maksiat; agar datang kemurkaan Tuhan kepada mereka dan kelak diturunkan bala. Kerana itu kemudian akan menyenangkan hatiku." Maka pergilah sekelian iblis dan syaitan mengacau umat Muhammad"

Soalan Nabi ke 37 -
"Jika umatku membaca doa akhir tahun (Hijrah), betapa hal engkau?"

Jawab Iblis - "Telah bersusah payah hamba menggoda mereka sepanjang tahun; tiba-tiba mereka membaca doa dalam masa yang sedikit. Maka lemahlah hamba, lalu hamba sapu muka dengan tanah. Hai celaka malang diriku dengan kerugian, maka hamba pun berpaling pergi."

Soalan Nabi ke 38 -
"Hai Iblis! Jika umatku membaca doa awal tahun (Hijrah), betapa hal engkau?"

Jawab Iblis - "Ya Nabi Allah! Putuslah harapan hamba, kerana sesiapa membaca doa awal tahun ini, Allah akan memerintahkan dua Malaikat supaya dibakar buku kesalahannya dan ditulis kebajikan di dalamnya kerana membaca doa ini."

Soalan Nabi ke 39 –
"Hai Iblis! Siapakah yang menyokong engkau?"

Jawab Iblis - "Orang yang tidak bertaubat dari dosanya dan suka ketawa ketika berbuat dosa. Ya Nabi Allah! Bahawa telah hamba binasakan sekelian manusia dengan pelbagai dosa maksiat maka sukalah hamba. Tiba-tiba mereka mengucap kalimah Lailahaillallah dan beristighafar, maka binasalah hamba kerana ucapannya itu. Lagi satu keuntungan besar hamba ialah orang tua dan kanak-kanak yang bersiul-siul. Mereka itu adalah anak buah hamba. Kerana pada masa hamba dibuang ke dunia ini dahulu, hamba mengembara dan berjalan dengan bersiul-siul. Orang yang bersiul-siul itu adalah penghibur Iblis dan syaitan, tetapi orang yang bang (azan) itu penghambat Iblis dan syaitan kerana Malaikat-Malaikat akan hadir sembahyang bersama-sama mereka."

Soalan Nabi ke 40 –
"Hai Iblis! Sekarang apakah kesudahan ikhtiar engkau kerana aku telah dibangkitkan oleh Tuhan ke alam dunia ini bagi menyelamatkan sekelian Bani Adam daripada kafir kepada beriman, daripada gelap-gelita kepada terang benderang"

Maka Iblis pun mengangkat kepalanya ke Hadrat Allah dan berkata: "Ya Rabbi! Demi kemuliaan Engkau, sentiasalah hamba akan berusaha bersungguh untuk menarik sekelian anak Adam kepada berbagai-bagai jalan maksiat selama nyawa ada di dalam batang tubuh mereka itu, hamba jadikan pemuda pemudi bercampur dan berkenalan supaya senang hamba mencelah di antara mereka."

Tiba-tiba datang firman Allah s.w.t : "Hai Mala'un! Demi kebesaranKu dan ketinggianKu, bahawa Aku sentiasa sedia mengampuni akan dosa umat Muhammad, selagi mereka itu meminta ampun kepadaKu" Maka kata Nabi, "Hai Iblis! Apa lagi yang engkau musykilkan?"

Maka Iblis berkata, "Ya Rasulullah! Bahawa hamba sangat ajaib melihat dua perkara sekelian hamba Allah. Yang pertama mereka mengaku kasih akan Allah padahal pula mereka taat akan hamba dengan berbuat maksiat. Yang kedua mereka sangat marah akan hamba tetapi mereka menurut juga hasutan hamba." Maka datang lagi firman Allah s.w.t : "Hai Mala'un! Demi kemuliaan dan kebesaranKu, aku anugerahkan umat Muhammad dua kebahagian iaitu

(1) kasih mereka itu akan Daku iaitu Aku jadikan kaparah(penebus dosa) bagi maksiat mereka itu kerana perdayaan engkau.

(2) mereka itu marah kepada engkau (juga) Aku jadikan kaparah(penebus dosa) bagi mereka itu (yang telah) berbuat maksiat kepadaKu".

Maka Iblis pun tercengang-cengang kerana umat Muhammad sangat dikasihi oleh Allah Al-Ghafurur Rahim….
Iblis adalah makhluk dari golongan bangsa jin (QS 18: 50). Sebagaimana kita ketahui, dia tidak mahu melaksanakan perintah Tuhannya untuk sujud kepada nabi Adam (QS 7: 11). Ia enggan turut bersama malaikat untuk sujud (QS 15: 31). Sehingga Allah SWT bertanya kepadanya, "Hai iblis, apakah yang menghalangimu untuk sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku ini?" Kata Iblis:





"Aku lebih baik darinya, sebab Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah "(QS 38: 75-76).


Itulah iblis, makhluk pertama pembangkang perintah Allah SWT. Kelancangan yang tak layak dinampakkan di hadapan Sang Pencipta. Dan, apapun alasannya itu menjadikan ia terusir dari syurga (QS 38: 77). Jadi ia hina (QS 7: 13), terkutuk (QS 15: 34), sesat (QS 15: 39), dan bahkan termasuk golongan kafir (QS 2: 34).


Usai pembangkangan, iblis berdoa supaya tetap hidup hingga hari kiamat (Surah 7: 14). Harapannya, agar dapat menyesatkan seluruh manusia (Surah 38: 82). Tentu saja, semua tipu daya dijalankan. Segala rupa misi dilaksanakan, asalkan tercapai targetnya, iaitu menjadikan manusia sesat.


Mari, kita tengok apa saja misinya:
1. Menyeru manusia agar menjadi kafir (QS 59: 16).
2. Menghalang-halangi manusia dari jalan Allah SWT yang lurus (QS 7: 16).
3. Membisikkan fikiran manusia agar melanggar ketetapan Allah SWT (QS 7: 20).
4. Bersumpah atas nama Allah SWT agar manusia berbuat ingkar (tafsir Ibnu Katsir QS 7: 21).
5. Menjadikan bahawa tidak percaya kepada Allah SWT itu dipandang baik (QS 15: 39).
6. Menghasut, memberi janji / iming-iming, dan menipu (QS 17: 64).
7. Mampu membuktikan sangkaannya menjadi pembenaran (QS 34: 20).
8. Memutarbalikkan data dan fakta (-Allah SWT tidak menyuruh manusia apa-apa yang dikatakan iblis-) (QS 7: 20).
9. Menakut-nakutkan manusia dengan kemiskinan dan (-sehingga-) menyuruh perbuatan jahat (-curang, licik, segaka cara dilakukan seperti: ribawi, rasuah, korupsi, nepotisme, dan kecurangan lain-) (QS 2: 268).
10. Membangkitkan angan-angan kosong dan tipu daya semata-(QS 4: 120).
11. Menggiring, memujuk, menipu, dan memerangkap (QS 7: 22).


Itulah sebahagian misi iblis. Ternyata, Allah SWT mengabulkan doanya iblis (QS 15: 37), agar dia tetap hidup di dunia hingga manusia dibangkitkan (QS 38: 79). Dengan harapan, dapat menyesatkan semua manusia dari jalan Allah SWT yang lurus (QS 7: 16). Tidak hanya itu, Allah SWT berfirman kepada Iblis dengan: "Hasutlah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda (kavaleri) dan pasukan yang berjalan kaki (infantri) dan berserikatlah dengan mereka pada harta (menyusup dalam urusan kewangan) dan anak-anak (keluarganya) dan berilah janji (diiming-imingi) mereka. (Surah 17: 64).


Luar biasa! Benar-benar luar biasa! Tak terbayang memang, Allah SWT memberikan kebebasan-mencabar-iblis untuk memperbanyak menjadi pengikutnya. Memang, benar-benar luar biasa! Memberikan leluasa kepada musuh yang nyata bagi kita (QS 7: 22). Dan, tidak ada yang mampu melepaskan jeratannya iblis kecuali hamba-hamba Allah SWT yang mukhlis (QS 15: 40, 38: 83).


"Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan (iblis) maka mintalah perlindungan kepada Allah: A'udzubillahi minasy-syaithaanir-rajiim." (Surah 7: 200).

INSYAALLAH.

Tiada ulasan: